Direktur RSUD Merauke, dr. Adolf Bolang yang ditemui media ini, Minggu (20/1) malam menuturkan, kapasitas ruangan rawat inap sangat terbatas dan untuk saat ini sedang penuh. Begitu juga dengan beberapa ruangan di UGD. Sehingga mereka yang keracunan, datang dalam jumlah banyak, tidak dapat ditampung dalam ruangan.
“Saya mengambil langkah untuk menyiapkan tempat tidur di lorong-lorong di UGD. Sehingga korban keracunan, dapat istirahat sekaligus mendapatkan peratawan dari tenaga medis selama beberapa jam. Jumlah yang diduga mengalami keracunan kurang lebih 32 orang,” katanya.
Sebagian dari mereka, lanjut Bolang, telah menjalani perawatan dan staminanya membaik kembali. Sehingga dapat diizinkan untuk pulang ke rumah masing-masing. “Memang harusnya banyak yang menjalani rawat inap. Namun, kami keterbatasan ruangan. Tetapi mereka yang pulang, telah diminta agar kembali lagi jika kondisinya belum pulih dengan sempurna,” ujarnya.
Dijelaskan, meskipun berada di lorong-lorong, namun tetap diberikan pelayanan kesehatan dengan baik. “Saya telah menginstruksikan kepada tenaga medis baik dokter maupun perawat, agar melayani mereka dengan memberikan obat-obatan serta infus dengan sebaik mungkin. Sehingga kondisinya dapat stabil kembali,” ujarnya.
Ditambahkan, dari puluhan orang tersebut, dua orang harus jalani rawat inap. Karena kondisinya agak parah. “Sebenarnya banyak yang harus rawat inap juga, tetapi kami kesulitan ruangan. Karena banyak pasien yang telah menempati semua,” tandasnya. (FR/Merauke)

Artikel 