Sekretaris KPAD Kabupaten Merauke, Henny Astuty Suparman,SH mengungkapkan kasus penderita HIV dan AIDS di Kabupaten Merauke mengalami penurunan. Hal ini berdasarkan data kasus yang dihimpun dari pusat-pusat VCT ditahun 2008 yang menunjukkan dari jumlah 7097 orang yang di VCT terdapat Positif HIV sebanyak 59 kasus (0,83%) dan negatif HIV sebanyak 7024 (98,97%). Hal tersebut cukup menggembirakan, namun sekaligus sebagai tantangan bagi KPAD Merauke untuk terus melakukan upaya penanggulangan HIV dan AIDS di tahun 2009.
Kendati demikian, pihak KPAD banyak mengalami kendala dalam membangun pemahaman masyarakat agar sama-sama peduli terhadap permasalahan ini. Untuk itu, pihak KPAD akan melakukan kajian dan pendataan mengenai berapa banyak masyarakat yang sudah mendapatkan informasi HIV dan AIDS. “ Selain info, kita juga akan melakukan survey ke dinas-dinas atau instansi terkait, sekolah-sekolah dan berbagai komunitas sehingga KPAD mendapatkan masukan apa saja yang sudah dilakukan maupun yang belum dilakukan KPAD terkait program penanggulangan HIV dan AIDS yang sudah sekian tahun berjalan”, tuturnya ketika diwawancara di ruang kerjanya (9/2).
Menurutnya, kendala yang selama ini terjadi akan dapat diatasi jika terbangun pemahaman pemikiran yang sama dari para stakeholder tentang penanggulangan HIV dan AIDS. “Ini merupakan bagian yang harus digerakkan agar KPAD dapat mencari cara yang tepat sehingga semua orang dapat peduli terhadap permasalahan ini”, jelasnya. (drie/Merauke)
Sumber : Tabloid Jubi
Kendati demikian, pihak KPAD banyak mengalami kendala dalam membangun pemahaman masyarakat agar sama-sama peduli terhadap permasalahan ini. Untuk itu, pihak KPAD akan melakukan kajian dan pendataan mengenai berapa banyak masyarakat yang sudah mendapatkan informasi HIV dan AIDS. “ Selain info, kita juga akan melakukan survey ke dinas-dinas atau instansi terkait, sekolah-sekolah dan berbagai komunitas sehingga KPAD mendapatkan masukan apa saja yang sudah dilakukan maupun yang belum dilakukan KPAD terkait program penanggulangan HIV dan AIDS yang sudah sekian tahun berjalan”, tuturnya ketika diwawancara di ruang kerjanya (9/2).
Menurutnya, kendala yang selama ini terjadi akan dapat diatasi jika terbangun pemahaman pemikiran yang sama dari para stakeholder tentang penanggulangan HIV dan AIDS. “Ini merupakan bagian yang harus digerakkan agar KPAD dapat mencari cara yang tepat sehingga semua orang dapat peduli terhadap permasalahan ini”, jelasnya. (drie/Merauke)
Sumber : Tabloid Jubi

Artikel 