Popular Posts
-
Selain video mesum pelajar dengan judul "SMADA Bergoyang", ternyata di Blitar juga beredar video mesum serupa dengan judul Serut I...
-
Gambar illustrasi Ujian Nasional Dinas Pendidikan Menengah Kabupaten Merauke mulai mendistribusikan atau mengirim soal ujian nasional ke sat...
-
MERAUKE— Jajaran Kepolisian Resort Merauke bersama personil Polsek Okaba, Rabu (15/2) pagi melaksanakan rekonstruksi atas pembunuhan (munti...
-
Jika pendistribusian logistik pada Pemilu legeslatif dan presiden Tahun 2004 lalu dilakukan langsung oleh KPUD Merauke, maka pendistribusian...
-
Kadis Pendidikan dan Pengajaran Merauke, Vincent Mekiuw. Jubi/Ans Merauke (26/11) — Para guru yang mengabdi di tingkat SD hingga SMA...
Harga Meroket, Karet Masuk Food Estate
Deptan Buka 70.000 Hektare Lahan Tebu di Merauke
Monday, 6 April 2009
Demikian yang disampaikan Dirjen Perkebunan Achmad Manggabarani, Jumat (3/4). "Sekarang ini, baru terpenuhi 100.000 ton kebutuhan gula industri. Untuk itu, Deptan mengundang investor gula rafinasi untuk melakukan investasi di on farm," ujarnya.
Menurut Achmad, peme-nuhan kebutuhan gula industri selama ini sangat bergantung pada impor gula mentah (raw sugar) dari Thailand, India, dan Australia. Di samping itu, lanjutnya, Deptan juga akan mendorong beberapa pabrik gula kristal putih untuk memproduksi gula mentah seperti pabrik gula di Kendari.
Ia menekankan, produktivitas tebu di Merauke bisa mencapai 100 ton per hektare dan menghasilkan rendemen gula mentah 16 persen, sedangkan untuk gula kristal putih bisa mencapai 13 persen. Hal tersebut, jelas Achmad, disebabkan bulan kering atau musim kering di Merauke selama empat bulan dalam setahun sehingga dapat menghasilkan rendemen di atas 11 persen. "Selain itu, di lahan transmigrasi, infrastrukturnya telah tersedia dan tidak perlu ada pembebasan tanah lagi. Jumlah transmigran di sana mencapai 45.000 orang," ungkapnya.Achmad memperkirakan, sebuah pabrik gula rafinasi membutuhkan lahan tebu 20.000-30.000 hektare, sedangkan di seluruh Indonesia terdapat 250.000-300.000 hektare lahan yang masih berpotensi untuk itu.
Sementara itu, pada tahun ini Deptan menargetkan produksi gula kristal putih mencapai 2,849 ton atau melebihi kebutuhan nasional, yaitu 2,7 ton. Pada tahun 2008 lalu, kata Achmad, produksi telah mencapai 2,74 ton.Di samping itu, Achmad menargetkan produktivitas tebu rakyat pada tahun ini mencapai 79,6 ton per hektare di Jawa dan di luar Jawa 76,1 ton per hektare. Terkait dengan itu, sambungnya, Deptan menyalurkan bantuan untuk program akselerasi tebu rakyat sebesar Rp 149 miliar.(effatha tamburian)
Sinar Harapan
INVESTASI PABRIK GULA DAN ETHANOL DI KABUPATEN MERAUKE
Pada hari Selasa tanggal 8 Januari 2008, telah dilaksanakan pemaparan oleh PT. Bakrie Sumatera Plantations, Tbk (PT. BSP) dalam rangka investasi pengembangan industri gula berbasis tebu di Kabupaten Merauke dengan sasaran mendorong percepatan produksi gula menuju swasembada gula nasional. Paparan dilaksanakan di Ditjen. Perkebunan yang dihadiri pejabat dari berbagai instansi terkait, baik tingkat Provinsi Papua, Kabupaten Merauke dan lingkup Dep. Pertanian serta Asosiasi Gula Indonesia.
Berlandaskan Program pemerintah untuk gula dan bahan bakar minyak yaitu roadmap swasembada gula nasional dan roadmap pengembangan biofuel, PT. BSP berencana mendirikan pabrik gula dan bio ethanol di wilayah Distrik Okaba.Hasil survey Pusat Penelitian Perkebunan Gula Indonesia (P3GI) areal potensial untuk pengembangan tebu di Kab. Merauke seluas 220 ribu ha. Area survey PT. BPS berada didalam wilayah Distrik Okaba seluas 70 ribu ha berupa hutan (86%), rawa (5%), lahan terbuka (10%), semak (1%) dan pemukiman(1 – 2%).



Rencana pengembangan pabrik gula berkapasitas 12 ribu TCD (ton cane per day) dan pabrik ethanol 150 – 180 KLD (kilo liter per day) dengan kebutuhan areal perkebunan tebu seluas 33 – 36 ribu ha. Total investasi yang diperlukan sekitar US$ 300 juta yang terdiri untuk investasi perkebunan tebu, infrastruktur (diluar jalan utama antara Banaepe dan Tagaepe), pabrik gula dan pabrik ethanol. Produksi yang dihasilkan sekitar 170 ribu ton gula per tahun dan 50 ribu kilo liter ethanol. Dijadwalkan pembangunan perkebunan tebu dan pabrik gula dimulai tahun 2010 dan pabrik ethanol tahun 2012.
Jika rencana investasi pabrik gula dan ethanol dapat direalisasikan akan menyerap tenaga kerja sebanyak 7 ribu orang dan memberikan tambahan PDB Merauke sebesar lebih kurang Rp. 1 Trilyun. Diharapkan adanya dukungan pemerintah terutama untuk perijinan lahan minimal 50 ribu ha dan infrastruktur berupa akses jalan dan pelabuhan.
Peta Alokasi Lahan di Kabupaten Merauke
Pemda tingkat Provinsi maupun Kabupaten sangat mendukung rencana ini dan menyarankan agar PT. BSP dapat segera menyelesaikan perijinan, mengingat keterbatasan hutan produksi konversi yang sesuai untuk areal pengembangan tebu dan sudah adanya beberapa investor yang telah mendapatkan rekomendasi dari Gubernur untuk pemanfaatan hutan produksi konversi tersebut menjadi perkebunan.
Merauke Sangat Potensial untuk Pengembangan Tebu
"Menurut hasil taksasi atau perkiraan produktivitas lahan tebu bisa mencapai 100 ton per hektar," katanya.Saat ini produktivitas tebu di tanah air untuk Jawa rata-rata 79,6 ton/ha sedangkan luar Jawa 76,1 ton/ha dan nasional 78 ton/ha, serta randemen tebu rata-rata 8,27 persen.Sedangkan randemennya diperkirakan di atas 11 persen atau sekitar 12-13 persen padahal saat ini rata-rata randemen tebu nasional hanya 8,27 persen.
Ia juga mengatakan, lahan pertanian di Mareuke yang potensial dikembangkan untuk tanaman tebu mencapai 30.000-40.000 ha. Selain itu, di kabupaten tersebut telah tersedia infrastruktur yang memadai serta sumber daya manusia (SDM), yang umumnya para transmigran sebagai tenaga kerja perkebunan yang saat ini sekitar 45 ribu orang.Dirjen mengatakan, pihaknya telah menggandeng Departemen Tenaga KErja dan Transmigrasi untuk mengembangkan perkebunan tebu di wilayah Merauke dan mendapat sambutan positif.
Menurut dia, pengembangan perkebunan tebu di Merauke tersebut nantinya lebih diarahkan untuk mencukupi kebutuhan bahan baku gula industri dalam negeri yang saat ini masih diimpor.Saat ini, dari kebutuhan raw sugar atau gula mentah untuk industri sebanyak 1,8 juta ton baru terpenuhi 100 ribu ton sehingga sisasnya masih didatangkan dari Thailand, India dan Australia."Oleh karena itu industri gula rafinasi di dalam negeri harus dihidupkan jangan menghidupi negara lain," katanya.
Menurut Achmad Mangga Barani, untuk mencukupi kebutuhan gula industri sebanyak 1,8 juta ton tersebut setidaknya diperlukan lahan pertanian tebu seluas 150 ribu ha.Di Indonesia, lanjutnya, terdapat lahan potensial untuk pengembangan tebu sekitar 250-300 ribu yang mana sekitar 20 ribu-30 ribu tersedia di Merauke dan 70 ribu ha di wilayah lainnya.Sementara itu di Kendari Sulawesi Tenggara juga telah dibangun perusahaan untuk pengembangan industri gula rafinasi yang akan menyerap hasil tebu petani.
Yahoo News
Buah Merah / Fruit of Paradise Timika Go Internasional
Friday, 13 March 2009
Ketua Biro Lembaga Adat Amungme (Lemasa) Tomas Wanmang mengatakan kepada JUBI di Timika, Kamis (12/3) Fruits of Paradise (FoP) hadir di.pameran yang diselenggarakan M&K Industries Inc tersebut diikuti sejumlah negara. Kata Wanmang, beberapa produk yang bahan baku dari buah merah asal Mimika sudah diolah menjadi obat, kosmetik, sampho dan sabun dan sudah diproduksi di Jepang oleh M&K Laboratories Inc.
"Dengan adanya pengenalan produk buah merah ini secara internasional, sehingga keaslian dari buah ini harus dipelihara oleh semua masyarakat yang berdiam di dusun buah merah. Sehingga jangan sampai ada yang dipalsukan oleh orang lain yang belum tentu, mengenal dengan baik apa itu buah merah," kata Wanmang.
Selain kosmetik dan sabun serta sampo, lanjut Wanmang, beberapa produk yang ikut dalam pameran di Jepang adalah perpaduan antara sari buah merah yang sudah difermentasi dengan Jamur Lingsi dari China menjadi obat anti toksin, yang dapat mengobat lever.
Bahkan hasil permentasi ini dapat diminum seperti minuman alkohol dengan takaran yang sudah diukur sehingga tak memabukkan sebab sekali minum hanya 5 cc. Kerjasama dengan pihak Jepang dan Lemasa sudah terjadi dengan adanya produksi bermacam obat dari buah merah, sehingga ke depan minyak buah merah atau sari buah merah, sesudah dimasak akan dikirim ke Balai Besar Industri Agro (BBIA) di Bogor dan sesudah lulus tes, baru dikirimkan ke Jepang untuk diproduksi. Pada April mendatang, Profesor Ishigaki akan mengunjungi Jila, Jita dan Agimuga di Mimika serta kampung dan dusun proksen buah merah.
"Profesor ini akan bekerja sama juga dengan Universitas Indonesia dan IPB Bogor, dan BBIA dan akan datang sendiri ke Timika. Ini satu kesempatan sehingga semua masyarakat dapat memanfatkannya, agar nilai dari buah merah yang tumbuh alami di alam Mimika tetap terjaga jangan sampai ada yang memalsukannya," jelas Wanmang. ( John Pakage)
Sumber : Tabloid Jubi
Indonesia dan Korea Selatan Teken Kerja Sama US$ 6 Miliar, serta penandatanganan MOU untuk Merauke Eco Friendly Biomass Power Project
Saturday, 7 March 2009
Dalam acara yang dihadiri oleh Presiden Korea Selatan Lee Myung Bak serta 180 delegasi bisnis Korea Selatan dan Indonesia, telah ditandatangani delapan nota kesepahaman. Nota itu antara lain kerja sama antara Perusahaan Managemen Energi Korea dengan Pemerintah Daerah DKI Jakarta dan Pemerintah daerah Gorontalo tentang penerapan strategi karbon rendah.
Selain itu juga ada kerja sama antara PT Pertamina dengan Perusahaan Gas Korea. Menteri Perdagangan Mari Elka Pangestu mengatakan kerja sama tersebut menyangkut keberlangsungan ekspor gas Indonesia ke Korea, yang merupakan komoditi ekspor utama. "Ini terkait penyediaan listrik mereka. Hampir separuh ekspor ke Korea adalah minyak dan gas," jelasnya.
Departemen Kelautan dan Perikanan juga menjalin kerja sama dengan Institut Teknologi Industri Korea dalam pengembagnan teknologi laut dan lingkungan.
Selanjutnya, di bidang perdagangan, PT Asuransi Ekspor Indonesia menandatangani kesepakatan dengan perusahaan asuransi ekspor Korea. Menurut Mari, hal ini penting di tengah kondisi pembiayaan ekspor yang mengalami ketidakpastian. "Bilateral agreement antar-export insurance itu penting. Kalau ada pembeli yang diragukan, kita bisa tanya langsung ke mereka," tambahnya.
Kedua negara juga menandatangani kesepakatan untuk proyek sumber daya energi ramah lingkungan biomasa di Merauke, Papua, yang dijalankan PT Medcopapua Industri Lestari dengan Korea Midland Power Orient F A Machinary Samsung C&T Corporation.
Korea Midland power co ltd, Euro CAP Corporation dan Pemerintah daerah Riau juga membentuk kerja sama dalam proyek Riau Rokan Hilir di Pulau Pendadaran di bidang perkotaan dan pariwisata. Ada pula kerja sama proyek pengembangan energi hulu di Indragiri Riau.
Mari menambahkan, perdagangan Korea dan Indonesia mengalami pertumbuhan tinggi. "Ekspor naik 30 persen, impor hampir dua kali lipat, karena investasi mereka ke Indonesia naik," jelasnya. Ia melihat komitmen kerjasama ini bernilai positif untuk Indonesia.
Korea Selatan menempati posisi keenam dalam peringkat investasi terbesar di Indonesia. Dari tahun 1990 sampai Januari 2009, Korea Selatan telah menyuntikan dana investasi ke Indonesia sebesar US$ 4,8 miliar dengan proyek sebanyak 1.195 dan menyerap 402,991 tenaga kerja. Investasi terbesar berada di sektor elektronik dengan nilai investasi US$ 1,7 Miliar.
Selain itu dihadiri juga oleh 80 pihak dari Korsel dan 100 peserta dari Indonesia. Dalam forum ini ditandatangani delapan MoU, yaitu :
1. Korea Energy Management Corporation of Korea dengan Pemerintah DKI, Jakarta.
2. PT Pertamina dan Korea Gas Corporation.
3. Departemen Kelautan dan Perikanan dan Korea Institute of Industrial Technology of Korea untuk penelitian dan pengembangan bidang bioteknologi laut dan lingkungan.
4. Korea Energy Management Corporation dan Provinsi Gorontalo.
5. Korea Export Insurance Corporation dan PT Asuransi Ekspor Indonesia.
6. Korea Midland Power Orient F A Machinary Samsung C&T Corporation dan PT Medcopapua Indusrtri Lestari untuk Merauke Eco Friendly Biomass Power Project.
7. Korea Midland Power Co ltd, Pemerintah Riau, dan Euro CAP Corporation dalam bentuk joint development agreement untuk Proyel Riau Rokan Hilir Power di Pulau Pendadaran untuk kota dan pariwisata.
8. Korea Midland Power Co Ltd, Pemerintah Riau, dan Euro CAP Corporation berupa joint development agreement untuk Riau Indragiri Hulu Mine-Mouth Power Project.
Sumber : Tempo Interaktif dan Kompas

.jpg)
