Merauke – Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) sering dialami oleh kaum perempuan. Bahkan, dalam setiap tahun, mengalami peningkatan sangat drastis. Salah satu langkah yang bisa dilakukan adalah dengan mendatangi keluarga tersebut sambil mencari tahu akar permasalahan, sekaligus memberikan jalan keluar penyelesaian.
Kepala Badan Pemberdayaan Perempuan dan KB Kabupaten Merauke, Dra. Albertina Mekiuw yang ditemui media ini, Senin (14/1) mengungkapkan, banyak sekali permasalahan yang sering terjadi dalam keluarga, hingga berdampak terhadap kekerasan terhadap kaum perempuan. Semestinya, setiap persoalan yang terjadi, harusnya dapat diselesaikan dengan baik dan akal sehat tanpa harus menggunakan ‘tangan besi.’
“Salah satu langkah yang kami lakukan adalah mendatangi keluarga bersangkutan sambil mencari tahu permasalahan yang terjadi. Dari situ, korban akan tetap dilakukan pendampingan secara terus menerus. Disamping itu, mencoba memberikan nasehat dan atau jalan keluar penyelesaian agar konflik yang dihadapi, tidak berbuntut panjang,” ujarnya.
Albertina juga mengungkapkan, permasalahan lain yang sering ditemukan adalah banyak anak-anak putus sekolah dan sering menghisap aibon di tempat-tempat tersembunyi. Perilaku anak-anak seperti demikian, harusnya segera ditangani sejak dini. Jika dibiarkan terus, maka akan merusak pikiran dan daya ingat mereka.
“Saya pernah mengikuti seminar beberapa waktu lalu. Disitu, banyak permasalahan yang dibeberkan terutama anak-anak asli Papua yang putus sekolah. Selain memaksakan diri untuk menjadi pemulung, juga sebagai peminta-minta di emperan toko. Nah, ini menjadi tanggungjawab kita semua untuk bagaimana mengatasi dengan baik,” pintanya.
Untuk dapat mengembalikan anak-anak agar segera masuk sekolah kembali, lanjut Albertina, semua komponen terutama Dinas Pendidikan dan Pengajaran Kabupaten Merauke serta Dinas Sosial setempat, harus bergandengan secara bersama-sama. “Saya kira kalau kita bekerja sama dan bergandengan tangan untuk mengatasi anak-anak, tentunya mereka akan sadar dan kembali ke sekolah sebagaimana biasa,” ungkapnya. (FR/Merauke)

Artikel 