Setelah adanya pengumuman resmi dari Departemen Pendidikan Nasional tentang standard kelulusan tahun ajaran 2009 dari 5,25 naik menjadi 5,5, sejumlah sekolah sudah mengantisipasinya dengan menerapkan pola pendidikan yang lebih ketat kepada siswa dan siswi kelas III yang akan mengikuti pelaksanaan ujian nanti. Selain itu juga mengundang orangtua dan komite sekolah untuk pertemuan sekaligus membicarakan lagi sehingga bisa diketahui secara bersama.
Wakil Kepala Sekolah (Wakasek) Bidang Kesiswaan SMAN 1 Merauke, Ary Arman Syah yang ditemui di ruang kerjanya, Selasa (20/1) membenarkan telah mendapatkan informasi seputar akan dinaikan standard kelulusan dari 5,25 menjadi 5,5 bagi siswa dan siswi kelas III tahun ini. "Kami telah melakukan pertemuan dengan para orangtua dan komite sekolah. Juga mempersiapkan metode yang baik untuk diberikan kepada siswa dan siswi yang nantinya akan mengikuti ujian dalam tahun ini," ungkap Arman.
Dalam pertemuan dengan orangtua tahun lalu, katanya, disampaikan tentang apa yang harus dilakukan pihak sekolah guna mempersiapkan anak-anak menghadapi ujian. Sesuai hasil kesepakatan dan kebijakan dari sekolah, akan ada penambahan waktu untuk try out yang dilaksanakan tiga kali yakni akhir Januari, Pebruari dan Maret. "Kita akan lakukan uji coba kepada siswa dan siswi untuk mengerjakan soal-soal ujian. Maksudnya agar bisa diketahui apakah mereka bisa menyelesaikan secara baik atau tidak," katanya.
Try out ini, kata dia, sangat bermanfaat karena selain untuk mengetahui tingkat kemajuan siswa dan siswi, juga memprediksi sejauhmana kemampuan mereka dan tingkat kelulusan dari sekolah. Pihak sekolah juga tidak menerapkan sistem belajar sore, tetapi menambah jam atau waktu di luar kegiatan belajar mengajar. "Bagi kami, tidak efisien jika menerapkan belajar sore. Karena sudah tentu anak-anak kelelahan dan tak akan menerima dengan baik materi yang diberikan," tandasnya.
Dia menambahkan, para guru juga telah membangun komitmen secara bersama-sama yakni menerapkan try out secara baik kepada siswa dan siswi kelas III terutama para guru yang mengajar di kelas III pada masing-masing jurusan yakni IPS, IPA dan Bahasa. Jadi, ini sudah merupakan komitmen para guru dan akan dilaksanakan.
Ditanya jumlah siswa dan siswi kelas III yang akan mengikuti ujian akhir nanti, Arman mengungkapkan, sampai saat ini tercatat 315 orang. "Kita tidak tahu apakah jumlah ini masih bertahan atau tidak. Kita lihat sampai Pebruari mendatang karena dikuatirkan ada yang akan pindah. Tetapi kita tetap mengharapkan sekiranya jumlah yang ada bisa bertahan sampai mengikuti ujian," ungkapnya. (Drie/Merauke)
Sumber : Tabloid Jubi
Wakil Kepala Sekolah (Wakasek) Bidang Kesiswaan SMAN 1 Merauke, Ary Arman Syah yang ditemui di ruang kerjanya, Selasa (20/1) membenarkan telah mendapatkan informasi seputar akan dinaikan standard kelulusan dari 5,25 menjadi 5,5 bagi siswa dan siswi kelas III tahun ini. "Kami telah melakukan pertemuan dengan para orangtua dan komite sekolah. Juga mempersiapkan metode yang baik untuk diberikan kepada siswa dan siswi yang nantinya akan mengikuti ujian dalam tahun ini," ungkap Arman.
Dalam pertemuan dengan orangtua tahun lalu, katanya, disampaikan tentang apa yang harus dilakukan pihak sekolah guna mempersiapkan anak-anak menghadapi ujian. Sesuai hasil kesepakatan dan kebijakan dari sekolah, akan ada penambahan waktu untuk try out yang dilaksanakan tiga kali yakni akhir Januari, Pebruari dan Maret. "Kita akan lakukan uji coba kepada siswa dan siswi untuk mengerjakan soal-soal ujian. Maksudnya agar bisa diketahui apakah mereka bisa menyelesaikan secara baik atau tidak," katanya.
Try out ini, kata dia, sangat bermanfaat karena selain untuk mengetahui tingkat kemajuan siswa dan siswi, juga memprediksi sejauhmana kemampuan mereka dan tingkat kelulusan dari sekolah. Pihak sekolah juga tidak menerapkan sistem belajar sore, tetapi menambah jam atau waktu di luar kegiatan belajar mengajar. "Bagi kami, tidak efisien jika menerapkan belajar sore. Karena sudah tentu anak-anak kelelahan dan tak akan menerima dengan baik materi yang diberikan," tandasnya.
Dia menambahkan, para guru juga telah membangun komitmen secara bersama-sama yakni menerapkan try out secara baik kepada siswa dan siswi kelas III terutama para guru yang mengajar di kelas III pada masing-masing jurusan yakni IPS, IPA dan Bahasa. Jadi, ini sudah merupakan komitmen para guru dan akan dilaksanakan.
Ditanya jumlah siswa dan siswi kelas III yang akan mengikuti ujian akhir nanti, Arman mengungkapkan, sampai saat ini tercatat 315 orang. "Kita tidak tahu apakah jumlah ini masih bertahan atau tidak. Kita lihat sampai Pebruari mendatang karena dikuatirkan ada yang akan pindah. Tetapi kita tetap mengharapkan sekiranya jumlah yang ada bisa bertahan sampai mengikuti ujian," ungkapnya. (Drie/Merauke)
Sumber : Tabloid Jubi

Artikel 