Hal itu diungkapkan oleh petugas kesehatan LAPAS Merauke Yustinus Samuel ketika dikonfirmasi diruang kerjanya (6/2). “Kerahasiaan 2 odha tersebut tetap dijaga, kecuali mereka sendiri yang membuka status terhadap napi lainnya,” tutur Samuel.Mengenai penanganan terhadap kedua odha tersebut, Samuel mengaku telah melakukan sejumlah koordinasi dengan berbagai pihak, diantaranya Pokja RSUD Merauke dan BPKM Yasanto yang bertindak dalam melakukan VCT.
Terhadap kondisi kedua odha, Samuel mengungkapkan bahwa saat ini mereka dalam kondisi yang cukup baik. Meskipun demikian, pernah terjadi seorang odha mengalami drop dan segera ditangani sehingga dapat tertolong hidupnya. “Saat ini keduanya telah mendapatkan ARV dan selalu diawasi dalam pemenuhan gizinya,” kata Samuel.Perlakuan petugas terhadap kedua odha menurutnya tidak ada pembedaan, tidak pula didiskriminasi. Mereka tetap dibiarkan membaur dengan napi lainnya termasuk tempat tidur mereka tetap digabung menjadi satu dengan napi lainnya. (drie/Merauke)
Sumber : Tabloid Jubi

Artikel 