Merauke (24/9)— Sebanyak sepuluh mahasiswa yang dikirim Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Merauke untuk melanjutkan studi di Akademi Perpajakan di Tangerang beberapa tahun silam, hingga kini nasibnya terkatung-katung alias tidak jelas. Karena lembaga pendidikan tersebut, dikabarkan tidak diakui sehingga mahasiswanya pun tak bisa wisuda hingga sekarang.
Salah satu orangtua mahasiswa, Yoseph Gebze yang ditemui tabloidjubi.com di Kampung Sarsang, Distrik Semangga, Selasa (24/9) menuturkan, kesepuluh anak tersebut dikirim oleh Kepala Dinas Pendidikan dan Pengajaran Kabupaten Merauke, Drs. Vincentius Mekiuw. Saat itu, pemerintah mengatakan kurang lebih tiga tahun, anak-anak sudah bisa menyelesaikan studi dan diwisuda.
Namun sayangnya, demikian Yoseph, setelah menyelesaikan kuliah, sampai sekarang belum diwisuda pula. “Memang informasi yang saya dengar dari anak-anak jika lembaga pendidikan tersebut, tidak diakui sehingga wisuda pun belum terlaksana. Jadi, mereka terlantar dan ada yang terpaksa harus melanjutkan kuliah lagi di Universitas Kristen Indonesia (UKI),” ujarnya. (Jubi/Ans)

Artikel 