
Rencana pihak Bulog Merauke untuk mendatangkan beras dari luar untuk mengantisipasi stok yang ada, akhirnya terealisasi. Sebanyak 3000 ton beras asal Makassar melalui Pelabuhan Pare-Pare telah didatangkan dari rencana sebelumnya sebanyak 9.000 ton. ''Memang ada beras yang kami masukkan dari Makassar lewat Pelabuhan Pare-Pare sebanyak 3.000 ton. Dari 3.000 ton itu, 1800 ton diantaranya sudah berhasil dibongkar dan saat ini sudah ada di dalam gudang kami. Sedangkan 1.200 ton lainnya masih berada di atas kapal, karena kapal kemarin lagi kehabisan BBM untuk membongkarnya,'' kata Kepala Bulog Sub Devri Merauke Drs H Yurianto, ketika ditemui di ruang kerjanya, Rabu (4/2) kemarin.
Beras yang didatangkan itu, lanjut dia, sebagai pemerataan dan antisipasi stok. Sebab, menurutnya, tanpa mendatangkan beras dari luar, persediaan beras di gudang Bulog Merauke saat ini cukup memenuhi kebutuhan PNS dan TNI/Polri. ''Tapi kami juga melayani kebutuhan untuk pegawai yang ada di 3 kabupaten pemekaran lainnya,'' terangnya. Apalagi selama Januari, lanjutnya, ada beras dari lokasi sebanyak 700 ton yang masuk ke gudangnya. Disamping itu, di akhir Februari ini, sudah ada petani yang mulai panen di sekitar Kurik dan Salor. Dengan masuknya, beras asal maka posisi stok yang ada di gudang Bulog Merauke sekarang ini sebanyak 6.250 ton. ''Cukup untuk kebutuhan selama 2 setegah bulan ke depan. Karena kebutuhan kita setiap bulannya mencapai Rp 2.500 ton,'' tandasnya.
Disinggung apakah sisa dari rencana semula sebanyak 9.000 ton tetap akan dimasukan ke Merauke, mantan Kadolog Sorong ini mengaku akan melihat hasil panenan petani lokal tahun ini. ''Jika panen tahun ini bagus, berarti itu tidak lanjut lagi, karena gudang kita juga kapasitasnya terbatas,'' terangnya.(ulo)
Sumber : Cenderawasih pos

Artikel 