Motor yang digunakan Ambo.dirinya terjadi dari motor dan meninggal akibat serangan jantung.
Ambo yang ketika itu pulang mencari rumput makanan hewan, jatuh dari motor dengan posisi telentang di pinggir kiri jalan.
Seorang warga Mandala, Ardian, mengatakan, ia melihat korban mengendarai sepeda motor dengan pelan dari arah timur sebelum Dinas P dan P menuju ke barat, Kantor Kelurahan Mandala, tepatnya depan Dinas P dan P, korban tiba-tiba terjatuh dari sepeda motor yang dikendarainya. Korban jatuh telentang dan napas tersengal-sengal hingga menghembuskan napas terakhir ditempat kejadian.
“Saya lihat dia dari arah sana, pace bawa motor pelan saja. Tetapi tiba-tiba dia jatuh dari motornya, dekat pintu sebelah kanan. Semua orang langsung berkumpul untuk menolong dia, tadi saya lihat napasnya sudah tersengal dan hembuskan napasnya terakhir. Kami tahan mobil untuk diantar ke rumah sakit,” katanya di lokasi kejadian.
Menurut Sutrisno, warga Maro yang membantu mengantarkan korban ke rumah sakit, korban di bawah ke UGD RSUD Merauke dengan mobil ranger putih. Sampai di rumah sakit, pihak medis menyatakan korban telah meninggal dan diduga penyebab korban jatuh karena mendapat serangan jantung secara tiba-tiba saat mengendarai motornya.
“Tadi saya dari Kantor Catatan Sipil, saat mau keluar, saya lihat orang sudah pada berkumpul. Dan melihat korban telentang, langsung saja kita tahan mobil yang lewat. Saya yang pangku kepala korban di mobil, tapi kayaknya napasnya udah gak ada,” ujarnya.
Hasil pemeriksaan sementara tim RSUD Merauke membenarkan hal itu. Menurut diagnosa dr. Mario Simatupang, diperoleh keterangan bahwa meninggalnya Ambo karena serangan jantung.
“Tidak ada tanda-tanda kekerasan, luka atau lecet dan memar pada tubuh korban seperti halnya korban kecelakaan. Korban di duga menderita serangan jantung dan keluarga menyatakan korban menderita penyakit itu,” pungkas Mario.
Hal itu dibenarkan oleh pihak keluarga, Cahya (50), mengatakan, suaminya sedang sakit-sakitan dan telah melarangnya untuk tidak keluar rumah. Korban keluar rumah pada pagi harinya guna mencari rumput (makanan hewan).
“Saya sudah melarangnya untuk tidak keluar, karena dia sedang sakit. Semalam, dia sempat bilang ‘kapan waktunya saya untuk pergi, saya rasa tidak lama lagi,” katanya sambil menangis. Hingga saat ini, Polres Merauke melalui Satuan Lalu Lintas masih melakukan penyelidikan di lokasi kejadian. (lea/achi/lo1)

Artikel 