Korban sendiri merupakan orang tua dari pemilik toko Mitra Kundu yang berada di Jalan Aru tersebut. Kontan saja, dengan penemuan itu, membuat warga sekitarnya langsung mendatangi tempat kejadian. Polisi yang mendapatkan laporan penemuan mayat nenek, mendatangi Tempat Kejadian Perkara (TKP). Korban pertama kali ditemukan oleh seorang karyawan Toko Mitra Kundu bernama Syaiful Wahid yang secara tidak segaja pergi ke belakang toko tersebut untuk membuang air kecil.
"Sepertinya ada sesuatu yang menyuruh saya untuk buang air di belakang itu," kata Syaiful. Namun saat mendekati sumur tembok yang ditutup dengan pagar seng itu, saksi Syaiful mengaku melihat sandal korban yang dipakai sehari-hari diletakan diatas sebuah papan. Karena melihat sandal itu, saksi kemudian mendekati sumur dan menegok ke bawah dan langsung melihat sesosok mayat terapung di dalam sumur tembok tersebut. Korban sendiri nampak menggunakan sepatu dan pakaian yang agak tipis.
Pihak keluarga korban mengaku korban menderita darah tinggi dan sejak Selasa (27/1) sekitar pukul 14.00 WIT menghilang dari rumah. "Sejak menghilang kita sudah cari-cari," kata salah satu keluarga korban sambil menangis kesedihannya. Korban dievakuasi dari sumur tersebut oleh petugas Kantor SAR Merauke setelah olah TKP dan pembersihan di sekitar sumur dilakukan oleh Polisi. Sumur tembok berbentuk segi empat itu sebagian ditutup dengan atap seng dan hanya sedikit yang terbuka. Setelah diangkat, selanjutnya jenasah korban dievakuasi ke kamar Mayat RSUD Merauke untuk dilakukan visum. Sedangkan para saksi langsung dimintai keterangan terkait kejadian tersebut.
Kapolres Merauke AKBP Hadi Ramdani, SH, didampingi Kaur Bin Ops ReskrimIpda HE Ariawang, ketika dikonfirmasi membenarkan penemuan mayat tersebut. Namun begitu, lanjut Kapolres, belum diketahui secara pasti apakah korban segaja menceburkandiri ke dalam sumur tersebut atau ada unsur lain. "Nanti kita lihat dari hasil visum, apalagi penyelidikan baru dilakukan," tandas Kapolres.(ulo/jpnn)
Sumber : Radar Timika

Artikel 