Merauke, InfoPublik – Penggalian pasir secara illegal oleh oknum masyarakat di jalur pipa PDAM Merauke, yang kini berubah nama menjadi PT Wedu, di sekitar area Bandara Mopah Merauke, membuat perusahaan tersebut mengalami kerugian.
Pasalnya, akibat penggalian pasir secara illegal tersebut, membuat pipa primer (induk) dari pompa penampungan Wasur ke pompa penampungan Muli, mengalami kebocoran.
“Saya tidak tahu berapa besar kerugian. Karena untuk menghitungnya itu tenaga teknis. Tekanan air berapa, besarnya pipa dan berapa debit air perdetik. Nah itulah yang bisa dihitung untuk mengetahui besarnya kerugian akibat bocornya pipa primer ini,’’ kata Direktur PT Wedu, Lans Pattinaja, ketika ditemui di sela-sela menimbun kembali lubang galian pasir secara illegal di jalur pipa primer tersebut, Rabu (24/10).
Tanah yang digunakan untuk menimbun kembali bekas galian bagian yang telah digali tersebut terpaksa dibeli kembali pihak PT Wedu dengan harga Rp500.000/retnya. Menurut Pattinaja, saat penggalian pasir tersebut pihaknya tidak melihat secara langsung karena dilakukan pada tengah malam.
Jika tidak dilakukan penimbunan, akan menimbulkan kerugian yang lebih besar lagi. Sebab, kebocoran pipa primer tersebut bisa lebih besar lagi dan dapat dipastikan tidak ada air yang sampai ke pompa penampungan Muli. ‘’Bocor kecilnya sudah kita tutup sebelum galian ini kita timbun dengan tanah,’’ jelasnya.
Di sekitar lokasi tersebut, masih terlihat banyak tumpukan pasir sudah digali dan siap diangkut truk. Menurut Lans Pattinaja, pihaknya sudah melaporkan ke Polisi terkait dengan penggalian pasir di jalur pipa PDAM tersebut.
‘’Kalau masih terjadi penggalian setelah kita timbun ini, kita menyerah saja. Karena kita sudah laporkan ke Polisi. Kalau terjadi lagi dan Polisi tidak bergerak siapa lagi yang akan bergerak. Karena alat keamanan tidak ada lagi selain Polisi,’’ katanya. (02/media center/toeb)
Thursday, 25 October 2012
PDAM Merauke Alami Kerugian Akibat Penggalian Pasir
Ditulis Oleh : ~ Portal Berita Merauke
Artikel PDAM Merauke Alami Kerugian Akibat Penggalian Pasir ini diposting oleh Portal Berita Merauke pada hari Thursday, 25 October 2012. Radar Merauke menyajikan informasi terkini tentang berbagai peristiwa yang terjadi di kota Merauke dan wilayah Papua Selatan umumnya. Kritik dan saran dapat anda sampaikan melalui kotak komentar. Copyright berita dalam site ini milik pemilik berita: Kompas, Cenderawasihpos, Tabloid Jubi, Jaringan Pasificpost, Infopublik, Jaringan JPNN dll. Radar Merauke adalah web personal yang merangkum berita dari berbagai media.

