MERAUKE,- Selain terus berusaha menyajikan hidangan bakso sehat bagi para penggemar bakso di Kota Merauke. Pengelola Warung Mama Yoo dalam melaksanakan keseluruhan aktivitasnya selalu mengiringi langkah dengan doa.
Dan apa yang telah dilakukan para personil Warung Mama Yoo ini, kiranya bisa menjadi contoh bagi masyarakat karena memiliki kebersamaan yang begitu kuat dan ingin membantu kelancaran proses pembangunan negeri ini dengan cara memberdayakan orang pengangguran untuk ikut berbisnis.
"Kita punya niat memberdayakan masyarakat Merauke yang masih pengangguran. Kasian mereka, dan akhirnya nanti dengan ini bisa mengurangi angka pengangguran. Tapi memang kalau untuk sekarang kita belum bisa lakukan, melihat kondisi yang belum memungkinkan begini dan yang jelas akan diusahakan,”terang Sunandar saat ditemui ARAFURA News, Rabu (3/9) di sela-sela kesibukannya.
Sementara itu, saat disinggung mengenai penggunaan nama Warung Mama Yoo, Ia menjelaskan bahwa nama tersebut memiliki makna nama yang cukup simpel dan mudah untuk diingat masyarakat. Selanjutnya diibaratkan sebagai doa dari seorang ibu, karena menurutnya mama yoo berartikan 'aduh mama' yang mana mereka para personil warung Mama Yoo adalah orang perantauan dan jauh dari keluarga masing-masing.
Dengan demikian, mereka terus berharap adanya doa maupun ridho dari seorang ibu atas perjalanan hidup dengan terus berusaha, bekerja memberikan yang terbaik bagi semua orang.
Masih kata Sunandar, rupanya ketika ia bersanding dan kemudian berbincang-bincang dengan salah seorang suku Marind sendiri bahwa arti dari Mama Yoo itu apa dan jawabannya dalah aduh mama. Sehingga Ia semakin yakin bahwa nama ini sangat tepat untuk digunakan sebagai iringan permohonan doa dari seorang ibu yang sekaligus termasuk bagian dari pemikat masyarakat Merauke supaya bisa selalu mengingatnya.
"Kita cari nama yang simpel dan mudah diingat orang. Kedua, mama itu ibarat doa. Kita inikan anak perantauan yang berusaha bekerja sambil meminta doanya ibu,”tukasnya.
Ia juga berharap dengan hadirnya usaha yang dikomitkan untuk menyajikan hidangan sehat berupa bakso super, mie kwantong, mie kuah, mie goreng, nasi goreng ala-ala, es rumput laut dan masih banyak lagi berbagai sajian minuman segar bisa cepat berkembang serta bermanfaat bagi orang lain. Serta bisa ikut memberikan kontribusi akan hidangan sehat kepada masyarakat Merauke.(Hda)
Dan apa yang telah dilakukan para personil Warung Mama Yoo ini, kiranya bisa menjadi contoh bagi masyarakat karena memiliki kebersamaan yang begitu kuat dan ingin membantu kelancaran proses pembangunan negeri ini dengan cara memberdayakan orang pengangguran untuk ikut berbisnis.
"Kita punya niat memberdayakan masyarakat Merauke yang masih pengangguran. Kasian mereka, dan akhirnya nanti dengan ini bisa mengurangi angka pengangguran. Tapi memang kalau untuk sekarang kita belum bisa lakukan, melihat kondisi yang belum memungkinkan begini dan yang jelas akan diusahakan,”terang Sunandar saat ditemui ARAFURA News, Rabu (3/9) di sela-sela kesibukannya.
Sementara itu, saat disinggung mengenai penggunaan nama Warung Mama Yoo, Ia menjelaskan bahwa nama tersebut memiliki makna nama yang cukup simpel dan mudah untuk diingat masyarakat. Selanjutnya diibaratkan sebagai doa dari seorang ibu, karena menurutnya mama yoo berartikan 'aduh mama' yang mana mereka para personil warung Mama Yoo adalah orang perantauan dan jauh dari keluarga masing-masing.
Dengan demikian, mereka terus berharap adanya doa maupun ridho dari seorang ibu atas perjalanan hidup dengan terus berusaha, bekerja memberikan yang terbaik bagi semua orang.
Masih kata Sunandar, rupanya ketika ia bersanding dan kemudian berbincang-bincang dengan salah seorang suku Marind sendiri bahwa arti dari Mama Yoo itu apa dan jawabannya dalah aduh mama. Sehingga Ia semakin yakin bahwa nama ini sangat tepat untuk digunakan sebagai iringan permohonan doa dari seorang ibu yang sekaligus termasuk bagian dari pemikat masyarakat Merauke supaya bisa selalu mengingatnya.
"Kita cari nama yang simpel dan mudah diingat orang. Kedua, mama itu ibarat doa. Kita inikan anak perantauan yang berusaha bekerja sambil meminta doanya ibu,”tukasnya.
Ia juga berharap dengan hadirnya usaha yang dikomitkan untuk menyajikan hidangan sehat berupa bakso super, mie kwantong, mie kuah, mie goreng, nasi goreng ala-ala, es rumput laut dan masih banyak lagi berbagai sajian minuman segar bisa cepat berkembang serta bermanfaat bagi orang lain. Serta bisa ikut memberikan kontribusi akan hidangan sehat kepada masyarakat Merauke.(Hda)

Artikel 