Bantuan bagi sekitar 2.500 jiwa korban air pasang di Distrik Wan, Selatan Pulau Kimaam, Kabupaten Merauke, mulai didrop dari Merauke ke daerah tersebut dengan menggunakan kapal. Hal itu diungkapkan Kepala Dinas Sosial dan Pemberdayaan Masyarakat Kabupaten Merauke Drs Daniel Pauta ketika ditemui Cenderawasih Pos di ruang kerjanya, Rabu (28/1) kemarin.
Dikatakan, sebanyak 2 ton beras dan 18 koli susu serta biskuit untuk anak-anak mulai didrop ke daerah tersebut. ''Kapalnya sudah berangkat membawa bantuan tersebut,'' katanya. Menurut Pauta, 18 koli susu dan biskuit tersebut merupakan bantuan yang diserahkan dari Dinas Kesehatan Kabupaten Merauke. ''Untuk kesehatan langsung ditangani petugas kesehatan dari Kimaam,''jelasnya.
Sedangkan bantuan lain lanjut Pauta juga mulai mengalir. Saat ini sudah terkumpul 6000 Kg atau 6 ton beras serta uang sebesar Rp 15 juta. Bantuan yang terkumpul itu tidak sekaligus dikirim tapi akan diatur pengirimannya.''Kalau sekaligus, bisa cepat habis makanya kami atur pengirimannya,''tandasnya.
Selain bantuan yang sudah terkumpul itu, jelas Pauta, pihak Panitia HUT Merauke 107 juga akan menyumbangkan Bama sebanyak 10 ton mulai dari beras, mie instan, minyak kelapa dan minyak goreng. ''Syukur-syukur jika masih bisa bertambah, karena masih akan dirapatkan,''katanya berharap.
Bantuan itu akan diserahkan ke setiap kampung yang dikoordinir oleh Pastor Silvester Tokio, M.SC. Saat ini, tambah dia, kehidupan masyarakat pasca banjir pasang tersebut berjalan normal seperti biasa. Hanya yang menjadi kendala adalah menyangkut persediaan makanan yang menipis karena seluruh tanaman yang selama ini menjadi sumber makanan pokok mereka mati akibat terkena air asin.
Seperti diketahui, musibah air pasang dari laut tersebut dialami masyarakat di 6 kampung di Distrik Wan, 8-11 Januari lalu. Tidak ada korban jiwa dalam musibah ini, namun seluruh tanaman yang menjadi sumber makanan pokok warga setempat mati akibat tergenang air asin. (ulo)
Sumber : Cendrawasih Pos
Dikatakan, sebanyak 2 ton beras dan 18 koli susu serta biskuit untuk anak-anak mulai didrop ke daerah tersebut. ''Kapalnya sudah berangkat membawa bantuan tersebut,'' katanya. Menurut Pauta, 18 koli susu dan biskuit tersebut merupakan bantuan yang diserahkan dari Dinas Kesehatan Kabupaten Merauke. ''Untuk kesehatan langsung ditangani petugas kesehatan dari Kimaam,''jelasnya.
Sedangkan bantuan lain lanjut Pauta juga mulai mengalir. Saat ini sudah terkumpul 6000 Kg atau 6 ton beras serta uang sebesar Rp 15 juta. Bantuan yang terkumpul itu tidak sekaligus dikirim tapi akan diatur pengirimannya.''Kalau sekaligus, bisa cepat habis makanya kami atur pengirimannya,''tandasnya.
Selain bantuan yang sudah terkumpul itu, jelas Pauta, pihak Panitia HUT Merauke 107 juga akan menyumbangkan Bama sebanyak 10 ton mulai dari beras, mie instan, minyak kelapa dan minyak goreng. ''Syukur-syukur jika masih bisa bertambah, karena masih akan dirapatkan,''katanya berharap.
Bantuan itu akan diserahkan ke setiap kampung yang dikoordinir oleh Pastor Silvester Tokio, M.SC. Saat ini, tambah dia, kehidupan masyarakat pasca banjir pasang tersebut berjalan normal seperti biasa. Hanya yang menjadi kendala adalah menyangkut persediaan makanan yang menipis karena seluruh tanaman yang selama ini menjadi sumber makanan pokok mereka mati akibat terkena air asin.
Seperti diketahui, musibah air pasang dari laut tersebut dialami masyarakat di 6 kampung di Distrik Wan, 8-11 Januari lalu. Tidak ada korban jiwa dalam musibah ini, namun seluruh tanaman yang menjadi sumber makanan pokok warga setempat mati akibat tergenang air asin. (ulo)
Sumber : Cendrawasih Pos

Artikel 