Merauke, (17/1)-–Bupati Merauke, Romanus Mbaraka mengungkapkan, salah satu cita-cita untuk berani maju menjadi bupati karena ingin agar memperbaiki harga beras di pasaran. Para petani yang telah bekerja keras dengan mengola dan menama padi, harus menikmati hasilnya yang baik dari penjualan beras kepada orang lain.
Hal itu disampaikan Bupati Merauke ketika melakukan pertemuan dengan aparat kampung di Distrik Tanah Miring, Kamis (17/1). “Saya ingin mendongkrak kenaikan harga beras agar para petani juga merasa puas. Dan, kini harga berkisar diatas enam ribu rupiah. Saya buat sejarah di Merauke dan baru kali ini harga beras melangit dan para petani pun dapat menikmati dengan baik hasil kerja kerasnya,” ujarnya.
Bupati juga mengungkapkan, dirinya adalah petani dan memiliki lahan yang dikelola setiap tahun untuk menanam padi. Jadi, kalau berbicara tentang hasil panen setiap hektar, iapun mengetahui secara pasti dan jelas. “Saya tidak bisa ditipu oleh para petani. Kita sama-sama masuk lumpur dan membajak lahan yang ada,” tandasnya.
Ditambahkan, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Merauke terus memberikan dorongan kepada masyarakat di kampung-kampung termasuk di lokasi transmigrasi untuk memanfaatkan lahannya. Selain itu, dukungan peralatan yang diberikan dan dikelola secara bersama-sama. Jadi, telah dibangun bengkel kampung yang menyiapkan peralatan seperti traktor. (Jubi/Ans)

Artikel 