Pemkab Merauke, Papua menyayangkan adanya pengurangan kuota penerima Jamkesmas dari 131.992 jiwa peserta Jamkesmas di tahun 2008 menurun menjadi 93.107 jiwa di tahun 2009. Sementara itu, jumlah populasi penduduk dari tahun ke tahun selalu mengalami peningkatan. Hal ini tentunya akan menjadi beban bagi Pemkab Merauke untuk membiaya penduduk miskin yang tidak terdaftar dalam penerima Jamkesmas di tahun 2009.
Demikian disampaikan Sekda Kabupaten Merauke, Umar Ary Karim, S.Sos dalam Rapat Pemutakhiran Data Penerima Jamkesmas 2009, bertempat di Operation Room Pemkab Merauke (17/4). “Seharusnya jumlah penerima Jamkesmas meningkat, karena tidak ada jaminan bahwa orang miskin dalam waktu dekat akan berkurang. Sebab dengan kondisi geografis yang ada, kita tidak dapat memprediksi masyarakat miskin akan berkurang bahkan potensi bertambahnya penduduk miskin akan semakin besar,” tutur Sekda sembari menegaskan bahwa dalam pendataan akan lebih diprioritaskan warga Papua untuk memperoleh Jamkesmas. Dirinya juga meminta, agar pihak yang berkompeten untuk segera memperbaiki data keluarga miskin dan peserta Jamkesmas dalam bentuk jumlah jiwa.
Menanggapi permasalahan pendataan, Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Merauke Suntono menyampaikan, di tahun 2008 pihaknya telah melakukan proses pemutakhiran data sesuai dengan kriteria yang telah ditentukan. “Jika ada rumah tangga miskin yang belum terdata maka akan didaftarkan kembali dan pemutakhiran data ini dilakukan secara selektif,” ujarnya sembari menambahkan bahwa dalam hal pendataan, PBS selalu mengacu pada kriteria yang telah ditetapkan. Sedangkan mengenai hasil pendataan yang telah dilakukan, didapati bahwa hampir seluruh penduduk lokal masuk dalam kriteria penduduk miskin terkecuali kepala kampung yang telah memiliki honor di atas Rp 600.000 per bulan. (drie/Merauke)
Sumber : Tabloid Jubi
Demikian disampaikan Sekda Kabupaten Merauke, Umar Ary Karim, S.Sos dalam Rapat Pemutakhiran Data Penerima Jamkesmas 2009, bertempat di Operation Room Pemkab Merauke (17/4). “Seharusnya jumlah penerima Jamkesmas meningkat, karena tidak ada jaminan bahwa orang miskin dalam waktu dekat akan berkurang. Sebab dengan kondisi geografis yang ada, kita tidak dapat memprediksi masyarakat miskin akan berkurang bahkan potensi bertambahnya penduduk miskin akan semakin besar,” tutur Sekda sembari menegaskan bahwa dalam pendataan akan lebih diprioritaskan warga Papua untuk memperoleh Jamkesmas. Dirinya juga meminta, agar pihak yang berkompeten untuk segera memperbaiki data keluarga miskin dan peserta Jamkesmas dalam bentuk jumlah jiwa.
Menanggapi permasalahan pendataan, Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Merauke Suntono menyampaikan, di tahun 2008 pihaknya telah melakukan proses pemutakhiran data sesuai dengan kriteria yang telah ditentukan. “Jika ada rumah tangga miskin yang belum terdata maka akan didaftarkan kembali dan pemutakhiran data ini dilakukan secara selektif,” ujarnya sembari menambahkan bahwa dalam hal pendataan, PBS selalu mengacu pada kriteria yang telah ditetapkan. Sedangkan mengenai hasil pendataan yang telah dilakukan, didapati bahwa hampir seluruh penduduk lokal masuk dalam kriteria penduduk miskin terkecuali kepala kampung yang telah memiliki honor di atas Rp 600.000 per bulan. (drie/Merauke)
Sumber : Tabloid Jubi

Artikel 