Radar Merauke menyajikan informasi terkini tentang berbagai peristiwa yang terjadi di kota Merauke dan wilayah Papua Selatan umumnya.
UPDATE!! Berita di Radar Merauke dapat dibaca langsung lewat Smartphone Android! Baca fiturnya DISINI atau Download aplikasinya disini : LINK Download Android RadarMeraukeCom.APK !!! Baca berita Via Opera Mini Atau Browser Handphone (Blackberry/Iphone/Symbian) : http://www.radarmerauke.com/?m=1 .

Popular Posts

Showing posts with label Berita Hot. Show all posts
Showing posts with label Berita Hot. Show all posts

PT.MEDCO Mulai Produksi 2009 di Merauke

Thursday, 18 December 2008



PT.Medco Papua sebagai perusahaan pengelola bubur kertas direncanakan akan berproduksi pada Januari 2009. Saat ini pihak perusahaan sudah mulai melakukan persiapan guna memuluskan produksi yang telah dicanangkannya

Hal ini disampaikan Coorporate Social and Responsibility PT.Medco Papua M. Daniel Syams ketika dijumpai di ruang kerjanya (9/12). Menurut Daniel, sambil menunggu proses produksi maka program yang saat ini tengah dilakukan runing way machine (uji coba mesin). Selain itu juga dilakukan pembangunan dermaga di dusun Boepe yang pembangunannya saat ini sudah 40% berjalan. Kemudian pembangunan jalan, gereja dan kelas belajar di lokasi perusahaan. “Program yang kita lakukan itu, setiap triwulannya dilaporkan ke Badan Promosi dan Investasi Daerah Kabupaten Merauke”, kata Daniel.

Sementara itu, untuk menjamin keamanan di wilayah perusahaan maka menurut Daniel, pihaknya belum lama ini telah meresmikan tim jagawana di dusun Kaliki. “Tim Jagawana itu semuanya putera daerah yang memiliki tugas menjaga keamanan di lokasi perusahaan”, ujar Daniel.

Tentang perekrutan tenaga kerja, Daniel mengatakan selain merekrut tenaga kerja luar, pihaknya juga memberikan kesempatan kepada semua putera terbaik Papua untuk membangun PT.Medco. “Untuk tenaga lokal kita mengakomodir semua suku. Untuk meningkatkan kemampuan mereka maka akan diberi pelatihan,” jelas Daniel.


Read Post | comments

Dokter spesialis di Kota Merauke dapat tunjangan 15 Juta

Tuesday, 16 December 2008



KEHADIRAN dokter spesialis sangatlah menolong masyarakat. Namun demikian, tingkat kesejateraannya mereka sungguh membuat hati ini miris. Betapa tidak, tunjangan untuk dokter spesial yang telah 18 tahun mengabdi di Jayapura ternyata hanya Rp 5 Juta/Bulan. Padahal tunjangan untuk dokter spesialis di beberapa wilayah di Provinsi Papua dan Papua Barat nilainya lebih dari itu. Tunjangan untuk dokter spesialis di Kabupaten Merauke Rp 15 Juta/Bulan, Mimika Rp 20 Juta/Bulan dan Biak 27 Juta/Bulan.

Tunjangan bagi dokter spesialis sebesar ini dinilai sangat tidak manusiawi dan tidak sebanding dengan kebutuhan hidup di Jayapura. Apalagi bagi dokter spesialias yang telah berkeluarga tentunya membutuhkan biaya tambahan untuk kebutuhan pendidikan dan kesehatan keluarga.
Untuk diketahui, tunjangan bagi dokter spesialis juga sangat menentukan komitmen dan loyalitasnya mereka dalam memberikan pelayanan kesehatan bagi masyarakat. Siapa yang bertanggungjawab.
Read Post | comments

Beredar Video Mesum Pelajar SMA di Merauke !!!! (Heboh)

Friday, 5 December 2008

Foto illustrasi

Beredarnya video mesum yang diduga dilakukan 2 oknum pelajar pada salah SMA Negeri dan SMPN di Kota Rusa Merauke yang sempat menghebohkan warga beberapa hari lalu, terus ditindaklanjuti Kepolisian Resort Merauke. Selain melakukan pemanggilan terhadap kedua oknum pelajar dalam video mesum yang beredar itu, polisi juga telah melakukan pemeriksaan terhadap pemilik rumah kost yang digunakan oleh sepasang kekasih itu melakukan esek-esek.

Wakapolres Merauke Kompol Sondang RD Siagian, SIK didampingi Kasat Reskrim Iptu Fahrurozi, mengatakan, pemilik rumah kost itu sudah dimintai keterangan. Namun yang bersangkutan mengakui tidak mengetahui kejadian tersebut.
Berdasarkan sumber koran ini menyebutkan, kedua oknum pelajar tersebut dilakukan di salah satu rumah kost di belakang play group, Jalan Sesate-Merauke. Selain melakukan pemeriksaan terhadap pemilik rumah, menurut Wakapolres, pihaknya juga sudah melayangkan surat pemanggilan kepada kedua oknum pelajar yang ada di dalam video itu. Hanya saja, kedua oknum pelajar itu diduga tidak lagi berada di Merauke alias kabur. "Kami sudah panggil tapi sampai sekarang keduanya datang. Kami cek di tempat kediamannya, tidak ada lagi. Kemungkinan, keduanya sudah tidak ada di Merauke atau sudah kabur duluan,"jelas Wakapolres.

Sementara itu, Kepsek SMPN I Merauke Samson Renyut, yang ditemui Cenderawasih Pos saat berada di Pengadilan Negeri Merauke, Senin (1/12), terkait kasus itu mengatakan, pihaknya sudah mengeluarkan anak tersebut dari sekolah. ''Sejak beredar itu, sekolah langsung mengambil sikap mengeluarkan anak itu dari sekolah,"tandasnya.


sumber: http://www.cenderawasihpos.com

Read Post | comments (1)

APBD Kabupaten Merauke 2008 capai 1 Trilyun !!!!

Thursday, 4 December 2008



Anggaran Pendapatan Belanja Daerah Kabupaten Merauke tahun 2008 bakal kembali mencapai Rp 1 triliun, atau tepatnya Rp 1,103 triliun lebih. Ini terungkap dalam pidato Bupati Merauke Drs Johanes Gluba Gebze saat menyampaikan pengantar Nota Perubahan Keuangan Anggaran (ABT) Tahun 2008, pada pembukaan Sidang Paripurna II DPRD Merauke yang digelar, Rabu (8/10) malam.


APBD Kabupaten Merauke sebelum perubahan ditetapkan sebesar Rp 920 miliar lebih, sehingga dengan perubahan itu terjadi penambahan pundi-pundi APBD Kabupaten Merauke sebesar Rp 182 miliar lebih. Menurut Bupati Gebze, penambahan itu diperoleh dari PAD, dana perimbangan dan pendapatan lainnya yang sah. ‘’Sehingga APBD Kabupaten Merauke Tahun 2008 direncanakan sebesar Rp 1,103 triliun lebih,’’ kata Bupati Gebze.

Jumlah tersebut, merupakan yang terbesar sepanjang sejarah pemerintahan Kabupaten Merauke dan bisa terus meningkat jika sumber-sumber pendapatan yang ada di daerah itu terus digali secara efektif. Tahun 2007 lalu, APBD Kabupaten Merauke setelah perubahan juga mencapai Rp 1 T atau tepatnya Rp 1,002 triliun.

Sidang Paripurna yang dibuka langsung Ketua DPRD Merauke Daniel Walinaulik dan dihadiri 21 dari 25 Anggota DPRD Merauke itu, akan membahas 8 Rancangan Perda yakni Raperda Perubahan APBD 2008, Raperda Laporan Pertanggungjawaban APBD Tahun 2007, Raperda Laporan Keterangan Pertanggungjawaban Bupati APBD tahun 2007 dan 5 Raperda Non APBD terkait PP Nomor 41 tentang kelembagaan di lingkup Pemkab Merauke.

Untuk APBD 2008, kata Bupati Gebze, diarahkan untuk membiayai beberapa bidang strategis yakni bidang pendidikan, kesehatan, pemberdayaan ekonomi kerakyatan dan pembangunan infrastruktur dasar.

Kebijakan itu, terkait dengan rencana kerja pemerintah pusat tahun 2008 tentang prioritas kebijakan yang meliputi peningkatan investasi, eksport dan kesempatan kerja, revitalisasi pertanian dan pembangunan pedesaan, percepatan pembangunan infrastruktur dan pengolahan energi.

Peningkatan akses dan kualitas pendidikan dan kesehatan, penanggulangan kemiskinan, pemberantasan korupsi dan percepatan pelaksanaan reformasi birokrasi. Kebijakan itu, sambung Bupati Gebze, dipertegas dengan amanat UU Otsus Provinsi Papua Nomor 21 Tahun 2001 serta Inpres Nomor 5 tahun 2007 tentang Percepatan Pembangunan Provinsi Papua yang fokus pada beberapa prioritas pembangunan yaitu pemantapan ketahanan pangan dan pengurangan kemiskinan, peningkatan kualitas penyelenggaraan pendidikan, peningkatan kualitas pendidikan, peningkatan insfrastruktur dasar dan perlakun khusus bagi pengembangan sumber daya manusia putra-putri asli Papua. (ulo)

(sumber: cepos)

Read Post | comments

Lelang Ukiran Asmat Hasilkan Rp1,5 Milyar (Woow)



Nilai transaksi lelang hasil ukiran seniman Asmat saat Pesta Budaya Ke-25 di Agats, Ibukota Asmat, Papua mencapai Rp 1,518 miliar. Angka ini mencakup total 227 ukiran kategori panel, patung besar/kecil, dan cerita.

Tahun ini lelang ukiran ini diikuti 230 pengukir berpengalaman di tujuh distrik setempat. Ketua Panitia Pesta Budaya Asmat Ke-25, Erick Sarkol, Senin (13/10) di Agats, mengatakan pencapaian nilai lelang ini lebih tinggi dibandingkan kegiatan serupa tahun-tahun lalu. Namun, ia tidak ingat jumlah nominalnya.

Pada tahun ini pula, harga lelang tertinggi pun terpecahkan. Hasil karya wow ipits Yohanis Tuanman (Kampung Ats) dan Yeremias Yampak (Kampung Ambisu) ini masing-masing dihargai Rp30 juta. Karya Yohanis menarik perhatian pemenang lelang, Bupati Merauke John Gluba Gebze. Sedangkan karya Yeremias dimenangkan Bupati Asmat.

Read Post | comments

LION Air mo masuk Merauke !!! (HOT)

Lion pu pesawat yang akan terbang di Merauke... Katanya looh

Perusahaan penerbangan Lion Air berencana membeli 20 unit pesawat angkut ringan dari produsen pesawat asal Perancis, ATR, untuk melayani rute-rute perintis, baik di wilayah barat maupun wilayah timur Indonesia.

Direktur Utama PT Lion Air Rusdi Kirana di sela-sela Pameran Pertahanan dan Dirgantara Indonesia 2008 di Jakarta, Rabu (18/11), mengatakan, sebanyak 20 unit pesawat itu akan diserahkan penggunanya oleh Wings Air, anak perusahaannya."Kedatangan ke-20 unit pesawat itu akan dilakukan secara bertahap setiap tahun. Pesawat pertama direncanakan tiba di Indonesia pada Juni 2009," katanya.

Keduapuluh pesawat itu akan melayani rute-rute perintis, antara lain tujuan Lhokseumawe, Toli-toli, dan Merauke."Masing-masing pesawat memiliki kapasitas sekitar 70 kursi dan ini merupakan jenis pesawat terbaru yang dikeluarkan pihak ATR. Selama ini sudah banyak produk ATR yang kami pakai, tetapi bukan produksi terbaru dari pabrik," ujarnya.

Kesepakatan pembelian 20 unit pesawat angkut ringan itu dituangkan dalam nota kesepahaman antara pihak Lion Air dan ATR di stand Lion Air di Pameran Pertahanan dan Dirgantara Indonesia.Penandatangan dilakukan Dirut PT Lion Air Rusdi Kirana dan Wakil Direktur Pemasaran ATR Jacques Desbarats disakasikan Wakil Presiden Jusuf Kalla.

Read Post | comments (1)

XL su masuk Merauke , Tinggal Internet Broadband Kapan Kah !!!! (Good News)

PT Excelcomindo Pratama (XL) akhirnya mampu menembus Provinsi Papua. XL memulai layanan bisnis telekomunikasinya di provinsi tertimur Indonesia tersebut setelah secara resmi memfungsikan 15 base transceiver station (BTS) atau stasiun pemancar diprovinsi itu, Rabu (20/8). Sebenarnya, XL telah beroperasi di Papua sejak Desember 2007 lalu saat izin operasi dikeluarkan. Namun, secara resminya baru dipublikasikan pada Rabu ini. XL Perlu menunggu selama 12 tahun untuk bisa menembus Papua. Dengan 15 BTS tersebut, kini XL telah mengoperasikan 14.000 BTS mulai Nanggroe Aceh Darussalam (NAD) hingga Papua yang meliputi Jayapura, Manokwari, Sorong, Timika, Biak dan Merauke.

Peresmian pembukaan XL di Papua tersebut ditandai dengan telekonferensi Menteri Komunikasi dan Informasi M Nuh DEA dari Jakarta dengan masyarakat di Papua. Dalam kesempatan tersebut, Menkominfo sempat menanyakan kondisi terkini masyarakat Papua, terutama soal pendidikan.

Sementara Direktur Komersial XL, Joy Wahyuddin pada kesempatan tersebut mengatakan, setelah ada 15 BTS dan satu Base Station Center (BSC), dalam waktu tidak lama lagi XL segera mengintegrasikan 11 BTS lagi dan meletakkan mobile switching center (MSC) untuk menambah pelayanan bagi masyarakat Papua.

Untuk menggelar layanan di Papua, XL masih menggunakan satelit sebagai sarana utama penghubung dengan jaringan di wilayah Indonesia. Koneksi menggunakan jaringan fiber backbone telah dilakukan pada jaringan mulai dari Makassar. Untuk sementara, jelas Joy, XL menargetkan mampu merangkul sebanyak 20.000 pelanggan yaitu 15.000 pelanggan di Jayapura dan 5.000 di Sorong.

From : Kompas

Read Post | comments

Infrastruktur Merauke Dijadikan Daya Pikat !!!!

Pelabuhan Kota Merauke

Menteri Pertajian Anton Apriyantono mengatakan untuk menarik minat investor menanamkan modalnya di Merauke, pemerintah akan membangun infrastruktur utama di daerah ini. "Misalnya saja jalan raya antar daerah, kita yang bangun. Tetapi kalau jalan-jalan untuk mendukung operasi perusahaan ya swasta lah yang akan membangun," kata Mentan, di Gedung Deptan, Jakarta, Selasa (12/8/2008).

Konsep pembangunan infrastruktur seperti ini, kata Mentan, tidak hanya berlaku di Merauke saja, tetapi juga untuk daerah lain di seluruh Indonesia. "Pokoknya kita akan bangun bersama-sama," ujar Anton. Minat investor menanamkan modalnya di Merauke tidak hanya dari Saudi Binladin Group saja. Sebelumnya ada investor asal Qatar, Dubai dan Oman berminat menanamkan modalnya di bidang agroindustri di Indonesia terutama di Provinsi Papua.

"Makanya tadi saya katakan kepada mereka bahwa bukan saja kalian saja yang berminat melakukan investasi di bidang agro di sini tetapi Qatar juga. Bahkan Dubai sudah pernah bertemu dengan tim Menteri Pertanian di sini, dan dari Oman juga pernah ke sini. Jadi siapa yang lebih cepat dan sudah menentukan sikap akan mendapatkan lahan yang baik," papar Alwi.

Kabupaten Merauke diusulkan menjadi proyek terintegrasi antara pemenuhan bahan pangan dan bahan enerji yang disebut Merauke Integrated Food and Energy Estate (MIFEE). Proyek ini merupakan bagian dari usaha kabupaten untuk menjadi pusat pangan nasional di daerah Timur Indonesia khususnya menyediakan pangan bagi Provinsi Papua, Papua Barat, Maluku Utara pada 2010.

Dari Detiknews

Read Post | comments

PEMKAB BERUPAYA BANDARA MERAUKE NAIK KELAS !!!!

Upaya keras tengah dilakukan Pemkab Merauke dan pengelola Bandara Mopah Merauke, untuk menaikkan status dari bandara kelas II menjadi kelas I. Diharapkan pula, ketika kenaikan kelas tercapai, bandara tersebut bisa difungsikan sebagai bandara internasional yang melayani penerbangan ke Papua Nugini (PNG) dan Australia.

Kepala Bandara Mopah Merauke Herson mengatakan, salah satu upaya yang dilakukan untuk menaikkan status bandara tersebut, adalah memperpanjang landasan pacu (runway) dari 1850 meter menjadi 2250 meter. Dia mengaku optimistis, Desember mendatang, proyek tersebut akan selesai dikerjakan. ”Sekarang, penggarapannya memasuki tahap penimbunan lahan. Insya Allah, Desember sudah bisa dipakai,” jelas Herson saat dihubungi Selasa (8/4).

Dipaparkan Herson, proyek tersebut diprediksi akan menghabiskan dana sekitar Rp 24 miliar. Rinciannya, Rp 17 miliar untuk biaya konstruksi dan Rp 7 miliar untuk penimbunan lahan. Jumlah itu sendiri, lanjutnya, tidak termasuk biaya pembebasan lahan sebesar Rp 50,6 miliar.
”Untuk pembebasan lahan, pembiayaannya ditanggung Pemkab Merauke. Dephub juga bantu. Alhamdulillah, selama ini usulan yang kita ajukan selalu direspons baik, tidak pernah ada masalah. Tahun 2005, kita dapat Rp 1 miliar. Lalu kedua, 2006, Rp 2,9 miliar. Tahun 2007, kosong. Tahun 2008 ini kita dapat bantuan dari Pemkab Merauke,” katanya. ”Tahun depan, akan kita lakukan penambahan 200 meter lagi. Targetnya, Desember 2009 selesai. Pemkab Merauke akan kasih dana lagi Rp 14 miliar. Total bantuan Pemkab mencapai Rp 65 miliar,” sambung Herson.

Selain melakukan penambahan landasan pacu, Herson menambahkan, pihaknya juga tengah menyiapkan proyek lanjutan pemagaran keliling areal bandara sepanjang hampir 8000 meter. ”Saat ini, pagar yang sudah terpasang sekitar 900-an meter. Masih 7000 meter lebih pagar yang kita butuhkan utuk mengelilingi bandara. Apalagi, ada penambahahan runway,” jelasnya. Pada pemagaran tahap pertama, paparnya, telah dihabiskan dana hingga Rp 1 miliar lebih dengan harga per meter pagar sebesar Rp 1,2 juta. Proses pemagaran lanjutan, kata Herson, akan dilakukan mulai tahun depan.

Saat ini, proses tender untuk proyek tersebut tengah dilakukan. Total dana yang dibutuhkan untuk keperluan tersebut diperkirakan mencapai Rp 10,5 miliar, dengan asumsi harga pagar per meter sebesar Rp 1,5 juta.
”Biayanya memang lebih tinggi dari sebelumnya, karena harga baja naik. Kita berharap, mudah-mudahan tidak ada lagi sapi yang nyelonong masuk ke areal bandara. Masyarakat juga sudah kita edukasi dan mengerti. Sekarang pun, mereka tidak lagi menggembalakan ternak di areal bandara,” kata Herson.

Seiring dengan perbaikan infrastruktur, Herson optimistis pihaknya bisa meningkatkan pendapatan negara bukan pajak (PNBP) hingga Rp 1 miliar. Karena, kata dia, dengan kian meningkatnya kapasitas bandara, penerbangan di Bandara Mopah pun bisa dioptimalkan. Dengan perpanjangan itu, lanjut Herson, landasan bandara sudah dapat didarati pesawat Boeing 737 seri 400 secara full dan penumpang yang maksimal.

Saat ini, bandara tersebut telah rutin melayani penerbangan komersil multiflight dengan pesawat Boeing 737-300 hasil kerja sama operasi (KSO) Pemkab Merauke dan Merpati. Rute yang dilayani adalah Merauke-Jakarta (Jayapura-Timika-Makassar) dan Jakarta-Merauke (Makassar-Biak-Jayapura).
”Asumsi dengan target seperti itu adalah kenaikan kelas, sehingga kita bisa melakukan pengembangan-pengembangan. Akan ada ekses pengembangan secara makro perekonomian di sekitar bandara. Baik dinas pariwisata maupun dinas lain bisa ikut andil,” katanya. Dia berharap, dengan meningkatnya fasilitas infrastruktur, Bandara Mopah bisa dipersiapkan kembali menjadi bandara internasional, dengan membuka akses penerbangan dan dan menuju negara tetangga seperti PNG dan Australia. Tentunya, imbuh Herson, itu akan dijalankan setelah penyempurnaan standarisasi operasi bandara dilakukan.
”Dengan fasilitas bandara yang jauh lebih baik dan standarisasi operasi bandara sudah cukup, kita akan bisa menarik investor dari PNG dan Australia masuk ke Mopah Merauke, yang lebih dekat dari Kupang maupun Jakarta,” pungkasnya.

Dephub Mendukung

Dihubungi terpisah, Direktur Jenderal Perhubungan Udara Departemen Perhubungan Budhi Mulyawan Suyitno mengatakan keinginan untuk menaikkan kelas Bandara Mopah Merauke tersebut bisa terelasisasi namun semua persyaratan kelengkapan standar bandara internasional harus terpenuhi. Kelengkapan tersebut antara lain custom (Bea dan Cukai), imigrasi dan karantina juga harus ada, termasuk lapangan terbangnya juga harus standar internasional. “Masih banyak yang yang harus disempurnakan,” ujarnya Selasa (8/4). Budhi sendiri memuji hubungan baik yang berhasil dibina pihak bandara dan Pemkab Merauke selama ini. Jika melihat letak geografi Kabupaten Merauke, menurutnya, Bandara Mopah terbilang strategis untuk melayani penerbangan ke PNG maupun Australia. ”Prinsipnya, kita (Dephub) akan mendukung penuh. Tapi tetap harus mengikuti hukum ekonomi. Supply and demand-nya harus diperhatikan. Kalau tidak ada demand, siapa yang mau?” tandasnya. (DIP)
Read Post | comments

Harga Sayuran Lokal di Merauke Stabil !!! (Good News)

Becak (tukang sayur)

Harga beberapa jenis sayuran lokal di pasar tradisional Merauke, Papua Rabu stabil, karena menurut kalangan pedagang persediaan cukup begitu juga pasokan lancar.

Berikut rincian harga selengkapnya sbb :
-------------------------------------------------------------                              
Harga (Rp/kg/tp)
J e n i s 19/11 12/11 5/11
-------------------------------------------------------------
Cabe campuran 30.000 30.000 30.000
Cabe rawit 30.000 30.000 30.000
Cabe merah besar 10.000 10.000 10.000
Cabe hijau 10.000 10.000 10.000
Tomat 20.000 20.000 20.000
K o l 15.000 15.000 15.000
Bawang merah lokal 30.000 30.000 30.000
bawang putih anpu 15.000 15.000 15.000
Ketimung 10.000 10.000 10.000
kacang panjang 3.000 3.000 3.000
Daun pepaya muda 5.000 5.000 5.000
Daun singkong 5.000 5.000 5.000
Kangkung cabut 3.000 3.000 3.000
buncis 10.000 10.000 10.000
Kentang anpu 12.000 12.000 12.000
Wortel 8.000 8.000 8.000
Bayam cabut 5.000 5.000 5.000
Bayam merah 5.000 5.000 5.000
Teron 5.000 5.000 5.000
Daun gedi 3.000 3.000 3.000
Jagung muda 3.000 3.000 3.000
Buah pepaya muda 5.000 5.000 5.000
Patei 5.000 5.000 5.000 hehehe
-------------------------------------------------------------
(ANT).


Untuk ibu - ibu yang mau belanja, harap harga dicatat...

Read Post | comments

Wartawan di Merauke Ajak Warga Peduli Bahaya HIV/AIDS



Merauke, Jika selama ini kepedulian wartawan di Merauke terhadap masalah HIV/AIDS di Merauke telah dituangkan dalam tulisan baik menyangkut informasi perkembangan HIV/AIDS, cara penularan, bahaya maupun mengajak masyarakat untuk peduli, maka kali ini, dilakukan dengan cara yang berbeda, yakni dengan turun langsung ke lapangan, membagi-bagikan selebaran dan mengajak warga untuk peduli bahaya HIV/AIDS tersebut.

Ajakan moral itu dilakukan karena, instan pers ini prihatin dengan jumlah penderita HIV/AIDS di Merauke sesuai data resmi yang dikeluarkan Dinas Kesehatan Merauke tercatat 1000 lebih (Cepos terbitan 7/11 Halaman Lintas Papua).

Aksi turun jalan itu dilakukan wartawan yang menamakan diri Pers Titik Nol itu dilakukan, Sabtu (8/11), dipusatkan di traffic light Pertigaan Jalan Raya Mandala-Parakomando Merauke, mulai pukul 09.00 WIT. Insan pers yang ikut dalam aksi itu yakni wartawan Cenderawasih Pos, Papua Pos, Papua Selatan Pos, Arafura News, mingguan Papua Fokus, mingguan Musamus dan koresponden Top TV. Turut pula dalam aksi tersebut Puteri Papua 2007 dan Puteri Merauke 2008.

Bagian Publikasi Pers Titik Nol, Gonsales, mengatakan aksi yang dilakukan ini sebagai komitmen bersama yang dilakukan wartawan di Merauke untuk memerangi kasus HIV/AIDS yang terus membahayakan masyarakat di Kabupaten Merauke. ‘’Kita tidak punya obat yang dapat penyembuhnya kepada siapapun yang sudah terinveksi. Kita hanya bisa melakukan melalui seruan moral seperti ini,’’ jelasnya. Wartawan di Merauke berharap, dengan ajakan moral seperti ini, warga yang menerima seruan moral juga punya komitmen untuk lebih peduli dan memerangi penyebaran HIV/AIDS di Merauke. ‘’Kalau kita wartawan sudah punya komitmen seperti ini, kita harap yang lain juga punya kepedulian sehingga kita sama-sama memerangi penyakit ini di Tanah Anim-Ha,’’ harapnya. Ditempat sama, Koordinator Pers Titik Nol Jerry Omonah, mengungkapkan, selain aksi tersebut aksi selanjutnya yang akan dilakukan adalah dengan membagi-bagikan kondom pada tempat-tempat beresiko. ‘’Kegiatan ini tidak hanya sekali saja, tapi akan ada beberapa kegiatan yang akan dilakukan dan tidak hanya sekali saja tapi terus berlanjut,’’ terangnya.

Sementara itu, Putri Papua 2007 Christy Angel Yawarika, memberikan apresiasi atas kegiatan yang dilakukan para wartawan ini karena menurutnya sangat bagus dan berharap kegiatan seperti ini tidak hanya sekali saja dalam rangka Hari AIDS Sedunia 1 Desember mendatang tapi dapat berlanjut. ‘’Kita harap dengan seruan moral seperti ini, kita masyarakat Merauke semakin sadar bahwa kita mempunyai tanggung jawab bersama dalam memerangi bahaya HIV/AIDS yang sedang mengancam kehidupan kita,’’ harapnya. (ulo)

(sumber: cepos)



Read Post | comments

MEDCO merambah Kabupaten Merauke (Woow)

Chaiman Medco Foundation Arifin Panigoro menyerahkan benih padi System of Rice Intensification kepada petani di Kabupaten Merauke, Papua, Senin (26/11) di Merauke. SRI Organik ini mampu mencapai produktivitas 8-12 ton per hektar per musim tanam, dibandingkan benih padi konvensional.

Perusahaan minyak dan gas Medco Group memperkenalkan pengolahan sawah yang menggunakan sistem intensifikasi yang disebut System of Rice Intensification (SRI), kepada masyarakat Kabupaten Merauke, Papua.

Menggunakan sistem hemat air dan bibit padi unggulan, petani diharapkan memperoleh hasil panen 30 persen lebih banyak dibandingkan pola konvensional. Sistem ini pun mampu menghemat air hingga 60 persen dari kebutuhan sawah biasa. Dan karena itu, sistem ini tidak akan mengenal krisis air saat kemarau seperti yang terjadi pada akhir 2006 dan awal 2007.

Pengenalan terhadap padi SRI tersebut, dilakukan pendiri Yayasan Medco sekaligus Ketua Dewan Penasihat Medco Group Arifin Panigoro dan Menteri Kehutanan MS Kaban, Senin (26/11) di Merauke. Bupati Merauke Johanes Gluba Gebze menyatakan dukungan terhadap usaha Medco Foundation dalam pengembangan padi SRI organik di wilayahya. "Kami telah menggodok konsep pengembangan Merauke Integrated Rice Estate (MIRE), sebagai dukungan terhadap pengembangan padi organik. Dalam sistem tersebut, diajarkan pula cara bercocok tanam, pemanfaatan limbah padi, hingga pengolahan pupuk organik, dan limbah," kata Johanes.

Dengan luas lahan yang ditawarkan hingga 1,9 juta hektar, kata Johanes, Merauke merupakan masa depan cadangan untuk masa depan. "Kami yakin dengan dukungan Merauke, maka Indonesia dapat swasembada pangan," kata dia.

Wijajanto dari Medco Foundation mengatakan, penanaman sistem SRI pada tahap awal dilakukan di lahan 20 hektar di kawasan Tanah Miring. "Niat Medco untuk memperkenalkan padi SRI ini, dilengkapi dengan proposal MIRE dari Kabupaten Merauke yang menawarkan lahan seluas 1,2 juta hektar," kata Wijajanto.

Medco Foundation berkeinginan mengembangkan persawahan dengan sistem SRI, dengan konsep kemitraan dengan petani dan perbankan di lahan 10.000 hektar dengan anggaran Rp 100 miliar. Selain di Merauke, dikembangkan pula sistem ini di Jawa Barat, Aceh, Bali, Kalimantan Tengah, dan Nusa Tenggara. Sistem SRI pertama ditemukan seorang pastor dan beberapa petani di Madagaskar. Sistem ini kemudian dipelajari tim Harvard University yang dipimpin Profesor Norman Uphoff. Setelah itu, SRI dikembangkan juga di India dan Sri Lanka.

Uphoff memperkenalkan sistem ini ke Pusat Studi Pembangunan Institut Pertanian Bogor. Pengembangan SRI pertama di Indonesia dilakukan di Tasikmalaya, Jawa Barat.

(From Kompas)

Read Post | comments (1)

Investor Arab masuk ke Merauke (Good News)




Panen padi di Tanah Miring

SEBUAH konsorsium yang terdiri dari 15 investor Aran Saudi dikabarkan akan mengambil bagian dalam pembukaan lahan pertanian di Merauke Integrated Rice Estate, Meraukue, Papua. Para investor itu seperti diberitakan oleh The Jakarta Post akan menginvestasikan Rp 600 miliar. Sekretaris Jenderal Departemen Pertanian Hasanuddin Ibrahim mengatakan, masing-masing investor akan membuka lahan antara 5 ribu hingga 10 ribu hectare di Merauke. “Untuk membuka setiap lahan, investor membutuhkan biaya Rpv8 juta- Rp 10 juta per hektare.

Maka untuk satu investor saja dibutuhkan dana sekitar Rp 40 miliar untuk membuka lahan 5 ribu hektar,' kata Hasanuddin usai meneken kesepakatan dengan Bulog di Jakarta, minggu lalu. Apa yang disebut sebagai Merauke Integrated Rice Estate adalah semacam program yang akan menyulap Merauke menjadi lumbung pertanian di Papua. Di dalamnya termasuk pertanian padi untuk memenuhi pasokan pangan di Indonesia bagian timur. Pemerintah menyediakan tak kurang dari 1,6 juta hektar untk keperluan tersebut. Investasi yang akan ditanam di wilayah itu juga mencakup pembangunan jalan raya sepanjang 700 kilometer, 1.500 kilometer jalan yang akan menghubungkan jalan-jalan di Papua Barat, tiga pelabuhan dan sistem irigasi. Semua proyek itu direncanakan atau diharapkan bisa dimulai pada akhir tahun ini.
Read Post | comments

Pemerintah Pusat Diminta Percepat Pembangunan Radar Merauke !!!!



Bupati Merauke Drs Jhon Gluba Gebze meminta pemerintah pusat agar mempercepat proses pembangunan radar di daerah ini guna memantau aktivitas lalu lintas udara.

“Pemerintah pusat hendaknya lebih memprioritaskan pembangunan radar karena seringkali masyarakat melihat dan mendengar pesawat asing melintas di atas wilayah Merauke,” kata Bupati Gebze kepada ANTARA di Merauke, Selasa [23/09]. Diakuinya, kasus pesawat jenis V-68 yang masuk tanpa memiliki surat-surat resmi merupakan salah satu contoh dimana baik pesawat, crew maupun penumpang berani mendarat tanpa dilengkapi surat izin.

Saat perang kemerdekaan RI merebut Irian Barat (kini Papua), Belanda membangun radar di Pulau Kimaam sehingga mereka mengetahui kehadiran kapal-kapal perang RI yang akhirnya menenggelamkan kapal tersebut bersama Komodor Yos Sudarso, ungkap Bupati Gebse yang mengaku saat itu sudah duduk di kelas tiga sekolah dasar. Menurutnya, dengan dipasangnya radar maka diharapkan pergerakan lalu lintas udara dapat cepat diketahui dan pesawat-pesawat asing tidak lagi berani melintas tanpa pemberitahuan terlebih dahulu.

Beberapa warga kota Merauke yang ditanyai ANTARA secara terpisah mengaku saat malam tiba mereka sering mendengar suara pesawat yang terbang cukup rendah. “Pada malam hari, kami tidak hanya mendengar tetapi bahkan bisa melihat lampu-lampu bewarna merah yang berada di langit,”ungkap mereka serentak.

Sementara itu Dan Lanud Merauke, Letkol (P) M Somin yang dihubungi secara terpisah mengatakan,kemungkinan penyelesaian pembangunan radar di Merauke pada tahun 2010.

Radar yang dibangun sekitar 4-5 KM ujung run way bandara Mopah Merauke itu diharapkan dapat mendeteksi lalu lintas udara yang melintas wilayah bagian selatan Indonesia, kata Dan Lanud Merauke Letkol (P) M.Somin.

Read Post | comments
 
© Copyright RadarMerauke.com | Portal Berita Merauke @Since 2008 - 2013 - Some rights reserved | Powered by Blogger.com.
Template Design by Owner Template | Published by Owner Template and Owner
WWW.RADARMERAUKE.COM - PORTAL BERITA MERAUKE
( www.radarmerauke.me | www.radarmerauke.asia | Email : radarmerauke@gmail.com | radarmerauke@yahoo.com )

Radar Merauke menyajikan informasi terkini tentang berbagai peristiwa yang terjadi di kota Merauke dan wilayah Papua Selatan umumnya. Copyright berita dalam site ini milik pemilik berita: Kompas, Bintang Papua, Cenderawasihpos, Tabloid Jubi, Jaringan Pasificpost, Infopublik, suluhpapua, Jaringan JPNN dll. Radar Merauke adalah web personal yang merangkum berita dari berbagai media.