Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Papua, drg. Josef Rinta yang ditemui media ini beberapa waktu lalu, mengungkapkan, pihaknya akan bekerja sama dengan setiap kepala dinas kesehatan untuk bagaimana menghidupkan kembali kegiatan posyandu di kampung-kampung. “Saya yakin jika dijalankan dengan baik, masyarakat bisa datang dan melakukan pemeriksaan kesehatan secara rutin di tempat tersebut,” tandasnya.
Lebih lanjut Rinta mengungkapkan, dalam tahun ini juga, dana Bantuan Operasional Kesehatan (BOK) yang beersumber dari Anggaran, Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) akan dikucurkan. Setiap puskesmas mendapatkan jatah dana Rp 250 juta. Sedangkan daerah perbatasan dan kampung-kampung terpencil, diberikan bantuan sebesar Rp 350 juta.
Dana dimaksud, lanjut Rinta, dapat digunakan dan atau dimanfaatkan untuk operasional ke kampung-kampung dan kegiatan pelayanan kesehatan. “Kami berharap agar dengan adanya dana dimaksud, petugas kesehatan dapat menjalankan tugasnya dengan baik untuk memberikan pelayanan posyandu di masing-masing kampung,” pintanya.
Diharapkan juga agar tenaga medis di puskesmas, harus membangun komunikasi dan kerjasama yang baik dengan aparat kampung. Sehingga berbagai kegiatan pelayanan kesehatan, berjalan sesuai harapan. “Ya, masyarakat akan mendengar dan datang ke posyandu jika pendekatan dibangun secara baik pula,” katanya.
Pemerintah provinsi, lanjut Rinta, tentunya akan terus memberikan dukungan dana maupun bantuan obat-obatan. Sehingga kegiatan pelayanan bagi masyarakat, dapat berjalan dengan baik dan lancar. Semua orang di kampung, sudah pasti mengharapkan adanya sentuhan tangan medis, agar penyakit yang diderita dapat disembuhkan.
“Kami juga mempunyai program untuk melatih kader-kader di kampung yang nantinya bertugas memberikan pelayanan kepada masyarakat ketika sakit mendadak. Karena belum tentu di semua puskesmas pembantu (Pustu) ada bidan yang bertugas,” tandasnya. (FR/Merauke)

Artikel 