Merauke (4/1)—Investor dari Korea berniat untuk melakukan pengeboran terhadap air tanah dengan menggunakan peralatan canggih, guna bisa mendapatkan air bersih. Kedalaman untuk melakukan penyedotan mencapai kurang lebih 500 meter dan kualitas air yang didapatkan, jauh lebih baik jika dibandingkan dengan sumur bor yang digunakan selama ini.
Meskipun belum mendapatkan kepastian, namun para investor yang berjumlah kurang lebih enam orang itu, bertemu dengan Ketua Dewan Perwakilan Rakyat daerah (DPRD) Kabupaten Merauke, Leonardus Mahuze sekaligus menyampaikan niat tersebut. Kurang lebih satu jam, dilakukan pembicaraan secara bersama di ruangan pimpinan dewan.
Leonardus Mahuze yang ditemui tabloidjubi.com usai pertemuan, Jumat (4/1) mengungkapkan, mereka tidak menyedot air rawa, tetapi air tanah dengan menggunakan peralatan canggih. “Saya sudah tanyakan jangan sampai timbul seperti lumpur lapindo, mereka mengaku peralatan yang dimanfaatkan, sangat canggih dan tidak mengganggu proses pengeboran,” katanya.
Dewan, lanjut Leonardus, sangat mendukung apa yang menjadi inisiatif investor tersebut. Asalkan, harus mendapatkan persetujuan terlebih dahulu dengan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Merauke. Sehingga nantinya harus dibuatkan kesepakatan terlebih dahulu, sebelum kegiatan pengeboran dilakukan. “Memang belakangan ini, kita kesulitan air bersih. Sehingga tidak salah jika niat baik investor Korea, diterima dengan baik,” ujarnya.
Perwakilan dari Korea, H. Muhamad mengungkapkan, mereka berniat akan bertemu dengan Bupati Merauke, Romanus Mbaraka untuk membicarakan rencana kegiatan pengeboran air bersih ini. “Kami berniat melakukan kegiatan tersebut agar masyarakat mendapatkan pelayanan air yang lebih baik lagi,” tandasnya. (Jubi/Ans)

Artikel 