Merauke (16/1)—Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Merauke, Kusmanto mengungkapkan, para petani yang tinggal di lokasi transmigrasi, sedang mengeluh dengan tingginya harga solar yang terjadi belakangan ini. Jika tidak segera disikapi pemerintah, otomatis lahan yang dibuka pun akan terbatas dan otomatis berdampak terhadap hasil padi yang dipanen dalam tahun ini.
Demikian disampaikan Kusmanto saat ditemui tabloidjubi.com di ruang kerjanya, Rabu (16/1). Menurutnya, jika dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya, para petani di lokasi transmigrasi menggunakan tenaga sapi untuk membajak sawah. Tetapi sekarang dengan sistem mekanisasi dan memanfaatkan traktor.
Dengan demikian, jelas Kusmanto, yang dibutuhkan adalah bahan bakar minyak (BBM) terutama solar. Persoalan yang terjadi sekarang adalah, para petani sangat kesulitan untuk mendapatkan. Sementara beberapa pemilik truk melihat itu sebagai suatu peluang untuk mendapatkan uang. Mereka datang membeli BBM di SPBU dan menimbun. Selanjutnya, akan menjual kepada para petani dengan harga sangat tinggi.
“Saya kira Dinas Pertanian dan Tanaman Pangan Kabupaten Merauke harus mengambil sikap tegas dengan melakukan koordinasi bersama managemen Pertamina, sehingga perlu dialokasikan secara khusus BBM bagi masyarakat di lokasi transmigrasi. Jika itu tidak dilakukan, maka otomatis akan berdampak besar terhadap panen tahun ini,” ujarnya. (Jubi/Ans)

Artikel 