Merauke (28/10)—-Panitia di Masjid Nurul Mujahidin Ampera-Merauke yang berjumlah belasan orang, sempat kewalahan dengan ratusan masyarakat yang datang baik membawa kupon maupun tidak untuk antre agar bisa mendapatkan daging satu kilogram. Meski demikian, pembagian berjalan lancar, setelah ‘lengkingan’ suara H Ali Sabana, SE melalui microfon, didengar warga ketika sedang antri.
Sebagaimana disaksikan tabloidjubi.com, Sabtu (27/10), terlihat warga berdesak-desakan dan sudah tidak sabar lagi menerima daging. Setelah pintu pagar dibuka stengah, satu persatu dipersilahkan masuk sambil menunjuk kupon untuk menerima daging. Ketua Panitia, Agustan, ST, MT yang diberikan kepercayaan, harus ikut turun tangan langsung untuk bersama-sama panitia membagikan daging. Mereka yang sudah menerima, langsung diberikan cap pada salah satu jari tangan.
Ketua panitia kegiatan, Agustan, ST, MT yang ditemui tabloidjubi.com di sela-sela pembagian daging, mengungkapkan, khusus untuk di lingkungan Ampera, terdapat empat belas hewan kurban yakni sapi maupun kambing. Berdasarkan hasil survey yang dilakukan, tujuh ekor sapi adalah sumbangan atas nama kelompok. Sedangkan empat lagi adalah perorangan. Sisanya itu adalah patungan dari masyarakat setempat.
Dari jumlah tersebut, demikian Agustan yang juga dosen Fakultas Teknik Universitas Musamus (Unmus) itu, pada Jumat (26/10) dipotong dua ekor. Sedangkan sisa lainnya dipotong pada keesokan hari. “Kami juga akan membagikan kepada mereka yang berhak untuk mendapatkan, termasuk orang yang menyumbang hewan kurban. Ya, mereka tidak menuntut harus mendapatkan dalam jumlah banyak, tetapi tetap harus diberikan sebagaimana biasa,” tuturnya.
Dijelaskan, pihak panitia juga telah mendistribusikan sebanyak tiga ratusan kupon kepada masyarakat. Mereka yang mendapatkan daging tersebut, tidak melihat apakah Muslim atau non Muslim.Tetapi lebih difokuskan kepada mereka yang berasal dari latar belakang ekonomi tidak mampu. “Itu yang menjadi prioritas dari kami,” ujarnya.
Disinggung jika banyak sekali warga yang datang tetapi tidak membawa kupon, Agustan menambahkan, panitia telah mengantisipasinya. Dimana, mereka akan tetap diakomodir juga, namun diberikan terlebih dahulu kepada warga yang membawa kupon. “”Ya, kami akan tetap urus mereka untuk mendapatkan daging kurban. Sehingga tidak pulang dengan kekecewaan,” tandasnya.(Jubi/Ans)

Artikel 