Perusahaan pertambangan asal Australia, Hillgrove Resources Limited melalui anak usahanya PT Akram Resources, akan mengeksplorasi tambang emas dan tembaga yang berada di perbatasan Kabupaten Sorong dan Manokwari, Papua Barat.
Luas areal tambang yang akan dieksplorasi mencapai 181.500 hektare. Eksplorasi segera dilaksanakan setelah studi kelayakan di lokasi tambang selesai dikerjakan. Hillgrove Resources memperoleh konsensi pertambangan itu melalui kuasa pertambangan (KP). Hillgrove tertarik melakukan eksplorasi karena wilayah itu dinilai memiliki cadangan emas dan tembaga kelas dunia yang sangat prospektif. Eksplorasi di Papua Barat merupakan ekspansi perusahaan setelah sebelumnya melakukan hal serupa di Pulau Sumba, Provinsi Nusa Tenggara Timur. Direktur Pengelola Hillgrove David Archer mengatakan, berdasarkan survei geologi, wilayah di Papua Barat tersebut memiliki cadangan emas yang cukup besar.
“Kami ingin mengulang kesuksesan kami ketika mengeksplorasi tambang emas di Pulau Sumba, Provinsi Nusa Tenggara Timur. Bahkan sebelum kami, ada dua perusahaan multinasional yang terlebih dahulu menggarap tambang emas tersebut,” katanya seperti dikutip dari situs resmi perusahaan, hillgroveresources.co.au. Archer menambahkan, eksplorasi di Papua Barat merupakan lanjutan eksplorasi yang telah dilakukan dalam kurun 1986-1993.
Menurut dia, lokasi tambang tersebut merupakan bagian dari ‘sabuk mineral pertambangan di Nugini’ yang terkenal di seluruh dunia. “Ini menjadi satu kesatuan dengan Grasberg dan Ertsberg yang terkenal itu. Tidak ada eksplorasi sejak 15 tahun lalu sejak periode 1993,” ujarnya. Dia menambahkan, saat ini pihaknya masih terus mengumpulkan sejumlah data pendukung sebelum survei umum tahap pertama dilakukan. Berdasarkan sejumlah riset, imbuh Archer, cadangan emas dan tembaga di sepanjang wilayah Papua Nugini, Grasberg dan Ertsberg mencapai 43 juta ton untuk tembaga dan 110 juta ons untuk emas. Namun, belum diketahui berapa total cadangan emas dan tembaga di Papua Barat. (John Pakage/Timika)
Sumber : Tabloid Jubi
Luas areal tambang yang akan dieksplorasi mencapai 181.500 hektare. Eksplorasi segera dilaksanakan setelah studi kelayakan di lokasi tambang selesai dikerjakan. Hillgrove Resources memperoleh konsensi pertambangan itu melalui kuasa pertambangan (KP). Hillgrove tertarik melakukan eksplorasi karena wilayah itu dinilai memiliki cadangan emas dan tembaga kelas dunia yang sangat prospektif. Eksplorasi di Papua Barat merupakan ekspansi perusahaan setelah sebelumnya melakukan hal serupa di Pulau Sumba, Provinsi Nusa Tenggara Timur. Direktur Pengelola Hillgrove David Archer mengatakan, berdasarkan survei geologi, wilayah di Papua Barat tersebut memiliki cadangan emas yang cukup besar.
“Kami ingin mengulang kesuksesan kami ketika mengeksplorasi tambang emas di Pulau Sumba, Provinsi Nusa Tenggara Timur. Bahkan sebelum kami, ada dua perusahaan multinasional yang terlebih dahulu menggarap tambang emas tersebut,” katanya seperti dikutip dari situs resmi perusahaan, hillgroveresources.co.au. Archer menambahkan, eksplorasi di Papua Barat merupakan lanjutan eksplorasi yang telah dilakukan dalam kurun 1986-1993.
Menurut dia, lokasi tambang tersebut merupakan bagian dari ‘sabuk mineral pertambangan di Nugini’ yang terkenal di seluruh dunia. “Ini menjadi satu kesatuan dengan Grasberg dan Ertsberg yang terkenal itu. Tidak ada eksplorasi sejak 15 tahun lalu sejak periode 1993,” ujarnya. Dia menambahkan, saat ini pihaknya masih terus mengumpulkan sejumlah data pendukung sebelum survei umum tahap pertama dilakukan. Berdasarkan sejumlah riset, imbuh Archer, cadangan emas dan tembaga di sepanjang wilayah Papua Nugini, Grasberg dan Ertsberg mencapai 43 juta ton untuk tembaga dan 110 juta ons untuk emas. Namun, belum diketahui berapa total cadangan emas dan tembaga di Papua Barat. (John Pakage/Timika)
Sumber : Tabloid Jubi

Artikel 