MERAUKE - Panglima Kodam XVII/Cenderawasih Mayjen TNI M. Erwin Syafitri mengaku tidak menemukan tantangan atau kendala terberat selama menjabat sebagai Pangdam di Papua. Kendati sepanjang menjabat amanah sebagai orang nomor satu di lingkup TNI AD di wilayah Papua, acapkali terjadi pergolakan yang diduga dilakukan oleh kelompok dari gerakan separatis bersenjata (GSB), namun jenderal bintang dua yang sebentar lagi akan mengakhiri tugas jabatan Pangdam ini lebih menanggapi hal tersebut dengan bijak. Menurutnya selama ini TNI selalu mengedepan soft power, dimana tidak lagi menggunakan senjata api tetapi lebih kepada tenaga dan keterampilan.
‘’Itu target saya. Saya menginginkan sejak kemarin agar semua Bupati bisa meminta tentara agar tenaganya dimaksimalkan untuk membangun daerahnya dalam rangka percepatan pembangunan di Papua,’’ ungkap Pangdam saat bertandang ke Merauke dalam rangka pamitan kepada seluruh jajaran TNI dan Muspida di Kabupaten Merauke, beberapa waktu lalu. Masih dikatakan Pangdam, sampai sekarang ini hanya ada beberapa kabupaten yang memanfaatkan tenaga TNI untuk membangun daerahnya, yaitu Kabupaten Lanny Jaya, Pengunungan Bintang, Fakfak dan Kaimana.
‘’Saya kan punya Denzipur dalam rangka percepatan untuk pembukaan daerah terisolir dengan membuka jalan. Dan ini bias dimanfaatkan’’ jelasnya. Kembali disinggung ihwal temuan masih adanya hasrat sebagian masyarakat Papua yang membuat situasi di bumi cenderwasih ini menjadi tidak aman dan kondusif. Lagi-lagi peraih Adhi Makayasa tahun 1982 ini menjawabnya dengan bijak.
Menurutnya, ia mempersilahkan masyarakat bersangkutan untuk berbebuat seperti itu, namun untuk menyelesaikannya bukan lagi tentara yang akan melawan tapi akan dilakukan oleh masyarakat sendiri. ‘’Tidak perlu tentara. Kita sekarang memenuhi keinginan mereka untuk percepatan pembangunan. Manfaatkan itu saja. Saya ingin buktikan bahwa tentara itu bukan musuhnya rakyat. Tapi masyarakat sendiri terhambat pembangunannya karena ulah mereka. Yang jelas saya ingin membantu masyaraka biar masyarakat mengetahui sendiri bahwa kita ini terlambat bukan karena siapa, tapi karena diganggu terus. Itu yang membuat kita di Papua terus mengalami ketertinggalan,’’ tegasnya beralasan. Sekadar informasi kedatangan Pangdam XVII/Cenderawasih bersama rombongan ini, untuk berpamitan kepada seluruh jajaran TNI AD di Merauke, baik yang melaksanakan tugas organik maupun satuan tugas pengamanan perbatasan RI-PNG, berkaitan dengan masa tugasnya sebagai Pangdam Papua yang akan berakhir. (lea/achi/LO1)

Artikel 