MERAUKE[PAPOS]-Kurang lebih 32 orang mengalami keracunan makanan saat digelar acara nikah di Jalan Biak, Minggu (20/1) lalu. Mereka mengalami mual, pusing munta hingga diare. Sehingga harus dilarikan ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Merauke guna mendapatkan pertolongan lebih lanjut dari tenaga medis.
Pantauan Papua Pos di ruangan Unit Gawat Darurat (UGD) RSUD Merauke, Minggu (20/1) malam, oleh karena beberapa ruangan tidak memungkinkan untuk menampung para korban, maka petugas medis menempatkan beberapa tempat tidur di beberapa los depan sambil memberikan perawatan. Sebagian terlihat sangat lemas dan hanya tertidur sambil botol infus tergantung. Bahkan, masih ada yang sempat muntah-muntah.
Direktur RSUD Merauke, dr. Adolf Bolang yang ditemui menungkapkan, kemungkinan keracunan makanan saat orang mengkonsumsi pada acara pernikahan tersebut. Karena sejak jam 16.00 Wit, beberapa orang sudah mulai merasa mual dan muntah-muntah hingga dilarikan ke RSUD Merauke. Puncaknya adalah pada pukul 18.00 Wit. Dimana, kurang lebih 32 orang berdatangan secara beramai-ramai untuk menjalani perawatan. Keluhan sakitnya hampir sama saja.
Setelah dirawat, lanjut Bolang, sebagian sudah stabil kembali dan dapat diizinkan untuk pulang. Tetapi masih disampaikan juga jika merasa belum ada perubahan, agar segera kembali ke rumah sakit. Sehingga para petugas kesehatan dapat memberikan pertolongan kembali. “Ya, memang secara keseluruhan, saya melihat orang pusing dan muntah-muntah. Kondisi fisik mereka juga menjadi lemas sekali,” tandasnya.
Disinggung apakah ada yang menjalani rawat inap, Bolang mengungkapkan, kurang lebih dua orang. “Memang harusnya jumlah yang menjalani rawat inap agak banyak, namun kita juga mengalami kesulitan ruangan, karena sudah penuh dengan pasien lain. Dengan demikian, hanya dirawat selama beberapa jam dan kondisinya sudah mulai pulih kembali, dapat diizinkan untuk bisa pulang ke rumah masing-masing,” katanya.
Ditambahkan, untuk mengetahui penyebab sebenarnya dari keracunan terhadap puluhan orang itu, petugas dari Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Merauke yang sedang meneliti lebih lanjut. “Kami hanya sebatas memberikan pertolongan dengan bantuan obat-obatan maupun infus kepada mereka yang mengeluh akan sakit yang dideritanya,” ujar dia.[frans]

Artikel 