
Obet Gwiyangge
Merauke – Kendati sudah dimekarkan menjadi daerah otonomi baru setingkat kabupaten sejak 2009 lalu, namun hingga saat ini masyarakat yang bermukim di seluruh wilayah Kabupaten Nduga belum juga menikmati aliran listrik. Khusus mereka yang tinggal di Kenyam, ibu kota kabupaten, mereka masih bisa menggunakan tenaga genset untuk aliran listrik, dan itu pun hanya sampai batas pukul 10 malam. Sedangkan di wilayah lainnya belum tersentuh sama sekali. Hal itu dikatakan Wakil Ketua I DPRD Kabupaten Nduga Obet Gwiyangge saat bincang-bincang dengan Bintang Papua di Merauke, Kamis (4/10).
Menurut Obet, listrik sangat penting karena merupakan kebutuhan utama bagi masyarakat, khususnya daerah-daerah yang baru saja dimekarkan, salah satunya Kabupaten Nduga. Oleh karena itu, sambungnya, DPRD setempat akan mengusulkan kepada Pemerintah Daerah Nduga untuk memanfaatkan sumber daya air yang ada di Nduga guna dijadikan sebagai pembangkit listrik tenaga air (PLTA).
‘Air yang ada ini kan bisa dimanfaatkan sebagai PLTA agar listrik bisa dirasakan masyarakat secara kontinyu. Dan masalah listrik ini bukan hanya untuk penerangan bagi masyarakat saja, tetapi juga untuk memperlancar aktivitas birokrasi dan lainnya,’ jelasnya.
Masih dikatakan politisi asal Partai Demokrasi Kebangsaan (PDK) ini, salah satu keunggulan dari pembangkit ini adalah responnya yang cepat sehingga sangat sesuai untuk kondisi beban puncak maupun saat terjadi gangguan di jaringan. Selain kapasitas daya keluarannya yang paling besar diantara energi terbarukan lainnya, pembangkit listrik tenaga air ini juga telah ada sejak dahulu kala. Maka itu, tambahnya, sebagai wakil rakyat pihaknya akan memperjuangkan aspirasi ini untuk direalisasi oleh pihak eksekutif.
‘Memang selama ini usulan atau aspirasi kami masih terus ditunda, tetapi kami akan terus berupaya agar listrik tidak lagi menjadi masalah di daerah kami dan masayarakat tidak mengalami kegelapan di malam hari. Bila perlu usulan ini kamu bawa sampai ke pusat,’ katanya penuh tekad. (lea/don/LO1)
Menurut Obet, listrik sangat penting karena merupakan kebutuhan utama bagi masyarakat, khususnya daerah-daerah yang baru saja dimekarkan, salah satunya Kabupaten Nduga. Oleh karena itu, sambungnya, DPRD setempat akan mengusulkan kepada Pemerintah Daerah Nduga untuk memanfaatkan sumber daya air yang ada di Nduga guna dijadikan sebagai pembangkit listrik tenaga air (PLTA).
‘Air yang ada ini kan bisa dimanfaatkan sebagai PLTA agar listrik bisa dirasakan masyarakat secara kontinyu. Dan masalah listrik ini bukan hanya untuk penerangan bagi masyarakat saja, tetapi juga untuk memperlancar aktivitas birokrasi dan lainnya,’ jelasnya.
Masih dikatakan politisi asal Partai Demokrasi Kebangsaan (PDK) ini, salah satu keunggulan dari pembangkit ini adalah responnya yang cepat sehingga sangat sesuai untuk kondisi beban puncak maupun saat terjadi gangguan di jaringan. Selain kapasitas daya keluarannya yang paling besar diantara energi terbarukan lainnya, pembangkit listrik tenaga air ini juga telah ada sejak dahulu kala. Maka itu, tambahnya, sebagai wakil rakyat pihaknya akan memperjuangkan aspirasi ini untuk direalisasi oleh pihak eksekutif.
‘Memang selama ini usulan atau aspirasi kami masih terus ditunda, tetapi kami akan terus berupaya agar listrik tidak lagi menjadi masalah di daerah kami dan masayarakat tidak mengalami kegelapan di malam hari. Bila perlu usulan ini kamu bawa sampai ke pusat,’ katanya penuh tekad. (lea/don/LO1)

Artikel 