MERAUKE - Sebanyak 30 warga dilarikan ke Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSUD Merauke, Minggu (20/12) malam. Mereka diduga keracunan makanan yang diperoleh dari acara pernikahan salah satu warga di Jalan Biak, Kelurahan Mandala, Kabupaten Merauke, pada siang harinya.
Menurut salah seorang warga yang enggan namanya dikorankan, ia mengaku merasakan mual dan pusing dua jam setelah mengonsumi makanan di hajatan tetangganya tersebut.
“Setelah dua jam makan, saya kemudian rasa mual, pusing dan muntah-muntah,” ujarnya saat ditemui Bintang Papua.
Lantas, sambung dia, ia pun diboyong keluarganya ke RSUD Merauke guna mendapat pertolongan.
“Karena tadi saya betul-betul sudah rasa tidak enak sekali. Di perut macam bagaimana yah,” akunya lagi.
Sementara itu Direktur RSUD Merauke, dr. Adolf Bolang membenarkan soal kejadian tersebut. Dikatakan Bolang, puluhan warga itu didiagnosa mengalami keracunan setelah pihak medis melakukan melakukan pemeriksaan terhadap pasien.
Menurut salah seorang warga yang enggan namanya dikorankan, ia mengaku merasakan mual dan pusing dua jam setelah mengonsumi makanan di hajatan tetangganya tersebut.
“Setelah dua jam makan, saya kemudian rasa mual, pusing dan muntah-muntah,” ujarnya saat ditemui Bintang Papua.
Lantas, sambung dia, ia pun diboyong keluarganya ke RSUD Merauke guna mendapat pertolongan.
“Karena tadi saya betul-betul sudah rasa tidak enak sekali. Di perut macam bagaimana yah,” akunya lagi.
Sementara itu Direktur RSUD Merauke, dr. Adolf Bolang membenarkan soal kejadian tersebut. Dikatakan Bolang, puluhan warga itu didiagnosa mengalami keracunan setelah pihak medis melakukan melakukan pemeriksaan terhadap pasien.
“Jadi tadi malam itu mereka datangnya satu per satu hingga pukul 22.00 Wit. Dari jumlah pasien yang datang terdata 30 orang, dimana gejala mual, sakit perut dan muntah-muntah,” katanya saat dikonfirmasi di ruang kerjanya, Senin (21/12) pagi lalu.
Bolang juga mengatakan, karena pasien lainnya sudah merasa baik usai mendapat pertolongan pertama lantas mereka meminta untuk pulang ke rumahnya masing-masing. Sedangkan pasien yang tersisa kini hanya 1 orang untuk dirawat inap, yakni pasien anak-anak.
Masih dikatakan Bolang, karena kondisi tempat tidur di UGD terbatas, maka pihaknya sempat meminta bantuan ke Dinas Kesejahteraan Sosial Kabupaten Merauke untuk membackup tempat tidur darurat.
“Jadi kami minta bantuan tadi malam (Minggu malam) karena untuk mengantisipasi jangan sampai lebih banyak pasien yang datang lagi,” cetusnya.
Selanjutnya untuk mengetahui pemicu keracunan yang dialami puluhan warga mulai anak-anak hingga orang dewasa itu, pihak RSUD bekerja sama dengan Dinas Kesehatan setempat untuk memeriksa sampel makanan yang sudah diambil dari tempat kejadian perkara (TKP). (lea/achi/LO1)
Bolang juga mengatakan, karena pasien lainnya sudah merasa baik usai mendapat pertolongan pertama lantas mereka meminta untuk pulang ke rumahnya masing-masing. Sedangkan pasien yang tersisa kini hanya 1 orang untuk dirawat inap, yakni pasien anak-anak.
Masih dikatakan Bolang, karena kondisi tempat tidur di UGD terbatas, maka pihaknya sempat meminta bantuan ke Dinas Kesejahteraan Sosial Kabupaten Merauke untuk membackup tempat tidur darurat.
“Jadi kami minta bantuan tadi malam (Minggu malam) karena untuk mengantisipasi jangan sampai lebih banyak pasien yang datang lagi,” cetusnya.
Selanjutnya untuk mengetahui pemicu keracunan yang dialami puluhan warga mulai anak-anak hingga orang dewasa itu, pihak RSUD bekerja sama dengan Dinas Kesehatan setempat untuk memeriksa sampel makanan yang sudah diambil dari tempat kejadian perkara (TKP). (lea/achi/LO1)

Artikel 