Merauke (13/1)— Berbagai permasalahan serius terjadi di Kabupaten Boven Digoel selama beberapa tahun terakhir, namun tidak diresponi dengan baik oleh pemerintah di tingkat pusat dan provinsi. Sejumlah persoalan yang terjadi adalah mulai dari roda pemerintahan tak berjalan normal, pelayanan terhadap masyarakat kurang berjalan baik dan sejumlah masalah krusial lain.
Melihat berbagai permasalahan yang kurang ditanggai itu, maka Lembaga Masyarakat Adat (LMA) Kabupaten Boven Digoel, Maret Klaru dalam keterangan persnya kepada sejumlah wartawan Sabtu (12/1) menegaskan, pihaknya telah menyatakan sikap tegas untuk tidak mengikuti Pemilihan Gubernur (Pilgub) mendatang.
“Berbagai keluhan baik secara lisan maupun tertulis, telah disampaikan kepada pemerintah pusat maupun provinsi. Namun, sampai dengan sekarang, tidak ada realisasinya. Jadi, ini adalah puncak dari kemarahan masyarakat. Sebagian besar tidak akan mengikuti Pilgub. Mereka pun merasa kecewa dengan ketidakberesan yang terjadi di Kabupaten Boven Digolel,” katanya.
Ditanya apakah masyarakat secara keseluruhan di Kabupaten Boven Digoel tidak memberikan hak suaranya pada pencoblosan nanti, Maret menambahkan, kalaupun ada yang tetap datang, itu adalah haknya. Tetapi bahwa, LMA akan mengambil sikap tegas juga. “Saya berani bicara karena aspirasi dari masyarakat dan kemungkinan sebagian besar tidak datang untuk memberikan hak suaranya pada pelaksanaan pencoblosan,” tandasnya. (Jubi/Ans)

Artikel 