Seorang ayah di Merauke bernama Andreas Kanditen (50) yang baru saja ribut (bertengkar) dengan anaknya yang dipengaruhi minuman keras, tiba-tiba tewas secara mendadak. Kematian korban ini belum diketahui pasti apakah karena penyakit atau kaget dengan ulah anaknya bernama Daimon.
Tewasnya korban ini terjadi Senin (19/1) dinihari sekitar pukul 01.00 WIT, di kompleks Kantor Puskesmas Pembantu, Jalan Kampung Domba II, Kelurahan Kelapa Lima Merauke.
Kapolres Merauke AKBP Hadi Ramdani, SH, didampingi Kaur Bin Ops Reskrim Ipda H.E Ariawang, membenarkan kejadian yang menimpa korban tersebut ketika dikonfirmasi, Senin (19/1).
Dari laporan yang diterima istri korban Agnes Tepu Giru, lanjut Kapolres, kasus yang menimpa korban tersebut terjadi saat korban sedang ribut dengan anaknya Andreas Kanditen yang sedang dipengaruhi minuman keras di luar rumah. Melihat kejadian tersebut, saksi kemudian berusaha menghindari. Lalu korban kemudian mendatangi anaknya selanjutnya keduanya berjalan secara bersama-sama ke arah Puskesmas Pembantu Kampung Domba. ''dari laporan saksi, bahwa yang masuk duluan ke kompleks itu adalah korban dengan cara melompat pagar kawat duri, selanjutnya disusul oleh anaknya,'' jelas Kapolres.
Namun sekitar pukul 01.00 WIT, saksi Agnes kemudian ikut masuk ke Puskesmas Pembantu tersebut, namun saat masuk yang bersangkutan telah melihat korban sudah dalam keadaan kaku atau tewas. ''Jadi masih dalam penyelidikan, meninggalnya karena apa, apakah karena jantungan atau penyakit lainnya,'' tandas Kapolres. (ulo)
Sumber : Cendrawasih Pos
Tewasnya korban ini terjadi Senin (19/1) dinihari sekitar pukul 01.00 WIT, di kompleks Kantor Puskesmas Pembantu, Jalan Kampung Domba II, Kelurahan Kelapa Lima Merauke.
Kapolres Merauke AKBP Hadi Ramdani, SH, didampingi Kaur Bin Ops Reskrim Ipda H.E Ariawang, membenarkan kejadian yang menimpa korban tersebut ketika dikonfirmasi, Senin (19/1).
Dari laporan yang diterima istri korban Agnes Tepu Giru, lanjut Kapolres, kasus yang menimpa korban tersebut terjadi saat korban sedang ribut dengan anaknya Andreas Kanditen yang sedang dipengaruhi minuman keras di luar rumah. Melihat kejadian tersebut, saksi kemudian berusaha menghindari. Lalu korban kemudian mendatangi anaknya selanjutnya keduanya berjalan secara bersama-sama ke arah Puskesmas Pembantu Kampung Domba. ''dari laporan saksi, bahwa yang masuk duluan ke kompleks itu adalah korban dengan cara melompat pagar kawat duri, selanjutnya disusul oleh anaknya,'' jelas Kapolres.
Namun sekitar pukul 01.00 WIT, saksi Agnes kemudian ikut masuk ke Puskesmas Pembantu tersebut, namun saat masuk yang bersangkutan telah melihat korban sudah dalam keadaan kaku atau tewas. ''Jadi masih dalam penyelidikan, meninggalnya karena apa, apakah karena jantungan atau penyakit lainnya,'' tandas Kapolres. (ulo)
Sumber : Cendrawasih Pos

Artikel 