Warga lima (5) Kampung di Distrik Wan, Pulau Kimaam Selatan-Kabupaten Merauke, Papua, yang dihuni sekitar 2.500 jiwa, terancam kelaparan. Pasalnya, seluruh tanaman mereka seperti keladi, singkong, pisang yang selama ini menjadi sumber bahan pokok makanan mati akibat terkena air pasang sejak 8-11 Januari lalu.
Ancamaman kelaparan 5 kampung tersebut dilaporkan salah seorang tokoh agama setempat, Pastor Silvester Tokio, MSC, kepada Pemerintah Daerah Kabupaten Merauke melalui Bupati Merauke Drs Johanes Gluba Gebze.
Kepala Dinas Sosial dan Kesejahteraan Masyarakat, Drs Daniel Pauta, ditemui, kemarin, mengakui adanya laporan dari Pastor Paroki Batu Merah Kimaam, Silvester Tokio, MSC tersebut. Menurut Daniel, jika dalam 1 bulan kedepan, bantuan tidak segera disalurkan ke daerah tersebut, maka sebanyak 2.500 jiwa yang ada di 5 kampung tersebut akan kelaparan. ''Itu karena seluruh tanaman mereka siap panen mati akibat terendam air pasang (air laut,red). Dan Pastur telah membawa foto-foto tanaman baik pisang, keladi, singkong dan tanaman lainnya dampak dari air pasang itu telah mati semua,'' jelasnya.
Karena itu, lanjut dia, pihaknya dalam waktu dekat ini akan segera mengirim 2 ton beras yang merupakan bantuan dari Dinas Sosial dan Kesejahteraan Kabupaten Merauke. Bupati Merauke Drs Johanes Gluba Gebze sendiri, lanjut Daniel Pauta, telah mengirim surat kepada seluruh pimpinan baik otonom maupun vertikal, para pengusaha untuk menggugah hatinya dapat menyalurkan bantuan untuk masyarakat yang ada terancam kelaparan akibat terkena air pasang.
Daerah Selatan Pulau Kimaam selama ini terkenal sangat sulit dijangkau. Apalagi, di waktu-waktu seperti saat sekarang ini. Itu karena untuk mencapai daerah itu, harus lewat laut lepas. ''Dari laporan Pastur bahwa hanya ada waktu-waktu tertentu kita bisa tembus ke daerah bagian Selatan pulau Kimaam itu. di luar itu sangat sulit karena ombaknya yang ganas,'' terangnya. (ulo)
Sumber : Cendrawasih Pos
Ancamaman kelaparan 5 kampung tersebut dilaporkan salah seorang tokoh agama setempat, Pastor Silvester Tokio, MSC, kepada Pemerintah Daerah Kabupaten Merauke melalui Bupati Merauke Drs Johanes Gluba Gebze.
Kepala Dinas Sosial dan Kesejahteraan Masyarakat, Drs Daniel Pauta, ditemui, kemarin, mengakui adanya laporan dari Pastor Paroki Batu Merah Kimaam, Silvester Tokio, MSC tersebut. Menurut Daniel, jika dalam 1 bulan kedepan, bantuan tidak segera disalurkan ke daerah tersebut, maka sebanyak 2.500 jiwa yang ada di 5 kampung tersebut akan kelaparan. ''Itu karena seluruh tanaman mereka siap panen mati akibat terendam air pasang (air laut,red). Dan Pastur telah membawa foto-foto tanaman baik pisang, keladi, singkong dan tanaman lainnya dampak dari air pasang itu telah mati semua,'' jelasnya.
Karena itu, lanjut dia, pihaknya dalam waktu dekat ini akan segera mengirim 2 ton beras yang merupakan bantuan dari Dinas Sosial dan Kesejahteraan Kabupaten Merauke. Bupati Merauke Drs Johanes Gluba Gebze sendiri, lanjut Daniel Pauta, telah mengirim surat kepada seluruh pimpinan baik otonom maupun vertikal, para pengusaha untuk menggugah hatinya dapat menyalurkan bantuan untuk masyarakat yang ada terancam kelaparan akibat terkena air pasang.
Daerah Selatan Pulau Kimaam selama ini terkenal sangat sulit dijangkau. Apalagi, di waktu-waktu seperti saat sekarang ini. Itu karena untuk mencapai daerah itu, harus lewat laut lepas. ''Dari laporan Pastur bahwa hanya ada waktu-waktu tertentu kita bisa tembus ke daerah bagian Selatan pulau Kimaam itu. di luar itu sangat sulit karena ombaknya yang ganas,'' terangnya. (ulo)
Sumber : Cendrawasih Pos

Artikel 