Merauke (24/9)—Bupati Merauke, Drs. Romanus Mbaraka, MT menegaskan, selain lima puluh unit rumah yang telah dibangun, 150 lainnya sudah diserahkan dan ditempati masyarakat. Itu semua adalah perjuangan yang dilakukannya ketika masih menjabat sebagai Ketua Bappeda Merauke.
“Saya ingin buka kepada masyarakat di Kuper untuk tahu secara pasti dan jelas bahwa, salah satu alasan mendasar mendorong saya maju menjadi Bupati Merauke, karena pada saat pembagian 150 unit rumah yang dilakukan saat itu, justru tidak merata. Ya, terpaksa saya harus buka dan masyarakat mengetahui sejarah yang sebenarnya,” tegas dia.
Lebih lanjut Bupati Merauke mengatakan, dirinya yang berteriak dan membangun komunikasi secara intens dengan Dirjen Pemukiman dan Transmigrasi di Jakarta, sehingga bantuan pembangunan perumahan dilakukan. “Jadi, saya kerja untuk melobi hingga bantuan datang,” katanya.
“Apa yang saya lakukan itu, semata-mata agar masyarakat Kuper bisa tinggal di rumah layak. Kalau ada yang belum diakomodir, saya menantang dan berpihak kepada warga lokal. Kita harus hormati mereka dengan membangun perumahan yang baik dan layak sehingga bisa ditempati,” tegasnya. (Jubi/Ans)

Artikel 