MERAUKE[PAPOS]-Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Merauke, Ir. Leonardus Mahuze mengungkapkan, pihaknya akan memanggil lagi Dinas Cipta Karya setempat sebagai instansi berkompoten atas pintu air di Transito-Gudang Arang guna memberikan penjelasan seputar belum dirampungkan penyelesaian pekerjaan tersebut. Sehingga berdampak terhadap banjir yang terjadi beberapa hari lalu.
Demikian disampaikan Mahuze yang ditemui wartawan usai memantau daerah pintu air beberapa waktu lalu. Menurutnya, dewan pernah memanggil instansi terkait beberapa bulan lalu untuk memberikan penjelasan seputar penyelesaian proyek dimaksud. “Ya, dengan belum dirampungkannya proyek itu dan telah mengakibatkan banjir dimana-mana, maka dewan akan memanggil lagi instansi dimaksud guna diberikan ketegasan agar pekerjaan segera dituntaskan dan atau diselesaikan,” ungkapnya.
Lebih lanjut Mahuze mengungkapkan, semestinya proyek itu, sudah harus diselesaikan dan atau dirampungkan sebelum musim hujan. Sehingga ketika datang hujan disertai banjir, pintu air Transito-Gudang Arang, dapat berfungsi dengan normal. “Kita pernah memanggil dan menanyakan kenapa sehingga pekerjaan dijalankan menjelang akhir tahun. Hal itu tentunya sangat berdampak besar jika datang musim hujan seperti sekarang. Ini baru satu kali dan banjir telah terjadi dimana-mana,” katanya.
Jika kontraktor bekerja pada musim hujan, demikian Mahuze, persoalannya akan sama dan banjir tak mungkin dapat diatasi. Dewan mengharapkan agar proyek-proyek yang emergency, harus dikerjakan lebih awal lagi. Bila perlu mendahului penganggaran. Semua dapat dilakukan jika ada persetujuan antara dewan dan juga kepala daerah.
Ditambahkan, pekerjaan seperti ini, tentunya harus membutuhkan waktu yang agak lama. Tidak bisa hanya beberapa bulan saja. Hujan baru satu kali dan banjir sudah tergenang di mana-mana. Jika pintu air tidak segera diselesaikan, tentunya akan berdampak besar di kemudian hari. “Ini yang harus diperhatikan dengan baik oleh instansi terkait,” pintanya. [frans

Artikel 