Setelah istrahat sehari, kompetisi Honda DetEksi Basketball League (DBL) Cenderawasih Pos 2009, akhinya hari ini Rabu (21/01) kembali dilanjutkan. Memasuki babak Fantastic Four atau semifinal hari ini, kompetisi bergengsi Honda DBL Cenderawasih Pos 2009 yang dilangsungkan di GOR Cenderawasih ini diprediksi semakin heboh. Tidak hanya permainan berkelas yang ditunjukkan, tetapi juga suara gemuruh yang dipastikan akan dilantunkan ribuan penonton dari enam tim sekolah yang lolos ke babak Fantastic Four ini.
Enam sekolah masing-masing SMAN 1 Jayapura, SMAN 2 Jayapura, SMAN 4 Jayapura SMA Gabungan Jayapura, SMA Teruna Bakti Jayapura dan SMAN 1 Merauke akan saling bertarung memperebutkan tiket ke babak final.
Sepertinya sulit memprediksi siapa yang bakal melaju ke final mengingat masing-masing tim memiliki kemampuan yang merata, serta tekad yang sama pula yakni ke Final. Untuk putra, di SMAN 1 Jayapura terdapat kualitas pemain yang ditakuti yakni Elias Hence dan Richardus Muabuay yang akan bertemu Richardus Ciputra Permadi dan Ronny Rahangmetan dari SMA Teruna Bakti. Di SMN 2 Jayapura digawangi dua pemain Popwil yakni Bertho Mambrasar dan Ronald Inarkombo, sementara skuad SMAN 1 Merauke dijaga oleh Fransisko Gebze dan forward mungil, Nahinde.
Untuk tim putri bertemu SMAN 4 Jayapura yang dikomandoi oleh Sarche Maradith melawan SMAN 1 Jayapura dengan sang motifator, Ditha Loveanty juga SMA Gabungan diperkuat Susanty Day berhadapan "super" Yohana Magdalena Momot yang ditunjuk sebagai ujung tombak SMA Teruna Bakti.
"Saya diminta untuk memegang Yohana Momot, karena dia ujung tombak tim. Saya melihat jika dia bisa dipegang, maka konstribusi nilai bisa ditahan," ungkap Susanty Day saat ditemui usai latihan di lapangan basket mandala kemarin. Ia juga menyampaikan bahwa telah terjadi percakapan dan kesepakatan antar keduanya untuk saling menjaga.
"Sehari sebelumnya saya sudah ngobrol-ngobrol dengan dia (Yohana Momot) dan kami sepakat untuk saling menjaga sejak awal hingga akhir kuarter," kata gadis bersemir rambut merah ini. Kapten tim SMAN 1 Merauke, Fransisko Gebze juga menyampaikan bahwa masih sulit memprediksikan siapa yang bakal lolos karena masing-masing tim memiliki kans yang sama. "Semua memiliki kans, kami akan tampil maksimal dengan instruksi pelatih dan atas restu Tuhan kami berdoa untuk kemenangan ini," tutur pria plontos ini. Sedikit berbeda disampaikan kapten tim putra Teruna Bakti, Richardus Ciputra Permadi yang optimis timnya melaju ke final." Saya yakin tim kami akan masuk final dan bertemu tim kuat lainnya cuma dari SMAN 1 Jayapura seorang pemain bernama Elias Hence yang patut diwaspadai karena mainnya gila (hebat)," tandas Ciputra.

Enam sekolah masing-masing SMAN 1 Jayapura, SMAN 2 Jayapura, SMAN 4 Jayapura SMA Gabungan Jayapura, SMA Teruna Bakti Jayapura dan SMAN 1 Merauke akan saling bertarung memperebutkan tiket ke babak final.
Sepertinya sulit memprediksi siapa yang bakal melaju ke final mengingat masing-masing tim memiliki kemampuan yang merata, serta tekad yang sama pula yakni ke Final. Untuk putra, di SMAN 1 Jayapura terdapat kualitas pemain yang ditakuti yakni Elias Hence dan Richardus Muabuay yang akan bertemu Richardus Ciputra Permadi dan Ronny Rahangmetan dari SMA Teruna Bakti. Di SMN 2 Jayapura digawangi dua pemain Popwil yakni Bertho Mambrasar dan Ronald Inarkombo, sementara skuad SMAN 1 Merauke dijaga oleh Fransisko Gebze dan forward mungil, Nahinde.
Untuk tim putri bertemu SMAN 4 Jayapura yang dikomandoi oleh Sarche Maradith melawan SMAN 1 Jayapura dengan sang motifator, Ditha Loveanty juga SMA Gabungan diperkuat Susanty Day berhadapan "super" Yohana Magdalena Momot yang ditunjuk sebagai ujung tombak SMA Teruna Bakti.
"Saya diminta untuk memegang Yohana Momot, karena dia ujung tombak tim. Saya melihat jika dia bisa dipegang, maka konstribusi nilai bisa ditahan," ungkap Susanty Day saat ditemui usai latihan di lapangan basket mandala kemarin. Ia juga menyampaikan bahwa telah terjadi percakapan dan kesepakatan antar keduanya untuk saling menjaga.
"Sehari sebelumnya saya sudah ngobrol-ngobrol dengan dia (Yohana Momot) dan kami sepakat untuk saling menjaga sejak awal hingga akhir kuarter," kata gadis bersemir rambut merah ini. Kapten tim SMAN 1 Merauke, Fransisko Gebze juga menyampaikan bahwa masih sulit memprediksikan siapa yang bakal lolos karena masing-masing tim memiliki kans yang sama. "Semua memiliki kans, kami akan tampil maksimal dengan instruksi pelatih dan atas restu Tuhan kami berdoa untuk kemenangan ini," tutur pria plontos ini. Sedikit berbeda disampaikan kapten tim putra Teruna Bakti, Richardus Ciputra Permadi yang optimis timnya melaju ke final." Saya yakin tim kami akan masuk final dan bertemu tim kuat lainnya cuma dari SMAN 1 Jayapura seorang pemain bernama Elias Hence yang patut diwaspadai karena mainnya gila (hebat)," tandas Ciputra.


Artikel 