Kantor BPS Kabupaten Merauke di Jalan Martadinata, Merauke, Papua dilaporkan pada medio Januari 2013 diduga dibobol maling alias dicuri. Akibatnya, negara mengalami kerugian senilai Rp 300 Juta dan surat pelepasan adat amblas.
Kabid Humas Polda Papua Kombespol I Gede Sumerta Jaya, SIK ketika dikonfirmasi, Kamis (24/1) membenarkan pihaknya telah menerima laporan dugaan pencurian uang tunai Rp 300 Juta di Kantor BPS Merauke.
Kabid Humas Polda Papua Kombespol I Gede Sumerta Jaya, SIK ketika dikonfirmasi, Kamis (24/1) membenarkan pihaknya telah menerima laporan dugaan pencurian uang tunai Rp 300 Juta di Kantor BPS Merauke.
Dia mengatakan, setelah menerima laporan pihaknya segera menuju ke Kantor BPS Merauke untuk Olah TKP. “Kami masih menyelidiki laporan dugaan pencurian di Kantor BPS guna penyelidikan lebih lanjut,” katanya.
Menurutnya, laporan dugaan pencurian ini berawal ketika pelapor Daniel Toding (55) PNS, Jalan Ahmad Yani Merauke dikasih tahu saksi Eka Ningsih Asriyanti, warga Jalan Seringgu Merauke, Kantor BPS telah kemalingan. Setelah dicek uang tunai Rp 300 Juta dan surat pelepasan adat telah hilang.(mdc/don/lo1)
Menurutnya, laporan dugaan pencurian ini berawal ketika pelapor Daniel Toding (55) PNS, Jalan Ahmad Yani Merauke dikasih tahu saksi Eka Ningsih Asriyanti, warga Jalan Seringgu Merauke, Kantor BPS telah kemalingan. Setelah dicek uang tunai Rp 300 Juta dan surat pelepasan adat telah hilang.(mdc/don/lo1)

Artikel 