Radar Merauke menyajikan informasi terkini tentang berbagai peristiwa yang terjadi di kota Merauke dan wilayah Papua Selatan umumnya.
UPDATE!! Berita di Radar Merauke dapat dibaca langsung lewat Smartphone Android! Baca fiturnya DISINI atau Download aplikasinya disini : LINK Download Android RadarMeraukeCom.APK !!! Baca berita Via Opera Mini Atau Browser Handphone (Blackberry/Iphone/Symbian) : http://www.radarmerauke.com/?m=1 .

Popular Posts

Showing posts with label Berita Merauke. Show all posts
Showing posts with label Berita Merauke. Show all posts

Ribuan Pelamar Berebut Kursi PNS Pemkab Merauke

Wednesday, 6 November 2013



MERAUKE - Ribuan pelamar umum, dan tenaga Honorer Kategori II Pemerintah Kabupaten Merauke mengikuti tes Calon Pegawai Negeri Sipil Daerah (CPNSD) yang digelar gedung di sejumlah di Kabupaten Merauke, Senin (4/11).

Jumlah peserta yang mengikuti testing CPNSD kemarin untuk tingkat SMA/SMK sebanyak 782 orang, D3/S1 720 orang, medis 294, tenaga guru 275 dan honorer sebanyak 935 orang.

Dari pantauan Bintang Papua, pelaksanaan ujian dipantau langsung oleh Bupati Merauke, Romanus Mbaraka, sekaligus memberikan arahan.

Dalam arahan singkatnya, Romanus meminta kepada para peserta untuk mengerjakan soal-soal ujian dengan baik yang dibagikan panitia, karena jumlah yang mengikuti testing mencapai ribuan orang, sementara kuotanya sangat terbatas.




“Ya, siapa yang mengerjakan soal dengan baik dan benar, tentunya dia mempunyai peluang besar untuk lulus,” kata Romanus menyemangati para peserta.

Sementara itu salah satu peserta dari tenaga honorer yang enggan disebutkan namanya, mengaku sudah mengikuti testing CPNSD sebanyak tiga kali. Ia berharap testing tahun ini bisa meloloskannya sebagai CPNS mengingat hampir 10 tahun ia mengabdi sebagai honorer.

“Mudah-mudahan tahun ini rejeki saya bisa jadi CPNS,” harapnya.

Di bagian lainnya Anggota Komisi A Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Merauke, Antonius Omogio Kahol berharap agar pemerintah setempat memberikan perhatian besar terhadap putra-putri Marind sebagai warga asli Papua yang mengikuti testing CPNS. Alasan Kahol, karena banyak yang telah menyelesaikan studi, namun belum mendapatkan lapangan pekerjaan.

“Saya meminta agar kuota bagi anak-anak Marind 75 persen. Ini juga sebagai persiapan untuk pemekaran Kota Merauke maupun Provinsi Papua Selatan (PPS) dalam waktu yang tidak terlalu lama lagi. Disamping itu, tenaga honorer yang sudah lama mengabdikan diri, agar diberikan perhatian secara khusus,” ucapnya. (Lea/achi/lo1)
Read Post | comments (1)

Kantor Yasanto Dibobol Maling, Uang Tunai Tiga Juta Rupiah Raib



MERAUKE - Kasus pencurian kembali terjadi di Kabupaten Merauke, kali ini Kantor Yayasan Santo Antonius (Yasanto) yang beralamat di Jalan Martadinata, Merauke menjadi sasaran empuk beraksinya pencurian tersebut.

Dari kejadian itu, maling yang belum terindentifikasi berhasil menggasak uang tunai sebesar tiga juta rupiah.

Kapolres Merauke AKBP Patrige Renwarin melalui Kabag Ops AKP Muhsin Ningkeula membenarkan kejadian tersebut. Dikatakan Muhsin, peristiwa itu terjadi Sabtu (2/11) dini hari. Saat itu, pelapor atas nama Antonius menerima telepon dari saksi Damianus Yamlen bahwa telah terjadi pencurian di kantor Yasanto. Tak berapa lama pelapor langsung menju ke kantor, dan melihat pintu samping kantor sudah dalam kondisi terbuka akibat dibobol secara paksa. Selain pintu samping, enam buah pintu dalam ruangan juga mengalami kondisi yang sama.

“Jadi setelah berhasil merusaki pintu samping dan dalam. Kemudian si maling menggunakan gurinda listrik untuk membuka brankas dan mengambil uang tunai yang didalamnya ada Rp3 juta,” kata Muhsin kepada wartawan, Senin (4/11).

Pelapor juga melaporkan bahwa maling berhasil masuk ke ruangan lainnya yang terletak di belakang kantor dengan cara mecongkel kaca loper dan empat unit pintu di ruangan tersebut. Namun tidak ada barang-barang berharga yang diambil dari dalam kantor itu, hanya kerugian material yang diperkirakan mencapai delapan juta rupiah lebih. “Saat ini kami sedang melakukan penyelidikan dengan melakukan olah TKP. Dari hasil (Olah TKP) maka akan kami kembangkan,” akunya pelapor dan saksi akan dimintai keterangan ihwal kasus tersebut. (Lea/achi/lo1)
Read Post | comments (1)

Provinsi Papua Selatan Sudah Dalam Genggaman

Wednesday, 30 October 2013







Anggota Komisi II DPR-RI, Agustina Basik-Basik. (Jubi/Ans)

Merauke – Anggota Komisi II Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI, Agustina Basik Basik mengatakan, Kota Merauke dan Provinsi Papua Selatan (PPS) sudah dalam genggaman, setelah adanya paripurna di senayan pada tanggal 24 Oktober 2013 lalu dan menghasilkan Rancangan Undang-Undang (RUU) terhadap pemekaran 65 daerah otonom baru (DOB), termasuk di Provinsi Papua dan Papua Barat.
Menurut Agustina, khusus di Papua, terdapat 33 kabupaten/kota dan provinsi yang telah diparipurnakan dan masuk dalam RUU. “Dua diantaranya adalah pemekaran Kota Merauke dan Provinsi Papua Selatan,” katanya saat ditemui tabloidjubi.com di Lapangan Pemda Merauke, Merauke, Senin (28/10).
Meskipun telah adanya RUU pemekaran daerah otonom, namun ini baru sepertiga perjalanan. Masih ada dua pertiga langkah lagi yang perlu ditempuh. ”Namun, sudah masuk dalam genggaman. Kita berdoa agar semua dapat berjalan dengan lancar. Sehingga pada tahun 2014 mendatang, ditetapkan menjadi undang-undang,” pintanya.

RUU yang ada, kata Agustina, akan dikirim oleh pimpinan DPR-RI kepada Presiden RI. Setelah diterima presiden, nantinya dalam 30-40 hari, dibuatkan Inpres untuk diserahkan kepada Mendagri dan Menteri Keuangan, Menteri Hukum dan HAM agar dibicarakan kembali bersama DPR RI.
Dari pembicaraan itu, katanya, dilanjutkan ke tingkat berikut hingga sampai kepada paripurna untuk ditetapkan menjadi undang-undang. Sesuai dengan Peraturan Pemerintah Nomor 78 tahun 2007, tentunya masih terdapat kekurangan yang harus dilengkapi. Tetapi ada waktu dan kesempatan untuk harus dilengkapi kembali.
Jika sampai pada akhirnya belum ada persyaratan yang belum dilengkapi, maka otomatis dipending. Sedangkan lainnnya tetap jalan sebagaimana biasa. Kuncinya adalah dari sekarang, perlu dilakukan pemantauan secara terus menerus. Sehingga kekurangan yang ada, segera dilengkapi agar dilakukan pembahasan lebih lanjut hingga sampai ditetapkan menjadi undang-undang.
Ketua DPRD Kabupaten Merauke, Leonardus Mahuze mengatakan, sudah lama perjuangan pemekaran Provinsi Papua Selatan dan Kota Merauke. Olehnya, semua komponen agar memberikan dukungan setelah RUU telah disetujui oleh DPR RI beberapa waktu lalu. (Jubi/Ans)
Read Post | comments (1)

Dikcapil Rancang Raperda Kependudukan



MERAUKE - Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dikcapil) Kabupaten Merauke sudah merancang Raperda terkait kependudukan dan catatan sipil, guna diajukan sebagai Peraturan Daerah Kabupaten Merauke kedepan. Raperda dirancang untuk mengatasi masalah mobilitas penduduk yang signifikan dan lainnya.

Kepala Bidang Pendaftaran Penduduk Dikcapil Merauke, Supryanto, mengatakan rancangan dan pembahasan Raperda tersebut teruji dengan beberapa Perda terkait kependudukan di beberapa kabupaten lain. Kurang lebih ada 100 pasal didalamnya, antara lain terkait kriteria tamu dan pendatang, serta sweeping e-KTP.

“Juga kami rancang masalah pengaturan tamu dan pendatang. Kami buat apa itu kriteria tamu dan apa itu pendatang, nanti yang punya kewenangan di lurah itu ada. Kami ada uji beberapa Perda di daerah-daerah lain, kita petik, kita rangkum peraturan itu. Tetapi tidak langsung ambil begitu saja, kita rancang sesuai kondisi kewilayahan kita,” kata Supryanto, kemarin.




Dikatakan, dinas sudah melakukan perekaman kurang lebih bagi 90 ribu warga dan sekitar 78 ribu lebih warga belum dilakukan perekaman. Batas waktu yang diberikan oleh Pusat sampai bulan Oktober ini, tetapi setelah dikoordinasi, diberikan toleransi sampai Desember 2013.

“Masalah sweeping ini, kami juga bahas di dalamnya. Masih ada 78 ribu yang belum kami rekam. Kemarin kami sudah ajukan dalam ABT itu supaya didorong. Berkaitan dengan masalah kamtibmas, kami sangat setuju sekali dengan adanya sweeping KTP. Itu untuk memperkecil, agar ruang pendataan penduduk bisa berjalan baik,” ujarnya.

Ditambahkan, masalah kependudukan merupakan masalah yang rumit, ada warga yang sudah terdata di daerah lain, tetapi mendata lagi di Kabupaten Merauke. Hal tersebut akan mempengaruhi program dan kegiatan pemerintah.

“Kadang orang bilang dia belum pernah didata, padahal kita lacak dia terdata di Makassar, sedang e-KTP nya keluar di Tanah Merah, dia bingung sendiri bagaimana caranya ini,” tandasnya.

Sementara itu, Ketua DPRD Kabupaten Merauke, Leonardus Mahuze mengatakan melalui sidang APBD Perubahan 2013, dewan sudah mendorong usulan perekaman bagi 70 ribu lebih warga yang belum melakukan perekaman e-KTP.

“Kalau lihat dari data tadi, lonjakan atau arus masuk masyarakat atau orang dari luar di kota Merauke ini cukup tinggi. Dibanding dengan yang sebagian kecil yang ada tinggal di kampung-kampung, di distrik. Jadi memang kita harus lebih ketat dalam bagaimana mengawasi keluar masuk orang, kemudian yang ingin pindah tempat memang harus ada aturan yang diperketat,” tandasnya. (lea/achi/lo1)
Read Post | comments (1)

Polres Merauke Minta Dukungan Anggaran



MERAUKE - Menjelang pesta demokrasi Pemilihan Legislatif dan Pemilihan Presiden RI tahun 2014 mendatang, Kepolisian Resor Merauke meminta DPRD Kabupaten Merauke memfasilitasi permohonan dukungan anggaran ke pemerintah daerah.

Hal tersebut disampaikan Kapolres Merauke AKBP Patrige Renwarin kepada Ketua DPRD Merauke Leonardus Mahuze dalam rapat dengar pendapat, belum lama ini.

Dijelaskan Patrige, persiapan menjelang Pileg dan Pilpres di Kabupaten Merauke mulai terasa, sehingga kepolisian perlu mempersiapkan cipta kondisi keamanan sebelum pelaksanaan pesta demokrasi itu. Dan hal itu perlu direspon melalui dukungan anggaran daerah.

“Satu hal baru yang sangat penting perlu kita respon bersama, termasuk saya, bahwa sebentar lagi kita akan memasuki hiruk pikuk pesta demokrasi 2014, bulan April. Saya mau sampaikan ke pimpinan dewan bahwa untuk tolong dukung kami. Itu sudah terkalender secara nasional dan dukungan anggarannya juga sudah terprogram secara nasional, tetapi tidak buton up,” kata Patrige.




Menurutnya, anggaran dari pusat hanya terbatas pada tahapan inti, antara lain kampanye, pencoblosan, masa tenang dan pleno. Sementara kepolisian sejak dini perlu mempersiapkan cipta kondisi aman sebelum pelaksanaan pesta demokrasi.

“Dari sekarang kalau tidak kita ciptakan itu ke depan kita akan mengalami kesulitan. Semboyan lebih baik kita rugi sedikit, dari pada rugi banyak. Banyak pimpinan daerah yang menganggap remeh hal tersebut, dibilang aman, aman. Tetapi ketika kejadian pas meledak, yang tadinya hanya keluar Rp1 M, jadi keluarnya Rp100 M, seperti itu. Itu yang kadang-kadang tidak diperhitungkan baik,” akunya.

Menanggapi hal itu, Ketua DPRD Merauke, Leonardus Mahuze mengatakan jelang pesta demokrasi ke depan itu menjadi tanggung jawab bersama. Semua pihak harus saling membantu karena kepolisian tidak dapat bekerja sendiri.

“Saya kira juga menjadi tanggung jawab kita untuk bagaimana bisa membantu karena Kepolisian tidak bisa bekerja sendiri tanpa Pemda. Jadi, itu tanggung jawab kita bersama,” ungkap Leonardus. (Lea/achi/lo1)
Read Post | comments (2)

Jabatan Danrem 174/Atw Diserahterimakan



Panglima Kodam XVII/Cenderawasih Mayjen TNI Christian Zebua, M.M memimpin serah terima jabatan Komandan Korem 174/ATW DARI Brigjen TNI Edy Rahmayadi kepada Brigjen TNI Bambang Haryanto bertempat di Aula Makorem 174/ATW. Senin, 28/10. (Pendam 17)

Dalam amanatnya, Pangdam mengatakan bahwa tradisi Korps adalah salah satu upaya untuk menanamkan rasa memiliki, mencintai dan bertanggung jawab terhadap keberadaannya di satuan baru. Kondisi inilah yang selalu kita tumbuh kembangkan dalam rangka pembinan personel sebagai generasi penerus Kodam XVII/Cenderawasih. Kepada prajurit yang baru bergabung dalam melaksanakan tugas di daerah ini agar memahami sejarah perjuangan Kodam XVII/Cenderawasih, menghargai budayanya dan memahami pula makna kesatuan organisasi untuk mengoptimalkan kemampuan satuan dalam mendukung tugas pokok Kodam XVII/Cenderawasih.

Pangdam mengingatkan bahwa pergantian pejabat ini hendaknya disikapi dengan baik dan bijaksana serta diikuti tekad yang tinggi untuk meraih prestasi yang lebih baik lagi sesuai dengan fungsi dan tanggung jawab yang diemban. Korem 174/ATW merupakan satuan komando kewilayahan yang memiliki tugas pemberdayaan wilayah pertahanan. Di mana wilayahnya berbatasan langsung dengan negara PNG dan Australia yang memiliki kerawanan terjadinya berbagai persoalan seperti, gangguan kemanan, kriminalitas dan pelanggaran pelintas batas. Mencermati hal itu, Pangdam kembali mengingatkan kepada prajurit Korem 174 untuk tidak larut dalam pola rutinitas kerja biasa, tetapi harus selalu berupaya mengembangkan cara berpikir inovatif, bersikap antisipatif dan senantiasa meningkatkan kemampuan dan profesionalisme.

Keprajuritan melalui belajar dan berlatih secara terrus menerus, yang dilandasi dengan tekad dan semangat juang yang tinggi serta mengamalkan nilai-nilai sapta marga, sumpah prajurit dan delapan wajib TNI secara konsisten. Dengan demikian akan terwujud postur prajurit Korem yang handal dan profesional. Sesuai sengan jati diri TNI, sebagai tentara rakyat, tentara pejuang, tentara nasional dan tentara Profesional.

Turut hadir dalam acara sertijab, Wadan Lantamal XI Kolonel Laut (P) Sunarso, Bupati Merauke Romanus Mbaraka, MT, Wabup Sunarjo, Ketua Pengadilan Anry Laksono, S.H., Kapolres Merauke, Ketua DPRD Merauke beserta tamu undangan lainnya.(IKS)
Read Post | comments (1)

Pertamina Luncurkan Outlet Solar Non Subsidi di Merauke



PT Pertamina (Persero)meluncurkan outlet baru Solar non subsidi di Merauke, Papua untuk memudahkan masyarakat dan instansi pengguna Bahan Bakar Minyak (BBM) non subsidi di kabupaten tersebut.

Peluncuran outlet Solar non subsidi dilakukan oleh VP BBM Retail Pertamina Muhammad Iskandar hari ini di SPBU No.84.99602 Jalan A Yani Nomor 444, Merauke.

Pembukaan outlet yang keempat di Papua ini merupakan bagian dari upaya Pertamina dalam menyediakan BBM non subsidi di sektor retail yang akan lebih memudahkan masyarakat pengguna BBM non subsidi, khususnya di Merauke.

“Outlet ini merupakan yang keempat di Papua, di mana dua outlet lainnya berada di Jayapura dan satu outlet di Mimika. Dengan semakin banyaknya outlet Solar non PSO di Papua, khususnya di Merauke, diharapkan dapat menekan konsumsi Solar bersubsidi di kabupaten ujung Timur Indonesia ini,” ujar Iskandar, Selasa (29/10/2013).

Konsumsi Solar di wilayah Kabupaten Merauke hingga akhir tahun diperkirakan mencapai 18.500 Kiloliter (KL) dari kuota 18.000 KL atau over kuota kurang lebih 2 persen. Saat ini, jumlah kendaraan roda empat di Kabupaten Merauke yang berjumlah 5.365 unit dengan pertumbuhan sebesar 5 persen per tahun, di mana kendaraan angkutan perkebunan merupakan pasar potensial untuk Solar non subsidi.

Pertamina, kata Iskandar, sangat berharap Pemerintah Daerah Kabupaten Merauke dapat bekerjasama dengan Pertamina untuk meningkatkan penjualan BBM Solar non subsidi sekaligus mengurangi penggunaan Solar bersubsidi.

"Pertamina memberikan warna merah pada Solar non subsidi sebagai pembeda secara visual dengan Solar bersubsidi," ungkap Iskandar.
Read Post | comments (1)

BRI Perbaiki Sekolah di Perbatasan Papua


Pemimpin PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk Kantor Cabang Merauke Marnala Edison PS (kiri) memberikan bantuan dana sebesar Rp163,98 juta secara simbolis kepada Kepala Sekolah SD Yayasan Pendidikan Kristen Marinus Boby (kanan) di Distrik Sota, Kabupaten Merauke, Papua Barat, akhir pekan lalu.

MERAUKE – PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BRI), melalui kegiatan tanggung jawab sosial perusahaan atau corporate social responsibility (CSR), menyiapkan anggaran sebesar Rp163,98 juta untuk pembangunan perbaikan sekolah dasar (SD) di wilayah perbatasan Papua dan Papua Nugini.

Pemimpin BRI Kantor Cabang Merauke Marnala Edison PS mengatakan, sekolah yang beruntung memperoleh fasilitas perbaikan dari BRI pusat yaitu SD Yayasan Pendidikan Kristen yang terletak di Distrik Sota, Kabupaten Merauke, Papua Barat. Sekolah ini berada paling dekat dengan wilayah perbatasan antara Distrik Sota dan wilayah Papua Nugini.

”Terus terang saya terkejut, dari BRI pusat memilih SD Yayasan Pendidikan Kristen yang berada di wilayah kantor cabang kami, namun kami bersyukur karena bangunan SD ini rusak parah dan belum mendapat perhatian oleh pemerintah setempat,” kata Marnala usai menghadiri acara Pesta Rakyat BRI Simpedes di Lapangan Mandala, Merauke, Papua Barat, akhir pekan lalu.

Dia berharap, dengan adanya pemberian bantuan ini, siswa dan siswi yang duduk belajar di SD Yayasan Pendidikan Kristen akan lebih semangat dan termotivasi lagi, karena memiliki fasilitas bangunan yang telah diperbarui. Marnala juga berharap, masyarakat Merauke lebih mengenal fungsi dan pelayanan yang diberikan oleh BRI didaerah tersebut.

”Harapannya, ke depan masyarakat khususnya di wilayah Merauke bisa semakin cinta dengan BRI, mereka akan membandingkan antara Bank Rakyat Indonesia dengan bank lain. Karena, hanya BRI yang memberi bantuan langsung kepada rakyat, termasuk bantuan kepada guru,” ungkap dia.

Selain memberikan bantuan renovasi sekolah dan sarana pendukung pendidikan seperti meja dan bangku dengan total anggaran yang berasal dari dana bina lingkungan sebesar Rp163,98 juta, BRI kantor pusat juga memberikan dua buah sepeda motor bagi dua guru teladan di SD tersebut. Sebagai informasi, BRI pada tahun ini menyiapkan anggaran sebesar Rp1,41 miliar untuk renovasi sekolah di tiga wilayah.

Ketiga wilayah tersebut yaitu di SDN 12 Entikong, Dusun Entikong Kabupaten Sanggau, Kalimantan Barat. Perseroan menyiapkan anggaran sebesar Rp857,25 juta untuk perbaikan sekolah, sekaligus pengerjaan furnitur dan meja belajar. Sekolah lainnya yaitu SD 001 Aji Kuning, Pulau Sebatik, Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara.

Sekolah ini memperoleh anggaran sebesar Rp388,83 juta untuk renovasisekolah, sekaligusrenovasi rumah dinas. Sekolah yang pertama kali selesai direnovasi yaitu SD Yayasan Pendidikan Kristen.Kepala Sekolah SD Yayasan Pendidikan Kristen Marinus Boby berharap, BRI tidak kali ini saja memberikan bantuan, tetapi ada juga dana bantuan dalam jangka panjang.

”Selain kurangnya sarana pendukung belajar- mengajar, seperti laboratorium IPA (ilmu pengetahuan alam) dan sarana olahraga, kami berharap BRI juga memberikan pendidikan kilat atau penataran kepada guru-guru SD sehingga bisa menambah pengetahuan dan pengalaman mereka,” kata Marinus. heru febrianto
Read Post | comments

WARTAWAN DI MERAUKE MINTA DIBEKALI ILMU HIV



Ketua Pokja Media KPA Papua, Agus Fauzi dan Bagian Program KPA Merauke, Pdt. Stev Lobwair (Jubi/Roberth)

Merauke, 29/10, (Jubi) – Merasa masih kurang pengetahuan tentang masalah HIV dan AIDS, para wartawan di Kabupaten Merauke mengusulkan untuk dibekali pengetahuan tentang jurnalisme HIV dan AIDS.

Hal itu terungkap pada acara penguatan dan pembentukan kelompok kerja (Pokja) media di KPA Merauke atas kerja sama KPA Provinsi Papua dan KPA Kabupaten Merauke, Selasa, (29/10) yang berlangsung di ruang rapat KPA Merauke-Papua.

Lala Fakaubun wartawati SKH Bintang Papua selaku salah satu peserta mengakui kesulitan dalam penulisan berita-berita tentang HIV dan AIDS karena istilah yang rumit.

“Itu sebabnya saya mengusulkan kepada KPA Papua dan Merauke kalau dapat kami diberi pelatihan tentang masalah jurnalisme HIV dan AIDS,” ungkap Lala Fakaubun pada hari kedua pertemuan tersebut. Menanggapi usulan itu, Ketua Pokja Media KPA Papua, Agus Fauzi mengaku usulan tersebut akan ditindaklanjuti untuk mendatangkan instruktur dalam rangka pelatihan jurnalisme HIV dan AIDS bagi wartawan di Merauke.


Bagian program KPA Merauke, Pdt. Stevy Lobwair mengaku pihaknya sejak dulu sudah ada punya rencana ke arah itu, hanya saja belum menemukan waktu yang tepat, karena kesibukan wartawan di daerah itu.

“Untuk pelatihan HIV dan AIDS untuk wartawan sejak 2010 dan 2011 kami sudah usulkan. Yang jadi kesulitan kami adalah dari teman-teman wartawan yang sibuk,” ujar Pdt. Stevy Lobwair, sekaligus menutup kegiatan dua hari mewakili Sekretaris KPA setempat.
Itu sebabnya dia berharap kalau nantinya jadi digelar pelatihan jurnalistik HIV dan AIDS untuk wartawan di Merauke, agar tidak mengganggu tugas-tugas mereka dalam hal mencari berita.

Ans K dari perwakilan wartawan tabloidjubi.com memberi solusi untuk penyelenggara pelatihan nanti agar tidak mengganggu tugas wartawan, undangan pelatihan harus dikirim ke alamat masing-masing media. Hal senada juga diungkapkan wartawan tabloibjubi.com, Agapitus Batbual.

“Ini penting karena kita di Merauke miskin ilmu. Wartawan tidak bisa membaca. Wartawan terlalu cepat puas untuk hasil tulisannya. Sehingga bagi saya dengan pelatihan jurnalisme HIV dan AIDS untuk kami bisa mendapat ilmu,” harap Agapitus Batbual. (Jubi/Roberth Wanggai)
Read Post | comments

Pembalap Merauke : R. Fadhil: Target Tahun Depan Turun di Indoprix

Tuesday, 29 October 2013







Saat Florianus Roy dan Sigit PD sudah akrab dengan aspal sirkuit, R. Fadhil hanya bisa membaca profil kedua pembalap Yamaha itu dari media massa. Kecintaan Fadhil akan dunia balap membuatnya bercita-cita mengikuti jejak dua seniornya itu. Keseriusan lelaki berusia 22 tahun itu memang tidak bisa dipandang sebelah mata.



Fadhil terus mengasah bakat dan skillnya di kota kelahirannya Merauke. Latihan rutin dan mengikuti balap lokal dijalani. Harapannya hanya satu, menjadi pembalap papan atas tanah air. Kesempatan datang saat dirinya memutuskan untuk mengembangkan kemampuan ke Jakarta. Sejak masih SMP, Fadhil sudah hengkang ke Jakarta untuk meraih mimpinya menjadi pembalap nasional.



“Kalau terus disini (Merauke), saya nggak akan bisa berkembang. Di Merauke balap jarang sekali, nggak seperti di Jakarta. Buah keseriusan saya akhirnya semua terjawab. Saya bisa mengikuti jejak senior saya di Yamaha. Mudah-mudahan saya bisa menjadi pembalap nasional,” paparnya.



Pada gelaran Motoprix putaran ketujuh yang digelar di sirkuit Sentul, Bogor, pada Minggu (27/10) kemarin, Fadhil sukses menyodok dan menjadi juara ketiga dikelas MP1. Kesuksesan ini membuatnya bahagia. Apalagi disaat bersamaan, ibunda tercinta turut hadir dari Merauke ke Sentul untuk mensuport dirinya.



“Hadiah juara ini khusus saya persembahkan untuk orang tua saya yang sudah datang jauh dari kampung (Merauke). Orang tua selalu memberikan dorongan untuk karir saya. Syukur saya bisa menjadi yang terbaik di ajang ini,” tambahnya.



Fadhil mengaku sudah menyiapkan rencana untuk tahun depan. Dirinya mengaku ingin naik kelas ke Indoprix. Selain itu, persaingan yang ketat di ajang Indoprix membuatnya tertantang dan menjadikan pembalap Yamaha lainnya sebagai pelecut prestasi.
Read Post | comments

20 Kabupaten di Papua akan Miliki Rumah Guru



Jakarta (Sulpa) – Sekitar 20 kabupaten yang ada di Provinsi Papua akan memiliki perumahan guru, kata Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga Provinsi Papua Elias Wonda di Jayapura, Kamis. “Selain rumah guru, juga akan dibangun rumah kepala sekolah dan asrama siswa,” tandasnya.

Elias menjelaskan untuk tahun 2014 mendatang, dari 20 kabupaten tersebut, setiap 1 kabupaten dianggarkan Rp 800 juta hingga Rp 1 Miliar. “Tidak dapat ditentukan berapa banyak perumahan guru yang akan dibangun. Pasalnya, kami akan dirikan berdasarkan kebutuhan masing-masing kabupaten,” ujarnya.

Menurutnya, perumahan guru ini diperlukan agar guru dapat mengajar dengan lebih baik di wilayah atau daerah-daerah terpencil. Yang mana biasanya, masih kesulitan dalam memberikan tempat tinggal yang layak bagi tenaga pengajarnya. “Banyak guru yang meninggalkan tempat tugasnya karena tidak ada tempat tinggal di tempat penugasannya mengajar,” tukasnya.

Oleh karena itu, Elias melanjutkan, untuk mengurangi permasalahan pendidikan di wilayahnya, maka pihaknya bekerja sama dengan instansi terkait memberikan solusi untuk pendirian perumahan guru. “Kami berharap dengan adanya perumahan guru ini, tenaga pengajar ini dapat lebih setia menjalankan tugasnya dalam memberikan pendidikan bagi anak-anak Papua,” urainya. (A/antara/R4/LO3)
Read Post | comments

Bupati Ajak Masyarakat Tanam Umbi-Umbian



Merauke (Sulpa) – Bupati Kabupaten Merauke, Drs. Romanus Mbaraka, MT mengajak masyarakat untuk meningkatkan pertanian di Kabupaten Merauke. Dia meminta, selain membuka lahan menanam padi, juga lahan untuk menaman umbi-umbian yang menjadi kearifan lokal.

“Saya bersama jajaran akan terus memberikan dorongan dan motivasi kepada para petani untuk meningkatkan pertanian. Pembukaan lahan tidak hanya untuk ditanami padi saja, tetapi juga menaman umbi-umbian. Sebab pemerintah telah memiliki mesin yang siap memproduksi hasil umbi-umbian petani,” ujar Bupati Romanus ketika memberikan arahan kepada warga petani di Distrik Tanah Miring belum lama ini.

Dijelaskan, saat ini sedang dibuka lahan jahe di Kampung Yanggandur, Distrik Sota dengan dana talangan senilai Rp 2 milyar. Kegiatan itu dilakukan karena harga jahe di pasaran sangat menjanjikan. Sementara, selama ini pedagang Merauke mendatangkan jahe dari Manado dengan harga Rp 32.000/kg atau dari Surabaya yang sudah menembus Rp 75.000/kg.

“Kegiatan ini tentu untuk meningkatkan pertanian Merauke, sebab Tuhan telah memberikan tanah ini sangat subur, tinggal masyarakat harus bisa memanfaatkan melalui tangan sendiri,” katanya. (C/CR3/R4)
Read Post | comments

Disnakentrans Merauke Dekati Perusahaan Besar Dorong Warga Asli Bekerja



Merauke (sulpa) – Kepala Disnakentrans Kabupaten Merauke, Oktavianus Kaize mengatakan, pihaknya terus mendorong warga asli Papua agar terlibat dalam bidang ketenagakerjaan di berbagai perusahaan yang beriventasi di Merauke.

“Kami melakukan pendekatan dengan satu persatu perusahaan-perusahaan. Hasilnya kami telah kirim sebanyak 15 orang untuk magang di PT. Krakatau Steal, perusahan berstandar Nasional, dan dari 15 orang tersebut, 11 diantara mereka telah menjadi karyawan tetap,” ujarnya.

Selain itu, 2 ada orang yang magang di PT Panasonic Gobel dan kini telah menjadi karyawan tetap. “Mereka semua merupakan masyarakat asli Papua asal Kabupaten Merauke yang berdomisili Distrik Yanggandur, Kimaam, Bupul, Sota dan Distrik Kweel,” ujar Kaize.

Dikatakan Kaize, Bupati Merauke Drs. Romanus Mbaraka, MT juga merencanakan akan mengirim 10 tenaga kerja lokal Merauke ke Jepang. Pihaknya sudah menyampaikan hal itu kepada Dirjen Nakentrans di Jakarta dan disambut baik. (D/CR3/R4/lo3)
Read Post | comments

Polisi Grebek Pabrik Milo



Merauke (Sulpa) – Kepolisian Resor Merauke, menggerebek sebuah pabrik minuman keras lokal (Milo), berlokasi di Jalan Polder III Kota Merauke, Sabtu (26/10). Penggerebekan dipimpin Kasat Samapta Polres Merauke, AKP Viktor Ranyaan dengan melibatkan puluhan anggota Parmor merauke.

Kasat Samapta Polres Merauke, AKP Viktor Ranyaan kepada wartawan di Merauke mengatakan, penggerebekan tersebut berdasarkan informasi yang dikembangkan dari warga setempat. Polisi kata dia, menemukan sekitar 1 ton saguer yang sudah dicampur dengan permipan atau sudah difermentasi untuk dimasak menjadi sopi.

Katanya, saguer tersebut langsung dimusnahkan di TKP. Sementara peralatan masak berupa 5 buah ember berukuran 35 liter dan 2 buah alat masak, 3 buah jerigen dan 1 buah kompor, langsung diamankan ke Polres Merauke.

“Kita belum mengetahui pelaku, karena pemilik rumah yang kita grebek itu, mengaku bahwa barang bukti milo bukan miliknya. Dia mengaku ada orang yang tidak dikenalnya menyewakan rumahnya untuk melakukan kegiatan produksi milo tersebut,” ujar Kasat Samapta. (B/CR3/R4/lo3)
Read Post | comments

Pertamina Donorkan Bantuan Pendidikan dan Kesehatan di Merauke



TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – PT Pertamina (Persero)menyerahkan bantuan kesehatan dan pendidikan untuk masyarakat Merauke dan TNI AD setempat. Bantuan ini sebagai bentuk tanggung jawab sosial perusahaan (corporate social responsibility/CSR) kepada lingkungan sekitar wilayah operasi.

“Bantuan CSR yang telah diserahkan Pertamina kepada masyarakat merupakan wujud dari komitmen kami untuk senantiasa tumbuh bersama masyarakat di sekitar wilayah operasi," ujar Direktur Pemasaran dan Niaga Pertamina Hanung Budya di Distrik Sota, Senin (28/10/2013).

Dalam kesempatan itu, Hanung menyerahkan bantuan kesehatan berupa Pos Kesehatan di daerah Tanah Miring, dua unit mobil ambulans, perlengkapan penunjang untuk Puskesmas Sota, serta peralatan penjernih air.

Adapun, bantuan pendidikan diserahkan kepada pelajar dan sekolah-sekolah di wilayah tersebut. Bantuan pendidikan berupa seragam, sepatu, dan tas sekolah berikut peralatan tulis dan buku pelajaran dan bacaan. Selain itu juga terdapat bantuan olah raga yang diberikan kepada sekolah, kelompok pemuda/karang taruna berupa kostum dan sepatu olahraga, peralatan atletik, bola kaki, serta bola dan net volley.

Di Propinsi Papua dan juga Papua Barat, Pertamina secara rutin telah menyalurkan bantuan CSR pada beberapa bidang, yaitu pendidikan, lingkungan, kesehatan, infrastruktur dan pemberdayaan.
Bantuan-bantuan tersebut meliputi penyediaan perpustakaan sekolah, komputer, bantuan siswa berprestasi, penanaman mangrove, penyediaan alat kesehatan puskesmas dan posyandu, penyerahan kaca mata, pembangunan posyandu dan juga program-program pelatihan.

"Kami mengharapkan keberadaan dan peran Pertamina di Tanah Papua, baik dalam upaya memenuhi kebutuhan BBM maupun tanggung jawab sosialnya khususnya di Distrik Sota, Merauke ini dapat meningkatkan kecintaan masyarakat ujung Timur perbatasan Indonesia ini kepada Pertamina dan juga NKRI,” kata Hanung.
Read Post | comments

WADAN LANTAMAL XI HADIRI UPACARA HARI SUMPAH PEMUDA DI LAPANGAN PEMDA MERAUKE





Upacara memperingati Hari Sumpah Pemuda tahun 2013 mengambil tema “Dengan Sumpah Pemuda Kita Wujudkan Pemuda yang Santun, Cerdas, Inspiratif dan Berprestasi” dilaksanakan di lapangan Pemda Merauke dengan Inspektur Upacara Bupati Merauke Drs. Romanus Mbaraka, MT. yang turut dihadiri oleh Wakil Komandan Lantamal XI Kolonel Laut (P) Sunarso serta seluruh unsur Muspida Kab. Merauke.

Amanat Menteri Pemuda dan Olah Raga Republik Indonesia pada Peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-85 tahun 2013 yang dibacakan oleh Irup ditegaskan bahwa melalui peringatan ini kita dapat mengenang tekad Pemuda Indonesia saat itu yang mengikrarkan komitmen persatuan dan kesatuan bangsa, yaitu Satu Tanah Air Tanah Air Indonesia, Satu Bangsa, Bangsa Indonesia dan Satu Bahasa, Bahasa Indonesia. Peringatan Hari Sumpah Pemuda merupakan momentum sejarah yang sangat penting dalam perjuangan bangsa Indonesia yang dipelopori oleh anak-anak muda pada jamannya.

Upacara berlangsung dengan khidmat diikuti oleh peserta upacara terdiri atas unsur TNI/Polri, para pelajar Merauke serta unsur SKPD Merauke.

(Dispen Lantamal XI)
Read Post | comments

MERAUKE TEMBUS ANGKA 1615 KASUS HIV BULAN AGUSTUS 2013



Ketua Pokja Media KPA Papua, Agus Fauzi (kiri) dan Sekretaris KPA Kabupaten Merauke, Heny Astuti Suparman, SH (Jubi/Roberth)

Merauke, 28/10, (Jubi) – HIV di Kabupaten Merauke hingga bulan Agustus 2013, mencapai 1615 kasus. Dengan perincian angka kasus HIV 837 dan AIDS 738 serta yang meninggal sebanyak 410. Dan menururut jenis kelamin, laki-laki 769 dan perempuan 800.

“Jika dilihat dari fenomena ini perempuan lebih banyak dari laki, padahal laki-laki terkenal dengan empat M, Man, Money, Mobile dan Macho. Ternyata perempuan lebih tinggi,” ujar Sekretaris KPA Kabupaten Merauke, Heny Astuti Suparman, SH, pada acara penguatan dan pembentukan Pokja Media di Kabupaten Merauke Kerjasama KPA Provinsi Papua dengan KPA Kabupaten Merauke, Senin, (28/10) di ruang rapat KPA Merauke-Papua.

Dia memaparkan situasi setelah ada pusat VCT, khususnya ibu hamil terdapat 2163 yang sudah melakukan tes. Dari angka itu 11 ibu hamil positif HIV atau mencapai 0,51%. Bahkan di Merauke ibu rumah tangga mencapai 230 kasus dan tertinggi. Kemudian PNS 93 kasus, TNI 33 kasus dan Polisi 5 kasus. Dan yang mengagetkan, di lingkungan para petani terdapat 127 kasus padahal di kalangan PSK jauh lebih kecil yakni 121 kasus.


KPA Merauke dalam hal ini dituntut melakukan inovasi, yakni program harmonisasi hubungan pemerintah dan non pemerintah (LSM), kebijakan pembentukan tim KPA tahun 1993, Peraturan Daerah (Perda) Nomor: 5 Tahun 2003 yang berkaitan dengan IMS, HIV dan AIDS yang merupakan kegiatan 1 pintu. Kebijakan lain adalah keseriusan pemerintah dalam penganggaran kepada KPA setempat dimana terjadi peningkatan untuk tahun 2012 dianggarkan Rp 2,4 M yang tersebar di LSM, SKPD dan Sekretaris KPA.

Ketua Pokja Media KPA Papua, Agus Fauzi mengakui kehadiran tim Pokja Media KPA ke Merauke bertujuan ingin mendapatkan masukan karena di Merauke penanganan HIV termasuk paling bagus tingkat nasional.

“Ini yang kami harus belajar agar di tingkat Provinsi termasuk dari Kabupaten juga bisa belajar ke Merauke. Saking bagusnya penanganan HIV dan AIDS, beberapa kabupaten/kota pernah belajar ke Merauke, masing-masing Kabuapten Wamena, Biak Numfor, Kota Jayapura dan Kaimana.” ujar Agus Fauzi. (Jubi/Roberth Wanggai)
Read Post | comments

Sempat Terombang-ambing di Lautan, Tiga Nelayan Selamat

Sunday, 27 October 2013



MERAUKE - Tiga nelayan asal Lampu Satu, Kelurahan Samkai, Merauke yakni Malik, Baharudin dan Amir yang sempat dilaporkan hilang sejak Rabu(23/10) sore, akhirnya berhasil ditemukan oleh nelayan di perairan Arafura, Kamis (24/10) sore.

Seperti yang diberitakan media ini sebelumnya, tiga nelayan yang menggunakan perahu semang untuk mencari ikan itu dilaporkan hilang sekitar 15.00 WIT, Rabu (23/10) lalu.

Berdasarkan data yang diperoleh Basarnas Merauke, ketiga nelayan tersebut melaut pada Rabu (23/10). Pihak SAR menerima laporan dari warga Lampu Satu, Harsan pada pukul 11.30 Wit, Kamis (24/10), bahwa ada tiga nelayan Lamsat mengalami musibah sekitar 10 mil dari pantai Payum.

“Atas dasar laporan itu, Kasubsie Operasi SAR Merauke memerintahkan satu regu untuk melakukan upaya pencarian pada saat kami sedang melakukan pelatihan. Sampai sore tadi pencarian tidak berhasil. Personil kembali, karena bahan bakar perahu yang digunakan menipis. Baru saja sekitar setengah jam yang lalu, personil kami yang diutus di lapangan melaporkan bahwa ternyata tiga korban yang mengalami naas tadi sudah ditemukan,” kata Kepala Seksi Humas Kantor SAR Merauke, Darmawan WB kepada wartawan, Jumat (25/10) kemarin.




Tiga nelayan asal suku Bugis itu, sempat terombang-ambing di laut setelah dihantam ombak sekitar 7 mil dari pantai Payum. Menurut Amir, ombak menghantam perahu semang yang ditumpangi hingga terbalik dan menyebabkan mesin mati karena terendam air. Setelah terbalik, semang perahu pun patah karena hantaman ombak yang teramat keras.

Ketiganya juga sempat berupaya mengeluarkan air dari dalam perahu, dan perahu kembali ke posisi normal. Namun, beberapa saat kemudian, perahu kembali dihantam ombak dan terbalik.

“Ombaknya itu saya tidak terlalu perhatikan, karena pas kita dihantam, kita langsung terbalik. Ombaknya lumayan tinggi. Kita dua kali terbalik, sayap patah dan mesin mati,” kata Amir saat di temui di pantai Lampu Satu, Jumat(25/10) kemarin.

Lanjut Amir, kebetulan saat itu ada nelayan melintas. Nelayan sempat melakukan pertolongan, namun tidak berhasil. Nelayan yang menolong bergegas ke daratan untuk meminta bantuan nelayan lainnya.

Kasat Polair Polres Merauke AKP Marthin Koagow mengatakan pihaknya bekerjasama dengan Basarnas dan nelayan Lampu Satu melakukan pencarian di laut.

“Tadi kita sama-sama dengan Basarnas yang juga dibantu dengan teman nelayan disini (Lampu Satu). Yang temukan itu teman-teman nelayan karena kita berbagi wilayah. Mereka selamat semua, kapalnya juga sudah ditarik ke darat,” tandas Marthin. (lea/achi/lo1)
Read Post | comments

2015, Pembangunan Bandara Ewer Ditargetkan Rampung



Kepala Dinas Perhubungan, Komunikasi dan Informatika Kabupaten Asmat, Nurdin Manurung, mengatakan, pembangunan landasan bandara Ewer sepanjang 600 meter akan ditambah lagi menjadi 600 meter, sehingga total panjang landasan tersebut adalah 1200 meter. Pembangunan bandara sendiri ditargetkan rampung tahun 2015 jika anggaran pemerintah lancar.

“Target Bandara Ewer rampung pada tahun 2015. Jika dana yang dibutuhkan belum terealisasi, maka pembangunan bandara belum bisa selesai karena terkendala masalah anggaran. Pembangunan Bandara Ewer, dana yang diusulkan pada tahun 2014 sekitar Rp48 miliar, jadi total anggaran yang harus dialokasikan sekitar Rp230 miliar lebih,” jelas Manurung, Jumat(25/10) kemarin.




Landasan bandara yang selama ini menggunakan dengan tikar baja, bakal diganti dengan menggunakan material aspal, sehingga tak perlu lagi dilakukan pengecoran.

“Semua bahan material didatangkan dari Timika guna memudahkan pengerjaan. Dan untuk memenuhi target pembangunan Ewer, Pemerintah Kabupaten Asmat mengajukan proposal ke Kementerian Perhubungan untuk bantuan APBN,” akunya.

Lanjut Manurung, dengan pengembangan pembangunan bandara itu akan melayanan pendaratan pesawat jenis ATR 42 atau ATR 70. “Yang pasti setelah rampung, akses masyarakat terhadap transportasi udara pun semakin lancar,” harapnya. (lea/achi/lo1)
Read Post | comments

Persimer Siap Hadapi SSB Semarang



Merauke (Sulpa) – Tim kebanggaan Kota Merauke, Papua, Persimer usia 15-21 tahun siap menghadapi laga melawan pasukan Sekolah Sepak Bola (SSB), Terang Bangsa Kota Semarang yang dibina Ronald Lepez, pelatih asal federasi sepak bola Belanda.

Sekertaris Persimer Merauke, Hansen Tahitoe kepada Suluh Papua mengatakan, SSB Terang Bangsa Kota Semarang itu merupakan salah satu SSB terbaik di Indonesia yang menghasilkan pemain profesional.

Dikatakan, salah satu persyaratan pemain SSB tersebut sebelum diberikan kepada club, haruslah tour bertanding dengan club-club sepak bola yang ada di Indonesia. Khusus tour di wilayah Papua, tim tersebut akan bertanding dengan club di empat Kabupaten yakni, Sorong, Nabire, Jayapura dan Persimer Merauke.

Ia mengatakan, laga menghadapi Persimer Merauke dijadwalkan berlangsung pada 26-27 Oktober 2013 di Lapangan Lanud Merauke. Tim SSB Semarang tersebut akan datang dengan pelatih asal Belanda Ronald Lepez bersama 11 pemain usia 15-21 tahun.

Diungkapkan, Persimer Merauke, telah siap menerima kedatangan dan siap pula bertanding. “Sebanyak 18 pemain Persimer usia 15-21 tahun sudah disiapkan bertarung,” katanya. (B/CR3/R4/LO1)
Read Post | comments
 
© Copyright RadarMerauke.com | Portal Berita Merauke @Since 2008 - 2013 - Some rights reserved | Powered by Blogger.com.
Template Design by Owner Template | Published by Owner Template and Owner
WWW.RADARMERAUKE.COM - PORTAL BERITA MERAUKE
( www.radarmerauke.me | www.radarmerauke.asia | Email : radarmerauke@gmail.com | radarmerauke@yahoo.com )

Radar Merauke menyajikan informasi terkini tentang berbagai peristiwa yang terjadi di kota Merauke dan wilayah Papua Selatan umumnya. Copyright berita dalam site ini milik pemilik berita: Kompas, Bintang Papua, Cenderawasihpos, Tabloid Jubi, Jaringan Pasificpost, Infopublik, suluhpapua, Jaringan JPNN dll. Radar Merauke adalah web personal yang merangkum berita dari berbagai media.