MERAUKE - Peringatan HUT ke-67 TNI yang jatuh pada tanggal 5 Oktober 2012 mendatang, menggerakkan nurani jajaran Satgas Pamtas RI-PNG Yonif 721/Makkasau yang tengah bertugas di Kabupaten Meraukje untuk kembali menggelar pengobatan massal bagi warga masyarakat yang tinggal di tiga kampung, yakni Kampung Yanggandur, Kampung Rawa Biru dan Kampung Erambo, beberapa waktu lalu.
Selain pengobatan massal, dilakukan juga cukur rambut massal dengan sasaran anak-anak yang bersekolah di sekolah dasar di seluruh pos Satgas Yonif 721/MKS.
Komandan Satgas Pamtas RI-PNG Yonif 721/MKS Letkol INF Eron Firmansyah S menjelaskan, tujuan diselenggarakannya pengobatan gratis secara massal yang dikoordinir Dokter Satgas Yonif 721/MKS Lettu CKM Audrianto, karena kegiatan ini merupakan suatu bentuk kepedulian TNI untuk berusaha membantu kualitas hidup warga masyarakat khususnya yang bermukim di wilayah perbatasan.
“ Bagaimanapun juga hidup sehat adalah dambaan setiap orang. Dengan hidup sehat, orang dapat beraktivitas secara normal dan bekerja secara optimal. Pada akhirnya, ketahanan wilayah yang menjadi salah satu sasaran TNI diharapkan juga dapat tercapai sejalan dengan terciptanya masyarakat yang makmur,” ungkap Eron kepada Bintang Papua, Senin (1/10) kemarin.
Masih dikatakan Eron, berdasarkan hasil pemeriksaan bahwa keluhan warga pada umumnya terkait masalah ISPA (Infeksi Saluran Pernafasan Atas), rematik, dispepsia (maag), dan hipertensi (tekanan darah tinggi), yang kesemuanya itu terkait dengan pola hidup yang kurang mendukung, baik karena kualitas udara yang buruk maupun pola makan yang tidak sehat.
Sementara itu terkait dengan cukur rambut massal yang membidik para murid sekolah dasar, menurut Eron, hal ini sebagai bentuk empati Satgas Yonif 721/MKS terhadap kebersihan dan kerapian anak-anak tersebut.
“Ya dengan bercukur rambut, kami berharap anak-anak ini tampil lebih rapi seperti anak-anak yang tinggal di kota. Jadi jangan karena mereka tinggal di kampung lantas mereka harus kalah rapi dan bersih dengan anak-anak kota,” ucapnya bersemangat. (lea/achi/LO1)
Selain pengobatan massal, dilakukan juga cukur rambut massal dengan sasaran anak-anak yang bersekolah di sekolah dasar di seluruh pos Satgas Yonif 721/MKS.
Komandan Satgas Pamtas RI-PNG Yonif 721/MKS Letkol INF Eron Firmansyah S menjelaskan, tujuan diselenggarakannya pengobatan gratis secara massal yang dikoordinir Dokter Satgas Yonif 721/MKS Lettu CKM Audrianto, karena kegiatan ini merupakan suatu bentuk kepedulian TNI untuk berusaha membantu kualitas hidup warga masyarakat khususnya yang bermukim di wilayah perbatasan.
“ Bagaimanapun juga hidup sehat adalah dambaan setiap orang. Dengan hidup sehat, orang dapat beraktivitas secara normal dan bekerja secara optimal. Pada akhirnya, ketahanan wilayah yang menjadi salah satu sasaran TNI diharapkan juga dapat tercapai sejalan dengan terciptanya masyarakat yang makmur,” ungkap Eron kepada Bintang Papua, Senin (1/10) kemarin.
Masih dikatakan Eron, berdasarkan hasil pemeriksaan bahwa keluhan warga pada umumnya terkait masalah ISPA (Infeksi Saluran Pernafasan Atas), rematik, dispepsia (maag), dan hipertensi (tekanan darah tinggi), yang kesemuanya itu terkait dengan pola hidup yang kurang mendukung, baik karena kualitas udara yang buruk maupun pola makan yang tidak sehat.
Sementara itu terkait dengan cukur rambut massal yang membidik para murid sekolah dasar, menurut Eron, hal ini sebagai bentuk empati Satgas Yonif 721/MKS terhadap kebersihan dan kerapian anak-anak tersebut.
“Ya dengan bercukur rambut, kami berharap anak-anak ini tampil lebih rapi seperti anak-anak yang tinggal di kota. Jadi jangan karena mereka tinggal di kampung lantas mereka harus kalah rapi dan bersih dengan anak-anak kota,” ucapnya bersemangat. (lea/achi/LO1)

Artikel 