Radar Merauke menyajikan informasi terkini tentang berbagai peristiwa yang terjadi di kota Merauke dan wilayah Papua Selatan umumnya.
UPDATE!! Berita di Radar Merauke dapat dibaca langsung lewat Smartphone Android! Baca fiturnya DISINI atau Download aplikasinya disini : LINK Download Android RadarMeraukeCom.APK !!! Baca berita Via Opera Mini Atau Browser Handphone (Blackberry/Iphone/Symbian) : http://www.radarmerauke.com/?m=1 .

Wednesday, 21 January 2009

Belajar dari Suku Asmat Asah Pisau dengan Pasir



Siapa bilang mengasah pisau atau pahat harus dengan batu kali? Kita bisa nyontek budaya pemahat Papua. Menurut Deki Asiam, seorang warga Papua dari suku Asmat yang sudah memahat sejak kecil. Deki mengatakan pasir pun bisa digunakan untuk menajamkan pisau atau pahatnya. Pasir yang bisa digunakan untuk mengasah harus melewati proses yang cukup panjang. Di daerahnya, pasir berwarna kuning harus dikeringkan terlebih dahulu. Dikeringkannya pun di dalam sebuah batangan bambu.

"Proses pengeringannya makan waktu berbulan-bulan," ujar Deki sambil terus asyik memahat kayu akasia menjadi sebuah patung di stand British Petroleum dalam acara Indonesian Petroleum Association (IPA) Convention di Jakarta, Rabu (28/5). Sesudah kering, pasir itu kemudian ditebar di atas kulit atau tulang sagu, dan barulah pasir bisa digunakan untuk mengasah pisau atau pahat. Cara memahatnya pun berbeda, menurut Deki, yaitu dengan menggosok-gosok pisau atau pahat pada pasir secara vertikal.

"Harus begini. Kalau pasirnya sudah halus, siram lagi (dengan sisa pasir yang lain). Hasilnya akan lebih tajam daripada pahat dengan batu kali," ujarnya dengan logat khas Papua sambil mencontohkan gerakannya. Deki menambahkan pasir ini bisa digunakan berulang kali hingga berbulan-bulan. Deki terus memahat dengan teliti. Tangan kirinya begitu lihai menempatkan pahat dan memukulnya dengan batu di tangan kanan. Deki sekarang aktif memahat di Anjungan Papua di Taman ini Indonesia Indah (TMII).

"Saya sedih lihat budaya seni Papua sudah mulai hilang. Di sini (TMII Jakarta), benda-benda seninya sama sekali tak lengkap," ujar pria berusia 56 tahun ini. Deki sebelumnya juga memahat di Bandung. Kurang lebih 15 tahun yang lalu, dia dipanggil ke Jakarta untuk membantu pengembangan pariwisata Indonesia khusus daerah Papua. "Tapi tak jalan lagi, sekarang cari makan sendiri dengan memahat," tandas pria yang mengaku sedang flu berat karena baru saja pulang dari rangkaian acara tradisional yang diadakan oleh salah satu akademi di Solo.

Menonjolkan budaya Papua di stand-nya saat ini, menurut Executive Vice President HR and Relations BP Indonesia Nico Kanter, merupakan bentuk perhatian BP terhadap Papua. "Kalau orang cuma menampilkan secara teknik, atau gambar-gambar saja, kita menghadirkan langsung," ujar Nico. Di stand ini, kita tidak hanya melihat pemahat Asmat, tetapi juga dapat menikmati berbagai makanan khas Papua, seperti Papeda dan kue sagu.(LIN)

Sumber : Kompas

Share on :
Silahkan berikan komentar melalui Facebook. Jangan lupa login dulu melalui akun facebook anda. Pembaca dapat mengirimkan komentar terkait artikel atau berita yang ditayangkan. Isi komentar bukan merupakan pandangan, pendapat ataupun kebijakan radarmerauke.com dan sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Ditulis Oleh : ~ Portal Berita Merauke

Artikel Belajar dari Suku Asmat Asah Pisau dengan Pasir ini diposting oleh Portal Berita Merauke pada hari Wednesday, 21 January 2009. Radar Merauke menyajikan informasi terkini tentang berbagai peristiwa yang terjadi di kota Merauke dan wilayah Papua Selatan umumnya. Kritik dan saran dapat anda sampaikan melalui kotak komentar. Copyright berita dalam site ini milik pemilik berita: Kompas, Cenderawasihpos, Tabloid Jubi, Jaringan Pasificpost, Infopublik, Jaringan JPNN dll. Radar Merauke adalah web personal yang merangkum berita dari berbagai media.
 
© Copyright RadarMerauke.com | Portal Berita Merauke @Since 2008 - 2013 - Some rights reserved | Powered by Blogger.com.
Template Design by Owner Template | Published by Owner Template and Owner
WWW.RADARMERAUKE.COM - PORTAL BERITA MERAUKE
( www.radarmerauke.me | www.radarmerauke.asia | Email : radarmerauke@gmail.com | radarmerauke@yahoo.com )

Radar Merauke menyajikan informasi terkini tentang berbagai peristiwa yang terjadi di kota Merauke dan wilayah Papua Selatan umumnya. Copyright berita dalam site ini milik pemilik berita: Kompas, Bintang Papua, Cenderawasihpos, Tabloid Jubi, Jaringan Pasificpost, Infopublik, suluhpapua, Jaringan JPNN dll. Radar Merauke adalah web personal yang merangkum berita dari berbagai media.