Merauke, (17/1)— Sebuah brankas di Dinas Pendidikan dan Pengajaran Kabupaten Merauke, dirusaki oleh kawanan pencuri. Mereka berniat mencari uang, namun di dalam brankas tersebut, hanya tersimpan dokumen penting. Uang senilai kurang lebih seratus juta, berada di brankas besar dan tak berhasil dirusaki. Para pencuri sempat menggergaji brankas itu, namun tak berhasil juga.
Disaksikan tabloidjubi.com di ruangan bendahara dinas, terlihat brankas mengalami kerusakan berat. Dokumen penting berserakan di lantai. Namun lucunya, beberapa unit laptop yang berada di atas meja, tak dibawa oleh para pencuri. Begitu juga diruangan Kepala Dinas Pendidikan dan Pengajaran Kabupaten Merauke, Vincentius Mekiuw, pintunya dirusaki. Aparat kepolisian dari Polres Merauke langsung melakukan olah TKP.
Vincent Mekiuw yang ditemui terpisah, Kamis (17/1) mengaku, dirinya juga kaget begitu mendapatkan informasi dari staf jika beberapa ruangan termasuk brankas di bongkar. “Saya melihat aksi mereka sangat rapi dan kemungkinan besar ada keterlibatan orang dalam. Ya, kasus ini kami serahkan kepada aparat kepolisian untuk mengusut lebih lanjut,” katanya.
Disinggung jika terdapat uang di salah satu brankas, Vincent mengakuinya. Hanya ia belum memastikan secara pasti dan jelas berapa nilainya. “Saya akan panggil bendahara bersangkutan dan akan menanyakan secara langsung. Biasanya, kalau ada dana, harus langsung disetor ke bank dan tak boleh diamankan di brankas,” ujarnya. (Jubi/Ans)

Artikel 