MERAUKE,ARAFURA,-Terkait dengan kunjungan kerjanya ke Kabupaten Merauke maka Drs.Masia Lay selaku anggota DPR Provinsi Papua dari Dapil 3 yakni Merauke dan Mappi telah mengadakan tatap muka sekaligus silaturahmi dengan sejumlah mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi ternama di Merauke yang berlangsung di Hotel Itese, Rabu (17/10). Adapun alasan dirinya menjumpai para mahasiswa tersebut karena menurut Masia, mereka merupakan generasi muda yang diharapkan dapat menjadi pemimpin di masa yang akan datang. Dalam pertemuan tersebut beberapa hal penting turut ia sampaikan, antara lain penjelasan singkat tentang profil DPR, tugas dan fungsi DPR serta memberikan motivasi kepada mahasiswa betapa pentingnya untuk tetap mengutamakan sekolah. Menurutnya, masa depan generasi muda tersebut ditentukan mulai sekarang ini dan dirinya sebagai wakil rakyat ada keinginan untuk mendengar langsung aspirasi para mahasiswa terkait dengan apa yang dapat ia perjuangkan sesuai dengan fungsi dan tugasnya sebagai seorang anggota DPR di Provinsi Papua.
Tidak hanya itu, sebagai wakil rakyat ia juga mengajak generasi muda agar bisa aktif untuk memberikan suaranya pada setiap event pemilihan dan tidak selalu memutuskan untuk golput. “Sebab kalau dilihat di beberapa daerah sepertinya masih ada kalangan muda yang belum begitu tertarik dengan penyelenggaraan event-event pemilihan seperti kepala daerah, wakil rakyat bahkan presiden. Padahal dengan memberikan pilihan maka itu berarti mereka telah menentukan pilihan serta menentukan apa yang akan dibuat oleh sosok yang sudah dipilih atau kebijakan apa yang akan dilakukan nanti,”ujarnya ketika ditemui sejumlah wartawan usai pertemuan.
Namun jika kenyatan di lapangan ternyata sosok yang dipilih belum dapat melaksanakan tugas sesuai dengan harapan generasi muda ini maka mereka mempunyai hak untuk mengoreksi. Tidak heran jika generasi muda biasanya melakukan demonstransi yang tertib dengan turun ke jalan dimana menurutnya itu memang sudah menjadi hak mereka untuk melakukan kontrol sosial, termasuk juga dari kalangan pers dan masyarakat. Saat disinggung tentang perhatian provinsi terhadap proses pembangunan yang sedang dijalankan oleh tiap-tiap kabupaten maka pihaknya selalu berharap agar perhatian yang diberikan dapat terus meningkat dan seimbang. Salah satu contoh yaitu yang terkait dengan pembangunan infrastruktur yang ada di Kabupaten Merauke.
Menurutnya, dana untuk infrastruktur Provinsi Papua pada tahun anggaran 2011 masih mencapai 800 milyar. Namun mengalami penurunan pada tahun 2012, sementara di sisi lain berdasarkan pidato presiden pada tanggal 16 Agustus 2011 itu diketahui bahwa 1 trilyun jumlah untuk di Provinsi Papua. Tetapi hanya diterima 570 milyar untuk 2012 dan dari jumlah tersebut memang diakui lebih banyak di daerah utara sedangkan untuk di wilayah gunung dan selatan belum terlalu menonjol. Oleh sebab itu pihak di DPRP sudah menyuarakan masalah ini sehingga ke depan alokasi anggaran infrastruktur diharapkan harus adil di setiap wilayah karena semua juga sama-sama membutuhkan.(iis)
Tidak hanya itu, sebagai wakil rakyat ia juga mengajak generasi muda agar bisa aktif untuk memberikan suaranya pada setiap event pemilihan dan tidak selalu memutuskan untuk golput. “Sebab kalau dilihat di beberapa daerah sepertinya masih ada kalangan muda yang belum begitu tertarik dengan penyelenggaraan event-event pemilihan seperti kepala daerah, wakil rakyat bahkan presiden. Padahal dengan memberikan pilihan maka itu berarti mereka telah menentukan pilihan serta menentukan apa yang akan dibuat oleh sosok yang sudah dipilih atau kebijakan apa yang akan dilakukan nanti,”ujarnya ketika ditemui sejumlah wartawan usai pertemuan.
Namun jika kenyatan di lapangan ternyata sosok yang dipilih belum dapat melaksanakan tugas sesuai dengan harapan generasi muda ini maka mereka mempunyai hak untuk mengoreksi. Tidak heran jika generasi muda biasanya melakukan demonstransi yang tertib dengan turun ke jalan dimana menurutnya itu memang sudah menjadi hak mereka untuk melakukan kontrol sosial, termasuk juga dari kalangan pers dan masyarakat. Saat disinggung tentang perhatian provinsi terhadap proses pembangunan yang sedang dijalankan oleh tiap-tiap kabupaten maka pihaknya selalu berharap agar perhatian yang diberikan dapat terus meningkat dan seimbang. Salah satu contoh yaitu yang terkait dengan pembangunan infrastruktur yang ada di Kabupaten Merauke.
Menurutnya, dana untuk infrastruktur Provinsi Papua pada tahun anggaran 2011 masih mencapai 800 milyar. Namun mengalami penurunan pada tahun 2012, sementara di sisi lain berdasarkan pidato presiden pada tanggal 16 Agustus 2011 itu diketahui bahwa 1 trilyun jumlah untuk di Provinsi Papua. Tetapi hanya diterima 570 milyar untuk 2012 dan dari jumlah tersebut memang diakui lebih banyak di daerah utara sedangkan untuk di wilayah gunung dan selatan belum terlalu menonjol. Oleh sebab itu pihak di DPRP sudah menyuarakan masalah ini sehingga ke depan alokasi anggaran infrastruktur diharapkan harus adil di setiap wilayah karena semua juga sama-sama membutuhkan.(iis)

Artikel 