Danlanud Jayapura Kolonel Pnb Dedy Permadi mengungkapkan bahwa dalam perekrutan calon taruna atau karbol Akademi Angkatan Udara, pihaknya memberikan peluang besar bagi putra daerah, baik yang asli Papua maupun lahir di Papua. Untuk beberapa criteria tertentu, pihaknya sudah meminta kebijakan dari pusat agar sedikit menurunkan standart dalam proses seleksi, agar lebih banyak karbol dari Papua.
"Selain meminta tambahan quota, kami juga minta ada kebijakan dengan sedikit menurunkan standar dalam proses seleksi penerimaan bagi putra Papua,"ungkap Danlanud Dedy Permadi menjawab pertanyaan Cenderawasih Pos di Mako Lanud Jayapura, Senin (19/1).
Meski ada keringanan dalam standar penilaian, namun untuk beberapa krieteria, terutama menyangkut kesehatan memang tetap menjadi syarat utama untuk menjadi seorang prajurit TNI. Menurut, Dedy quota untuk menjadi taruna atau karbol AAU ini memang sangat sedikit, apalagi diambil dari seluruh wilayah Indonesia. Namun untuk di Papua ini, khususnya di Jayapura ini memang mengalami peningkatan quota, dari yang biasanya sekitar 4, kini menjadi 8-9 orang.
"Meski ada keringanan dalam standar penilaian, namun sepengetahuan saya sejauh ini tidak ada karbol dari Jayapura ini yang dikembalikan karena gagal mengikuti pendidikan,"ujar Dedy Permadi yang mengaku bahwa hal tersebut mengindikasikan bahwa proses penerimaan tetap berjalan dengan baik.
Sementara itu, disinggung menyangkut pelaksanaan pemilu mendatang, sikap dan peran TNI AU, khususnya Lanud Jayapura ini tetap sesuai dengan kebijakan dari Kodam XVII/Cenderawasih. Terkait dengan sulitnya distribusi logistik disejumlah wilayah yang harus dijangkau dengan pesawat kecil atau heli, menurut Dedy Permadi, pihaknya siap untuk membantu asalnya ada pemberitahuan dan ijin dari pusat Mabes AU. (tri)
Sumber : Cendrawasih Pos
"Selain meminta tambahan quota, kami juga minta ada kebijakan dengan sedikit menurunkan standar dalam proses seleksi penerimaan bagi putra Papua,"ungkap Danlanud Dedy Permadi menjawab pertanyaan Cenderawasih Pos di Mako Lanud Jayapura, Senin (19/1).
Meski ada keringanan dalam standar penilaian, namun untuk beberapa krieteria, terutama menyangkut kesehatan memang tetap menjadi syarat utama untuk menjadi seorang prajurit TNI. Menurut, Dedy quota untuk menjadi taruna atau karbol AAU ini memang sangat sedikit, apalagi diambil dari seluruh wilayah Indonesia. Namun untuk di Papua ini, khususnya di Jayapura ini memang mengalami peningkatan quota, dari yang biasanya sekitar 4, kini menjadi 8-9 orang.
"Meski ada keringanan dalam standar penilaian, namun sepengetahuan saya sejauh ini tidak ada karbol dari Jayapura ini yang dikembalikan karena gagal mengikuti pendidikan,"ujar Dedy Permadi yang mengaku bahwa hal tersebut mengindikasikan bahwa proses penerimaan tetap berjalan dengan baik.
Sementara itu, disinggung menyangkut pelaksanaan pemilu mendatang, sikap dan peran TNI AU, khususnya Lanud Jayapura ini tetap sesuai dengan kebijakan dari Kodam XVII/Cenderawasih. Terkait dengan sulitnya distribusi logistik disejumlah wilayah yang harus dijangkau dengan pesawat kecil atau heli, menurut Dedy Permadi, pihaknya siap untuk membantu asalnya ada pemberitahuan dan ijin dari pusat Mabes AU. (tri)
Sumber : Cendrawasih Pos

Artikel 