Merauke (16/1)—Masyarakat yang tinggal di kampung-kampung, lebih banyak menggunakan dan atau memanfaatkan ramuan tradisional yang ditanam di pekarangan rumah maupun tumbuh sendiri di hutan untuk menyembuhkan penyakit seperti malaria, luka bakar, ibu-ibu melahirkan serta beberapa jenis penyakit lain. Dalam hitungan hari, orang yang sakit sudah sembuh dan dapat melaksanakan kegiatan sebagaimana biasa.
Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Merauke, Dominikus Ulukyanan yang ditemui tabloidjubi.com di ruang kerjanya, Rabu (16/1) mengungkapkan, dari generasi ke generasi, masyarakat yang tinggal di kampung terutama di Pulau Terapung Kimaam, lebih menggunakan ramuan-ramuan tradisional. Karena sudah memberikan kesembuhan kepada banyak orang ketika sedang sakit.
“Saya mau katakan bahwa masyarakat di kampung-kampung, lebih percaya dengan ramuan tradisional dari pada obat-obatan yang diberikan dokter maupun bidan. Karena khasiatnya telah teruji dan tidak memiliki efek sampingan apa-apa. Ya, saya pernah mengalami sakit dan berobat dengan ramuan tersebut juga,” ujarnya.
Diakui jika pernah ada orang Belanda meneliti secara khusus tentang ramuan tersebut. Karena mereka melihat dengan mata kepala sendiri manfaat ramuan yang dalam hitungan hari, sudah dapat bekerja dengan baik dan orang sakit, langsung sehat kembali. (Jubi/Ans)

Artikel 