Vincent mengaku, khusus dilingkungan Dinas Pendidikan Dasar, tidak tahu jumlah siswa yang sebenarnya. Karena data jumlah murid tidak sama dengan jumlah yang sebenarnya. "Saya mau katakan secara jujur dan terus terang bahwa kita sudah diperagai dengan duit. Kejujuran sudah tidak ada dan kita tidak bisa membuat data yang benar," tandasnya. Ia meminta para kepala sekolah untuk membuat data jumlah siswa yang sebenarnya. "Jangan karena kita buat pencurian-pencurian itu sehingga banyak orang menderita dan terlebih para murid akan kena imbasnya," katanya mengingatkan.Menurut dia, dengan data yang benar, maka perencanaan bisa dibuat baik sehingga hasilnya juga bisa baik. "Mudah-mudahan dengan kegiatan ini, kita bisa membuat data yang benar. Tapi, kalau diawali dengan ketidakjujuran maka semua nanti tidak jujur," harapnya.
Pemerintah kata Vincent Mekiuw terus memperbaiki sistem pendidikan dan kesejahteraan para guru dan dosen seiring dengan lahirnya UU Guru dan Dosen. Selain kualifikasi guru terus ditingkatkan minimal Sarjana, juga kesejahteraan para guru terus ditingkatkan. Khusus bagi guru yang mengajar di daerah pedalaman, lanjut dia, selain menerima gaji setiap bulan yang merupakan hak yang diterima juga mendapat dana kesejahteraan Rp13,750 juta setiap tahunnya perorang. Ditambah lagi dengan tunjungan profesional bagi guru yang sudah lulus dan mendapat SK sertifikasi sebesar Rp 1,7 juta setiap bulannya. Dengan kesejahteraan para guru yang terus meningkat itu, lanjut Vincent, harapan pemerintah agar penyajian pendidikan juga bisa berjalan seperti yang diharapkan. Tidak ada sekolah yang tidak operasional akibat guru tidak berada di tempat tapi guru benar-benar menjalankan tanggung jawabnya sebagai pendidik dengan tidak meninggalkan tempat tugas. (ulo/jpnn)
Sumber : Radar Timika

Artikel 