Bupati Merauke Drs Johanes Gebze mengingatkan seluruh Daftar Calon Tetap (DCT) yang akan bertarung dalam memperebutkan 25 kursi di DPRD Merauke untuk menghindari terjadinya konflik horizontal. Hal itu disampaikan Bupati Gebze saat memberikan arahan kepada seluruh DCT di Kabupaten Merauke terkait keluarnya Keputusan Mahkamah Konstitusi (MK) tentang suara terbanyak, berlangsung di Mean Sai, Kantor Bupati, akhir pekan kemarin.
Menurut Bupati Gebze, dengan keluarnya keputusan MK tersebut, bukan tidak mungkin antar caleg dalam satu Parpol akan saling menjelekan atau menjatuhkan untuk mendapatkan simpati dari pemilih. Belum lagi antar Parpol. Jika hal itu terjadi, maka sangat memungkinkan akan terjadi konflik horizontal.
''Potensi konflik akan banyak. Pertama antar Parpol kemudian di dalam Parpol itu sendiri. Tapi saya minta hal seperti itu jangan dilakukan. Jangan sampai membuat kubu-kubuan dan saling melakukan provokasi. Hindari itu. cara boleh berbeda tapi dengan santun, sejuk dan lebih simpati,'' pintanya.
Selain hal tersebut, Bupati Gebze juga meminta para Caleg tersebut untuk tidak membawa unsur-unsur yang merusak integritas bangsa seperti jika Partainya menang akan Merdeka. ''Kalau ada seperti ini saya minta Panwaslu langsung tindak. Jangan dibiarkan,'' tandasnya. Menurut Bupati Gebze, cara tersebut tidak bisa ditolerir. ''Anda mau cat muka warna warni dan mau lenggak lenggok, silakan. Tapi ada beberapa yang tidak boleh dilakukan seperti kampanye seperti ini,'' katanya mengingatkan. Lanjut Bupati, janji seperti tidak mungkin karena Partai yang ada sekarang adalah Partainya Republik Indonesia. Hal itu disampaikan, kata Bupati Gebze, karena dirinya sudah tahu dimana basis-basis itu bermain.
''Karena ada oknum seperti itu yang sekarang ikut bermain. Ia anti NKRI tapi ikut juga jadi caleg,'' ungkap Bupati.Disamping itu, para Caleg diminta untuk tidak menggunakan cara-cara teror. (ulo)
Sumber : Cendrawasih Pos
Menurut Bupati Gebze, dengan keluarnya keputusan MK tersebut, bukan tidak mungkin antar caleg dalam satu Parpol akan saling menjelekan atau menjatuhkan untuk mendapatkan simpati dari pemilih. Belum lagi antar Parpol. Jika hal itu terjadi, maka sangat memungkinkan akan terjadi konflik horizontal.
''Potensi konflik akan banyak. Pertama antar Parpol kemudian di dalam Parpol itu sendiri. Tapi saya minta hal seperti itu jangan dilakukan. Jangan sampai membuat kubu-kubuan dan saling melakukan provokasi. Hindari itu. cara boleh berbeda tapi dengan santun, sejuk dan lebih simpati,'' pintanya.
Selain hal tersebut, Bupati Gebze juga meminta para Caleg tersebut untuk tidak membawa unsur-unsur yang merusak integritas bangsa seperti jika Partainya menang akan Merdeka. ''Kalau ada seperti ini saya minta Panwaslu langsung tindak. Jangan dibiarkan,'' tandasnya. Menurut Bupati Gebze, cara tersebut tidak bisa ditolerir. ''Anda mau cat muka warna warni dan mau lenggak lenggok, silakan. Tapi ada beberapa yang tidak boleh dilakukan seperti kampanye seperti ini,'' katanya mengingatkan. Lanjut Bupati, janji seperti tidak mungkin karena Partai yang ada sekarang adalah Partainya Republik Indonesia. Hal itu disampaikan, kata Bupati Gebze, karena dirinya sudah tahu dimana basis-basis itu bermain.
''Karena ada oknum seperti itu yang sekarang ikut bermain. Ia anti NKRI tapi ikut juga jadi caleg,'' ungkap Bupati.Disamping itu, para Caleg diminta untuk tidak menggunakan cara-cara teror. (ulo)
Sumber : Cendrawasih Pos

Artikel 