Seorang peserta test CPNS di lingkungan Departemen Agama, Kantor Agama Kabupaten Boven Digoel, mengaku sangat kecewa dengan perekrutan CPNS di lingkungan Kantor Agama Kabupaten Boven Digoel. Pasalnya dirinya telah didatangi oleh seorang oknum panitia dan menyatakan lulus, namun saat pengumuman, namanya tidak ada.
''Waktu itu yang bersangkutan mendatangi saya di rumah, lalu menyampaikan jika saya lulus. Tapi meminta uang Rp 50 juta kepada saya. Karena saya tidak punya uang, permintaan itu saya tidak kabulkan, namun saat pengumuman, nama saya tidak ada. Padahal sebelumnya saya diberitahu sudah lulus,''katanya kepada Cenderawasih Pos yang meminta namanya dirahasiakan.
Ia curiga sepertinya ada permainan dalam perekrutan CPNS tersebut. ''Jika saya ada uang dan bayar saat itu, mungkin saya lulus. Karena yang datang ke saya itu panitia,'' katanya. Kepala Kantor Agama Kabupaten Boven Digoel Paskalis Butiop, S.Sos, ketika dikonfirmasi Cenderawasih Pos dengan tegas menolak adanya permainan dalam perekrutan CPNS. ''Bukan kami di sini maupun di Jayapura yang menentukan kelulusan tapi di Jakarta berdasarkan hasil test para peserta. Jadi yang lulus ini, itu lulus murni. Tidak ada permainan itu,"tandas Paskalis. Bahkan ia menunjuk 2 tenaga honorer yang saat itu ada di sampingnya yang menurutnya sudah 2 tahun telah membantunya, namun tidak lulus dalam test tersebut.
''Jika kami di sini yang menentukan kelulusan, pasti 2 staf saya ini sudah lulus,'' katanya. Karena itu, jika ada yang datang dengan mengatasnamakan panitia, sebagai pimpinan, tidak tahu menahu dan tidak bertanggungjawab. "Jika memang itu benar ada, itu bukan atas nama panitia, tapi oknum panitia. Karena sejak awal saya sebagai pimpinan dan penanggung jawab penerimaaan ini, sudah tekankan untuk jalan apa adanya dan kerja dengan lurus dan menghindari hal-hal yang tidak diinginkan,'' terangnya.(ulo)
Sumber : Cenderawasih Pos
''Waktu itu yang bersangkutan mendatangi saya di rumah, lalu menyampaikan jika saya lulus. Tapi meminta uang Rp 50 juta kepada saya. Karena saya tidak punya uang, permintaan itu saya tidak kabulkan, namun saat pengumuman, nama saya tidak ada. Padahal sebelumnya saya diberitahu sudah lulus,''katanya kepada Cenderawasih Pos yang meminta namanya dirahasiakan.
Ia curiga sepertinya ada permainan dalam perekrutan CPNS tersebut. ''Jika saya ada uang dan bayar saat itu, mungkin saya lulus. Karena yang datang ke saya itu panitia,'' katanya. Kepala Kantor Agama Kabupaten Boven Digoel Paskalis Butiop, S.Sos, ketika dikonfirmasi Cenderawasih Pos dengan tegas menolak adanya permainan dalam perekrutan CPNS. ''Bukan kami di sini maupun di Jayapura yang menentukan kelulusan tapi di Jakarta berdasarkan hasil test para peserta. Jadi yang lulus ini, itu lulus murni. Tidak ada permainan itu,"tandas Paskalis. Bahkan ia menunjuk 2 tenaga honorer yang saat itu ada di sampingnya yang menurutnya sudah 2 tahun telah membantunya, namun tidak lulus dalam test tersebut.
''Jika kami di sini yang menentukan kelulusan, pasti 2 staf saya ini sudah lulus,'' katanya. Karena itu, jika ada yang datang dengan mengatasnamakan panitia, sebagai pimpinan, tidak tahu menahu dan tidak bertanggungjawab. "Jika memang itu benar ada, itu bukan atas nama panitia, tapi oknum panitia. Karena sejak awal saya sebagai pimpinan dan penanggung jawab penerimaaan ini, sudah tekankan untuk jalan apa adanya dan kerja dengan lurus dan menghindari hal-hal yang tidak diinginkan,'' terangnya.(ulo)
Sumber : Cenderawasih Pos

Artikel 