Merauke,-Kepala Dinas Pendidikan dan Pengajaran Kabupaten Merauke Vincentius Mekiuw, S.Sos mengemukakan bahwa terkait dengan pengiriman siswa ke Jerman tahun depan maka jumlah siswa yang semula ditetapkan sebanyak 10 orang mengalami penambahan hingga 5 orang anak. Dengan demikian tenaga guru yang ada dapat lebih diefektifkan lagi dengan mengajar total sebanyak 15 anak dari Merauke. Terkait dengan hal tersebut maka negosiasi telah dilakukan oleh dinas yang terkait secara langsung dengan bupati sehingga ada kesepakatan untuk menambah 5 orang lagi yang bakal berangkat ke Jerman. “Jadi yang akan dikirim sebanyak 15 orang namun kita akan menyeleksi 20 anak terlebih dulu yang meliputi seleksi mental, kecerdasan dan lain sebagainya hingga pada masalah kesehatan mereka,”ujar Vincentius kepada wartawan di Gedung DPRD Merauke belum lama ini. Pihaknya mengharapkan agar seleksi dapat berjalan dengan lancar sehingga lulusan yang lolos ke Jerman juga sesuai dengan yang diharapkan. Oleh sebab itu pemantauan sejak dini mulai dilakukan oleh pihaknya terhadap sejumlah siswa SMA di daerah ini mengingat untuk masalah kecerdasan tidak dapat ditawar-tawar lagi.
Dengan melakukan pemantauan lebih awal di sekolah-sekolah maka ketika tes dilakukan sudah diketahui siswa mana saja yang memang layak mengikuti seleksi. Ia menegaskan bahwa bidang ilmu yang difokuskan pada pelaksanaan seleksi tidak hanya terbatas pada mata pelajaran eksakta saja namun menyeluruh di semua disiplin ilmu. Hal ini dimaksudkan agar siswa yang diperoleh juga semakin banyak dari berbagai disiplin ilmu demi kemajuan masyarakat di daerah ini. Menurut rencana para siswa yang lolos seleksi sebelumnya mendalami Bahasa Jerman di Jakarta selama 1 tahun.
“Semoga niat baik Pemda ini dapat dipergunakan dengan baik dan kepada orang tua kita himbau supaya anaknya yang masih belajar di bangku SMA mulai dijaga kesehatan dan kepintarannya karena kedua hal itu tidak dapat dikompromi,”tegasnya. Menurut Vincentius, dengan bermodal kepintaran dan kesehatan yang baik maka bisa membuat orang menjadi maju. Jangan sampai karena faktor kesehatan yang kurang baik menggagalkan impian anak menjadi maju dan semua upaya perlu dilakukan sehingga tidak sampai terulang lagi kegagalan di masa lampau akibat kendala kesehatan. Jadi sudah selayaknya orang tua dapat berperan dan memperhatikan anaknya dengan baik demi masa depan si anak yang lebih baik pula.(iis)
Dengan melakukan pemantauan lebih awal di sekolah-sekolah maka ketika tes dilakukan sudah diketahui siswa mana saja yang memang layak mengikuti seleksi. Ia menegaskan bahwa bidang ilmu yang difokuskan pada pelaksanaan seleksi tidak hanya terbatas pada mata pelajaran eksakta saja namun menyeluruh di semua disiplin ilmu. Hal ini dimaksudkan agar siswa yang diperoleh juga semakin banyak dari berbagai disiplin ilmu demi kemajuan masyarakat di daerah ini. Menurut rencana para siswa yang lolos seleksi sebelumnya mendalami Bahasa Jerman di Jakarta selama 1 tahun.
“Semoga niat baik Pemda ini dapat dipergunakan dengan baik dan kepada orang tua kita himbau supaya anaknya yang masih belajar di bangku SMA mulai dijaga kesehatan dan kepintarannya karena kedua hal itu tidak dapat dikompromi,”tegasnya. Menurut Vincentius, dengan bermodal kepintaran dan kesehatan yang baik maka bisa membuat orang menjadi maju. Jangan sampai karena faktor kesehatan yang kurang baik menggagalkan impian anak menjadi maju dan semua upaya perlu dilakukan sehingga tidak sampai terulang lagi kegagalan di masa lampau akibat kendala kesehatan. Jadi sudah selayaknya orang tua dapat berperan dan memperhatikan anaknya dengan baik demi masa depan si anak yang lebih baik pula.(iis)

Artikel 