Formasi untuk penerimaan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) yang telah dilaksanakan pada bulan Oktober 2008 lalu sesuai kuota yang telah disetujui Menteri Pemberdayaan Aparatur Negara (Menpan) belum bisa diumumkan lantaran harus menunggu lagi petunjuk dari Gubernur Papua, Barnabas Suebu SH.
Demikian disampaikan Kepala Bagian Kepegawaian Setda Kabupaten Merauke, Drs Selestinus Kahol,MT di ruang kerjanya, Selasa (20/1). Menurutnya, kuota untuk Kabupaten Merauke adalah 489 orang dengan perincian sebagai berikut, tenaga honorer yang telah melengkapi berkas 133 orang, tenaga medis 67 orang, tenaga strategis 51 orang, Sekretaris Kampung, 17 orang dan tenaga guru 221 orang.
Kahol merincikan lagi, khusus untuk formasi guru SD, 128 orang dan selebihnya adalah guru SMP/SMU/SMK seperti tenaga Fisika, Biologi dan Kimia. Secara umum, katanya, penerimaan CPNS di Indonesia sudah dilaksanakan. Sedangkan untuk Provinsi Papua belum terlaksana lantaran ada beberapa kabupaten yang baru dimekarkan sehingga penerimaan tidak disesuaikan dengan kebutuhan daerah. Olehnya, masih harus dirancang dan dipertimbangkan lagi sesuai kondisi di masing-masing daerah.
Dia juga meminta agar tenaga medis dan guru yang berkeinginan menjadi PNS bisa langsung melamar ke puskesmas maupun sekolah-sekolah sesuai kebutuhan yang telah diminta. Karena formasi yang dibutuhkan itu diprioritaskan untuk nantinya akan ditempatkan di distrik dan kampung-kampung di daerah pedalaman. Formasi yang disusun dan diajukan ke Menpan, menurutnya, disesuaikan dengan kebutuhan di setiap kampung. Dan, mereka yang nantinya diterima harus siap untuk kembali mengabdikan diri di kampung. Bukan dengan NIP yang didapatkan lalu seenaknya meminta tugas di kota.
"Kita butuh pegawai yang memiliki loyalitas dan dedikasi yang baik untuk mengabdikan diri secara total demi kepentingan masyarakat di kampung-kampung. Bagi yang merasa berat hati untuk kembali mengabdi di kampung agar tidak perlu melamar untuk diterima nanti," pinta Kahol.
Kedepan, pintanya, bagi anak-anak yang baru tamat SMA/SMK agar sebaiknya melanjutkan pendidikan ke bangku perguruan tinggi terlebih dahulu mengingat penerimaan CPNS untuk waktu mendatang, dibutuhkan yang tamatan sarjana. "Ini merupakan amanat atau aturan yang telah digarisbawahi. Sehingga jika dikemudian hari ada yang melamar dengan menggunakan ijazah SMA maupun SMK, maka dengan terpaksa ditolak," ujarnya.
Ditanya kemungkinan banyak yang tidak bisa melanjutkan studi lantaran persoalan biaya, Kahol mengatakan, pemerintah setempat tidak menutup mata atau tinggal diam dengan mereka yang akan menimba ilmu di bangku perguruan tinggi. Selama ini banyak anak-anak Merauke yang kuliah disini maupun di luar daerah, selalu diberikan bantuan sesuai dengan kondisi keuangan yang ada. (Drie/Merauke)
Sumber : Tabloid Jubi
Demikian disampaikan Kepala Bagian Kepegawaian Setda Kabupaten Merauke, Drs Selestinus Kahol,MT di ruang kerjanya, Selasa (20/1). Menurutnya, kuota untuk Kabupaten Merauke adalah 489 orang dengan perincian sebagai berikut, tenaga honorer yang telah melengkapi berkas 133 orang, tenaga medis 67 orang, tenaga strategis 51 orang, Sekretaris Kampung, 17 orang dan tenaga guru 221 orang.
Kahol merincikan lagi, khusus untuk formasi guru SD, 128 orang dan selebihnya adalah guru SMP/SMU/SMK seperti tenaga Fisika, Biologi dan Kimia. Secara umum, katanya, penerimaan CPNS di Indonesia sudah dilaksanakan. Sedangkan untuk Provinsi Papua belum terlaksana lantaran ada beberapa kabupaten yang baru dimekarkan sehingga penerimaan tidak disesuaikan dengan kebutuhan daerah. Olehnya, masih harus dirancang dan dipertimbangkan lagi sesuai kondisi di masing-masing daerah.
Dia juga meminta agar tenaga medis dan guru yang berkeinginan menjadi PNS bisa langsung melamar ke puskesmas maupun sekolah-sekolah sesuai kebutuhan yang telah diminta. Karena formasi yang dibutuhkan itu diprioritaskan untuk nantinya akan ditempatkan di distrik dan kampung-kampung di daerah pedalaman. Formasi yang disusun dan diajukan ke Menpan, menurutnya, disesuaikan dengan kebutuhan di setiap kampung. Dan, mereka yang nantinya diterima harus siap untuk kembali mengabdikan diri di kampung. Bukan dengan NIP yang didapatkan lalu seenaknya meminta tugas di kota.
"Kita butuh pegawai yang memiliki loyalitas dan dedikasi yang baik untuk mengabdikan diri secara total demi kepentingan masyarakat di kampung-kampung. Bagi yang merasa berat hati untuk kembali mengabdi di kampung agar tidak perlu melamar untuk diterima nanti," pinta Kahol.
Kedepan, pintanya, bagi anak-anak yang baru tamat SMA/SMK agar sebaiknya melanjutkan pendidikan ke bangku perguruan tinggi terlebih dahulu mengingat penerimaan CPNS untuk waktu mendatang, dibutuhkan yang tamatan sarjana. "Ini merupakan amanat atau aturan yang telah digarisbawahi. Sehingga jika dikemudian hari ada yang melamar dengan menggunakan ijazah SMA maupun SMK, maka dengan terpaksa ditolak," ujarnya.
Ditanya kemungkinan banyak yang tidak bisa melanjutkan studi lantaran persoalan biaya, Kahol mengatakan, pemerintah setempat tidak menutup mata atau tinggal diam dengan mereka yang akan menimba ilmu di bangku perguruan tinggi. Selama ini banyak anak-anak Merauke yang kuliah disini maupun di luar daerah, selalu diberikan bantuan sesuai dengan kondisi keuangan yang ada. (Drie/Merauke)
Sumber : Tabloid Jubi

Artikel 