Bupati Merauke, Drs. Romanus Mbaraka, MT saat memberikan arahan kepada para kepala kampung di Distrik Tanah Miring beberapa hari lalu mengungkapkan, pihaknya menyadari jika banyak petani yang sangat membutuhkan alat pertanian. Olehnya, salah satu langkah yang dilakukan adalah membuka bengkel kampung. Pemerintah menyiapkan sejumlah peralatan pertanian yang dapat dimanfaatkan.
Dikatakan, jika dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya, banyak peralatan pertanian diturunkan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Merauke. Hanya saja, tidak dijaga dan dirawat dengan baik. Sehingga, setelah digunakan selama beberapa bulan, langsung mengalami kerusakan. Bahkan, ketika ada yang berhasil memperbaiki, menganggap sebagai barang pribadinya lagi.
“Dengan melihat kondisi seperti itu, maka saya mengambil langkah baru dengan membuka bengkel kampung. Sehingga peralatan yang diberikan pemerintah, dapat diamankan dengan baik setelah dimanfaatkan. Nanti ada operator khusus yang menangani sekaligus mengoperasikan peralatan pertanian yang ada, setelah membuka lahan,” tandasnya.
Dijelaskan, jika peralatan dirawat dengan baik dan benar, otomatis akan bertahan lama. Para petani di kampung-kampung dapat menggunakan peralatan tersebut, tetapi dengan cacatan harus menyiapkan bahan bakar. Sehingga dapat beroperasi. Sekaligus membantu tenaga mekanik yang sudah membuka lahan.
“Saya kira tergantung kesepakatan bersama yang dibangun. Tidak ada standard harga yang ditentukan. Jika antara petani dan operator saling memahami, kegiatan pertanian akan berjalan secara kontinyu tanpa hambatan,” katanya.
Ditambahkan, dengan membuka lahan yang lebih luas, otomatis hasil panen akan didapatkan lebih besar pula. Pada tahun 2012 silam, beras yang dibeli Bulog Merauke mencapai kurang lebih 30 ribu ton. “Ya, karena harga juga sangat baik di pasaran yakni Rp 6.000/kg. Saya jamin harga tersebut akan stabil dan bila perlu naik lagi,” ujarnya. (FR/Merauke)

Artikel 