Merauke (16/1)—Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Merauke meminta kepada Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Setda Merauke agar melakukan penertiban kembali terutama pendataan terhadap para mahasiswa dan mahasiswi asli Marind yang mendapatkan beasiswa. Karena kenyataan yang terjadi selama ini jika sejumlah mahasiswa belum mendapatkan bantuan tersebut.
Permintaan itu disampaikan Anggota DPRD Kabupaten Merauke, Soter Kamiawi saat ditemui tabloidjubi.com diruang kerjanya, Rabu (16/1). “Banyak keluhan yang saya dapatkan dari para mahasiswa dan mahasiswi secara langsung terhadap bantuan beasiswa yang harus mereka terima. Karena itu adalah bantuan langsung dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Merauke,” katanya.
Persoalan yang terjadi, demikian Soter, pendataan yang kurang akurat dilakukan oleh Bagian Kesra. Semestinya, sebelum mahasiswa bersangkutan akan berangkat menuju ke perguruan tinggi tersebut untuk melanjutkan studi, harus dilakukan pendataan. Sehingga pada saat pembayaran beasiswa, tidak terjadi permasalahan dikemudian hari.
Plt Kabag Kesra Setda Kabupaten Merauke, Marlina Mendaun mengungkapkan, sejak beberapa tahun terakhir, pendataan sudah dilakukan secara jelas. “Saya yang langsung berkunjung ke beberapa perguruan tinggi baik di Merauke maupun di daerah lain untuk mendatakan. Sehingga semuanya telah didatakan dengan baik dan benar. Pembayaran uang beasiswa yang dilakukan juga, harus melalui rekening mereka. Tidak bisa secara manual,” ujarnya. (Jubi/Ans)

Artikel 