Pimpinan PT Korindo Group, Sabara Dawena yang ditemui media ini, Selasa (8/1) kemarin membenarkan hal itu. Sabara mengakui jika Laode adalah salah satu karyawan di perusahaan asal Korea yang eksis di wilayah Merauke ini.
Ihwal data kronologis kecelakaan itu, Sabara mengakui ia sendiri belum mengetahui secara pasti namun saat ini pihak kepolisian sedang menangani kecelakaan itu.
“Informasi terjadi kapan , jam berapa saya belum tahu pasti. Kalau mau data lebih jelas, bapak coba hubungi orang yang ada disana atau pihak polisi yang disana. Pihak kepolisian sudah tangani kasus ini, Kan pastinya nanti akan dimintai keternagan dari saksi-saksi. Kami belum menriram berita acaranya, jadi belum bisa memberikan penjelasan yang lebih banyak. Tapi Laode itu karyawan perusahaan disini (Korindo Group),” katanya.
Peristiwa ini baru diketahui Sabara pada Jumat pekan lalu, yakni salah satu bawahannya meyampaikan ada satu karyawan yang bernama Laode Ma’mun meninggal akibat kecelakaan kerja di Pelabuhan Asiki. Pihak perusahaan pun langsung melakukan komunikasi dengan pihak keluarga korban.
“Hari Sabtu (5/1) jenazahnya tiba di Merauke dan Ada tiga ornag keluarga korban yang datang dari Jakarta untuk melihat jenazahnya. Setelah itu, jenazah dibersihkan lalu diberangkatkan ke Jakarta, karena keluarganya disana,” bebernya.
Sebagai karyawan, lanjut Sabara, pihak perusahaan punya kewajiban membantu untuk pembiayaan pengiriman jenazah korban dan memberikan hak-haknya sebagai karyawan.
Sementara itu Kapolsek Djair Iptu Dzul Fadlan melalui telepon selulernya mengatakan peristiwa kecelakaan kerja itu terjadi Selasa 2 Januari 2013, sekitar pukul 09.00 Wit.
Ketika itu, kapal hendak jalan, korban bersama temannya pun hendak memotong tali penyangga yang masih terikat di Pelabuhan. Saat itu juga kayu turun dan keduanya pun langsung melompat ke kali guna menghindari kayu.
Albertus, teman korban bisa menyelamtakan diri sementara korban tenggelam. Korban ditemukan pada hari JUmat 4 Januari 2013, sekitar pukul 06.00 pagi. Korban pun langsung dibawa ke Klinik Kesehatan milik Perusahaan Korindo group untuk dilakukan otopsi.
Setelah dilakukan komunikasi dengan pihak keluarga, korban pun langsung dibawa ke Merauke guna diterbangkan ke Jakarta. (lea/achi/lo1)
“Hari Sabtu (5/1) jenazahnya tiba di Merauke dan Ada tiga ornag keluarga korban yang datang dari Jakarta untuk melihat jenazahnya. Setelah itu, jenazah dibersihkan lalu diberangkatkan ke Jakarta, karena keluarganya disana,” bebernya.
Sebagai karyawan, lanjut Sabara, pihak perusahaan punya kewajiban membantu untuk pembiayaan pengiriman jenazah korban dan memberikan hak-haknya sebagai karyawan.
Sementara itu Kapolsek Djair Iptu Dzul Fadlan melalui telepon selulernya mengatakan peristiwa kecelakaan kerja itu terjadi Selasa 2 Januari 2013, sekitar pukul 09.00 Wit.
Ketika itu, kapal hendak jalan, korban bersama temannya pun hendak memotong tali penyangga yang masih terikat di Pelabuhan. Saat itu juga kayu turun dan keduanya pun langsung melompat ke kali guna menghindari kayu.
Albertus, teman korban bisa menyelamtakan diri sementara korban tenggelam. Korban ditemukan pada hari JUmat 4 Januari 2013, sekitar pukul 06.00 pagi. Korban pun langsung dibawa ke Klinik Kesehatan milik Perusahaan Korindo group untuk dilakukan otopsi.
Setelah dilakukan komunikasi dengan pihak keluarga, korban pun langsung dibawa ke Merauke guna diterbangkan ke Jakarta. (lea/achi/lo1)

Artikel 