Merauke – Sejumlah siswa Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) Okaba, Kabupaten Merauke, putus sekolah. Jarak yang begitu jauh jadi penghambat bagi mereka mengenyam pendidikan.
Kepala Distrik Okaba, Jimmy Ndiken mengungkapkan, ketika memasuki tahun ajaran baru, banyak siswa mulai mendaftar. Setelah satu atau dua bulan mengikuti kegiatan belajar mengajar, mereka akhirnya putus ditengah jalan. “Bayangkan saja setiap hari mereka harus bolak balik dari sekolah ke kampung dengan jarak tempuh tujuh kilometer,” katanya.
Para siswa berasal dari kampung seperti Alatep dan Alaku di Distrik Okaba. Tanpa alas kaki, para bocah ini menyusuri jalan beraspal sambil membawa buku.
“Siapapun juga pasti akan merasa jenuh, apalagi anak-anak. Saya sudah menyampaikan kepada Bupati Merauke agar memberikan bantuan Damri. Sehingga mereka bisa diangkut setiap pagi dan setelah pulang sekolah,” kata Jimmy.
Dengan adanya Damri, kata dia, akan sangat membantu. Apalagi ruas jalan menuju ke beberapa kampung tersebut, bisa dijangkau. “Saya optimis anak-anak akan rajin ke sekolah jika ada transportasi yang dipersiapkan oleh pemerintah,” ujarnya. (FR/Merauke)
Kepala Distrik Okaba, Jimmy Ndiken mengungkapkan, ketika memasuki tahun ajaran baru, banyak siswa mulai mendaftar. Setelah satu atau dua bulan mengikuti kegiatan belajar mengajar, mereka akhirnya putus ditengah jalan. “Bayangkan saja setiap hari mereka harus bolak balik dari sekolah ke kampung dengan jarak tempuh tujuh kilometer,” katanya.
Para siswa berasal dari kampung seperti Alatep dan Alaku di Distrik Okaba. Tanpa alas kaki, para bocah ini menyusuri jalan beraspal sambil membawa buku.
“Siapapun juga pasti akan merasa jenuh, apalagi anak-anak. Saya sudah menyampaikan kepada Bupati Merauke agar memberikan bantuan Damri. Sehingga mereka bisa diangkut setiap pagi dan setelah pulang sekolah,” kata Jimmy.
Dengan adanya Damri, kata dia, akan sangat membantu. Apalagi ruas jalan menuju ke beberapa kampung tersebut, bisa dijangkau. “Saya optimis anak-anak akan rajin ke sekolah jika ada transportasi yang dipersiapkan oleh pemerintah,” ujarnya. (FR/Merauke)

Artikel 