Warga lima kampung di Distrik Wan, Pulau Kimaam Selatan-Kabupaten Merauke, Papua, terancam kelaparan. Seluruh tanaman di wilayah kelima kampung tersebut tergenang karena desakan pasang air laut ke daratan.
Tanaman yang tergenang itu antara laian keladi, singkong, dan pisang, yang selam aini menjadi bahan makanan pokok bagi warga di lima kampung tadi. Setidaknya terdapat 2.500 jiwa yang tinggal di kampung-kampung tersebut. Ancaman Kelaparan yang mengancam warga di lima kampung di Distrik Wan-Pulau Kimaam tadi terungkap lewat laporan tokoh agama setempat, Pastur Silvester Tokio, MSC. Tokio-lah yang melaporkan kondisi buruk tersebut ke Bupati Merauke Drs Johanes Gluba Gebze.
Kepala Dinas Sosial dan Kesejahteraan Masyarakat Drs Daniel Pauta membenarkan adanya laporan tersebut. Menurutnya, cadangan bahan makanan pokok warga di lima kampung tadi tersisa untuk satu bulan saja. ''Kalau sampai sebulan lagi tidak segera ada bantuan yang bisa disalurkan ke sana, 2.500 jiwa terancam kelaparan,'' paparnya.
Kondisi tersebut, menurut Daniel, terjadi karena tanaman mereka yang sebenarnya sudah siap panen terendam air pasang. Masih menurut Daniel, laporan pastur tersebut didukung dengan foto-foto yang dibawanya sebagai bukti. (ulo/jpnn/ruk)
Sumber : Indo Pos
Tanaman yang tergenang itu antara laian keladi, singkong, dan pisang, yang selam aini menjadi bahan makanan pokok bagi warga di lima kampung tadi. Setidaknya terdapat 2.500 jiwa yang tinggal di kampung-kampung tersebut. Ancaman Kelaparan yang mengancam warga di lima kampung di Distrik Wan-Pulau Kimaam tadi terungkap lewat laporan tokoh agama setempat, Pastur Silvester Tokio, MSC. Tokio-lah yang melaporkan kondisi buruk tersebut ke Bupati Merauke Drs Johanes Gluba Gebze.
Kepala Dinas Sosial dan Kesejahteraan Masyarakat Drs Daniel Pauta membenarkan adanya laporan tersebut. Menurutnya, cadangan bahan makanan pokok warga di lima kampung tadi tersisa untuk satu bulan saja. ''Kalau sampai sebulan lagi tidak segera ada bantuan yang bisa disalurkan ke sana, 2.500 jiwa terancam kelaparan,'' paparnya.
Kondisi tersebut, menurut Daniel, terjadi karena tanaman mereka yang sebenarnya sudah siap panen terendam air pasang. Masih menurut Daniel, laporan pastur tersebut didukung dengan foto-foto yang dibawanya sebagai bukti. (ulo/jpnn/ruk)
Sumber : Indo Pos

Artikel 