Pemerintah Kabupaten Boven Digoel akan mengevaluasi dana Rp 300 juta yang disalurkan ke tiap kampung. Kebijakan itu dilanjutkan pada tahun anggaran 2009 ini dengan memberikan dana yang sama ke setiap kampung untuk dikelola secara langsung oleh masyarakat kampung. Seperti diketahui bahwa total kampung defenitif yang ada di Kabupaten Boven Digoel saat ini sebanyak 88 kampung, ditambah 12 kampung yang disahkan dan ditetapkan oleh DPRD Kabupaten Boven Digoel akhir Desember 2008 lalu. Dengan demikian, total dana yang akan disalurkan Pemkab Boven Digoel tahun tahun anggaran 2009 ini sebesar Rp 30 miliar.
Dengan Bantuan Pemkab Boven Digoel sebesar Rp 300 juta ditambah bantuan dana Respek Rp 100 juta dari Pemprov Papua, maka total dana yang dikelola masyarakat di setiap kampung di daerah tersebut sebesar Rp 400 juta.
Tentang evaluasi itu diungkapkan Wakil Bupati Boven Digoel MarselinoYamkondo, menjawab pertanyaan Cenderawasih Pos, ditemui di kediamannya di Merauke, Sabtu (7/2). Sejak dana itu dikucurkan, lanjut Wabup Marselinus, pihaknya belum melakukan evaluasi sejauh mana pengaruh bantuan tersebut ke masyarakat, apakah berhasil atau tidak.
Menurut Wabup Marselinus, kebijakan memberikan bantuan Rp 300 juta ke setiap kampung ini karena dari hasil evaluasi pihaknya bahwa selama ini masyarakat terkadang hanya sebagai penonton jika ada proyek pembangunan yang turun ke kampung. ''Dengan dana ini, diharapkan masyarakat yang ada di kampung bisa memiliki penghasilan sendiri sehingga dapat meningkatkan dan menggerakan ekonomi masyarakat di kampung,'' terangnya. Untuk mengelola dana yang cukup besar itu, menurutnya, diserahkan langsung ke masyarakat di Kampung melalui Badan Musyawarah Kampung (DPRD-nya Kampung). ''Nah, di Bamuskam itu yang menentukan apa yang harus dilakukan dengan uang itu. Jadi uang itu bukan dibagi-bagi tapi melalui suatu kegiatan masyarakat di kampung yang direncanakan dan dilaksanakan oleh masyarakat kampung itu sendiri,'' terangnya. Namun infrastruktur yag akan dibangun itu adalah untuk kepentingan yang bersifat umum.
''Contohnya bisa untuk membangun jembatan, jalan di kampung atau untuk rehab tempat ibadah atau balai kampung,'' terangnya. Termasuk pengadaan tenaga listrik dengan membangun hidro listrik dengan menggunakan tenaga air. ''Jadi masyarakat diberi kepercayaan penuh untuk merencanakan dan menentukan kegiatan apa yang akan dilakukan dengan pendampingan PNPM Mandiri,'' terangnya.
Namun diakui Wabup Marselinus, dana sebesar Rp 300 juta tersebut tidak lansung seluruhnya ditransfer tapi secara bertahap sesuai dengan program yang direncanakan dan ditetapkan oleh masyarakat. (ulo)
Sumber : Cenderawasih Pos
Dengan Bantuan Pemkab Boven Digoel sebesar Rp 300 juta ditambah bantuan dana Respek Rp 100 juta dari Pemprov Papua, maka total dana yang dikelola masyarakat di setiap kampung di daerah tersebut sebesar Rp 400 juta.
Tentang evaluasi itu diungkapkan Wakil Bupati Boven Digoel MarselinoYamkondo, menjawab pertanyaan Cenderawasih Pos, ditemui di kediamannya di Merauke, Sabtu (7/2). Sejak dana itu dikucurkan, lanjut Wabup Marselinus, pihaknya belum melakukan evaluasi sejauh mana pengaruh bantuan tersebut ke masyarakat, apakah berhasil atau tidak.
Menurut Wabup Marselinus, kebijakan memberikan bantuan Rp 300 juta ke setiap kampung ini karena dari hasil evaluasi pihaknya bahwa selama ini masyarakat terkadang hanya sebagai penonton jika ada proyek pembangunan yang turun ke kampung. ''Dengan dana ini, diharapkan masyarakat yang ada di kampung bisa memiliki penghasilan sendiri sehingga dapat meningkatkan dan menggerakan ekonomi masyarakat di kampung,'' terangnya. Untuk mengelola dana yang cukup besar itu, menurutnya, diserahkan langsung ke masyarakat di Kampung melalui Badan Musyawarah Kampung (DPRD-nya Kampung). ''Nah, di Bamuskam itu yang menentukan apa yang harus dilakukan dengan uang itu. Jadi uang itu bukan dibagi-bagi tapi melalui suatu kegiatan masyarakat di kampung yang direncanakan dan dilaksanakan oleh masyarakat kampung itu sendiri,'' terangnya. Namun infrastruktur yag akan dibangun itu adalah untuk kepentingan yang bersifat umum.
''Contohnya bisa untuk membangun jembatan, jalan di kampung atau untuk rehab tempat ibadah atau balai kampung,'' terangnya. Termasuk pengadaan tenaga listrik dengan membangun hidro listrik dengan menggunakan tenaga air. ''Jadi masyarakat diberi kepercayaan penuh untuk merencanakan dan menentukan kegiatan apa yang akan dilakukan dengan pendampingan PNPM Mandiri,'' terangnya.
Namun diakui Wabup Marselinus, dana sebesar Rp 300 juta tersebut tidak lansung seluruhnya ditransfer tapi secara bertahap sesuai dengan program yang direncanakan dan ditetapkan oleh masyarakat. (ulo)
Sumber : Cenderawasih Pos

Artikel 